
Kala hati menghampiri
Ku tak mampu memberikan janji
Lain hari Hati lain akan bicara
Mulut membungkam tanpa suara
Dua hati berlari
Mengais cinta dari satu hati yang telah terisi
Hati bernyanyi cinta pada hati yang lain
Cinta tanpa ada kejelasan pasti
Hati teriak tak kuasa
Merindu kini hati mengaku
Menanti penuh haru
Ketika ku merasa rindu
Bernafas untuknya pun aku mau
Nada jeritan mata dengan luka
Liang berisik memercik menyentuh jemari nan halus
Menyayat hati akan kata kata
Mengatur desir nafas yang kaku tak berdaya
Cinta......
Derita adalah efek sampingnya
Bahagia adalah keinginan
Membutakan mata yang melebar tanpa kedip
Membekukan hati menyumbat telinga
Takdir.....
Dimana kau berada
Mengapa kau tiada
Tiada disaat aku berdusta
Dusta menyayat demi utuhnya jiwa
Kau menulis kehendak pemilikmu
Akankah cinta menjelma
Saat bulu tak kau pandang
Pandang bulu kau tak tau
Mata jiwaku bimbang
Tanya tak mengapa saat kau bisikkan apa itu cinta
Kucari jawaban yang pasti untuk jadi landasan
Mengapa tulusmu membuatku ragu
Saat kau janjikan beribu bunga yang mekar
Dikala hati gersang menantikan harapan
Meninggalkanmu bukanlah jalan terbaik untukku
Alasan pahit bukan jawabannya
Rangkaian kata dusta yang kau sampaikan
Bukan isi sebenarnya hatimu
Mengais cinta yang telah kuberikan
Keinginanmu akan cinta yang lain
Tak cukup dan tak pantas
Kau sejukan hatiku
Perbedaan jauh terasa tak mengapa
Hasrat akan cinta menyenggol tulang
Aku, kamu dan dustamu
Jejak langkah bagai lembaran waktu
Mengukir hasrat kerinduanku
Tapi....
Kau sayat luka tanpa ku duga
Mengalah adalah yang terbaik
Meski sakit harus kuterima
Siapa sebenarnya yang kejam
Aku....?
__ADS_1
Kamu.....?
Atau waktu...?
Semua berakhir
Hanya sepi yang tertinggal
Dalam hening aku meneriakkan namamu
Dihatimu tidak sedikitpun terdengar gemanya
Tentangmu belum hilang
Dan masih ku nanti dalam dekapan
Hati enggan mencari meskipun ku sadar kau tak akan pernah kembali
Tak seharusnya aku menepi darimu
Belajar untuk jadi asing bagimu
Waktu meluaskan jarak antara kau dan aku
Rindu kulebur bersama sesalku
Aku merindukanmu
Makanya aku akan tetap disini
Menyirami cinta dengan mata air rindu
menunggumu tanpa ragu
Sebait rindu kucumbu bersamamu
Mengisi ruang jiwa yang hampa sejak kau pergi
Aku cuman ingin mengulur waktu yang hilang
Menepis semua rasa
Hanya tak kubiarkan sepi meniupnya
Kalau sudah tiada baru terasa
Kehadiranmu sungguh berharga
Engkau tak perlu berlari
Karena aku tahu cara untuk menjauh
Aku cukup menghibur diri dengan mimpiku bersamamu
Satu rasa menyelimuti hati
Dikala duduk menyendiri
Bersama kenangan terindah dirimu dan diriki
Siang dalam luka
Merindu senja kian memghampiriku
Dan dustamu hal paling menyedihkan dalam hidup ini
Ruang renung untuk memahami lebih dalam
Setiap desir luka
Serpihan tawa
Isak tangis
Jeritan rindu
Memantul pelan dari dinding hati
Serasa melukis dikanvas batin
Di tepian hati ku tulis rindu dalam diam
Tersudut seorang diri
Ku raba hati
Mengukur rindu yang hinggap untukmu
Yang kerap membuatku terkulai tanpa daya
Menggapai asa di lereng langit
Menyimpan asa dan impian
Pada lagu lama yang di lantunkan
Bergema lirih hingga kesudut sepi sanubari
Dalam diam tanpa airmata
Aku ingin cinta itu tersimpan rapi
Bersama sesak rindu tertahan dalam dada
Meniti ulang segala jejak yang sudah kita tinggalkan
Dalam lenggang tanpa kata
Dalam sepi tanpa suara
Dalam sunyi tanpa cahaya
__ADS_1
Mendekapmu perlahan memetik mimpi
Menyimpan senyum dibelakang punggung
Segala kisah tentang kita
Yang terpahat rapi di rangka langit
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cinta
Caraku bercinta denganmu
Dua insan yang sama memiliki satu hati
Sesuatu yang dicinta selalu indah
Tapi sesuatu yang indah belum layak dicintai
Teman yang bukan teman
Saat cinta mulai melirih
Aku pernah menjadi seseorang kepadamu
Saat kalutmu mengungkap resah
Tapi itu dulu.....
Kini hanya luka yang kau beri
Dalam diam kau menikamku
Hingga membuat lunglai hatiku
Terlalu indah candamu
Hingga membuat hatiku membiru
Oleh tamparan dustamu
Kini rasa itu ku kubur dalam makam cintaku
Ku beri nisan dengan nama cinta sang pendusta
Mencintai hanya untuk disakiti
Oleh cintamu yang berbelati
Namun aku tak membenci
Walau terkadang logika mencaci
Melihat cintaku kau gantung tanpa tali
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ku coba menjamah rasaku
Dan bertanya pada hati
Benarkah rasa itu mulai terbelah ?
Tentang semua tanya di hati
Aku terbelenggu janji yang pernah kita lafaskan
Aku terpasung dalam kebodohan hatiku
Kebodohan yang masih setia mempertahankanmu
Meski kau berusaha melepaskanku
Tanpa kau hiraukan aku
Tanpa kau pikirkan rasaku
Tanpa kau pedulikan sakitku
Andai aku bisa menulis takdirku
Akan ku tulis tentang keindahan
Tanpa kepalsuan cintamu
Tanpa keacuhan sikapmu
Yang dicari tak lagi dihati
Karena mimpi tak lagi kembali
Kini hari tetaplah sepi
Tanpa sadar apa yang terjadi
Kini rasa itu telah hilang
Terbang terbawa angin
Terbakar bagaikan arang
Setelah cintaku kau buang
Hingga aku harus relakan asa melayang
Meski aku harus mengerang
Rasa terpanggang
Dalam tungku yang mengatas namakan sayang
__ADS_1
Masih pantaskah ku panggil kau sayang ????