Gubahan Tak Bermakna

Gubahan Tak Bermakna
Tanpa asa


__ADS_3

Terlalu sering tersakitin


oleh sikap dan tindakan


Namun coba bertahan


atas sepotong kesetiaan


inikah namanya sebuah ketulusan


atau cuman sekeping kebutaan


Jikalau saja mampu mengambil sikap


menentukan sebuah keputusan


akankah jalan ceritanya berbeda ?


awal dari sebuah kisah atau akhir dari sebuah cerita


Ingin rasanya dengan segelas latte


memabukkan mu


berharap bisa lebih menyintai lagi


Lebih menghargai dan selalu mengganggap ada


Perasaan ini bukan tiupan semilir angin


Perasaan ini bukan hitungan untung rugi


Dan perasaan bukan secarik kertas yang mudah di koyak dan dibuang


Pernah terbesit dalam benak


Aku yang terlalu lemah


atau terlalu takut


berhadapan dengan kenyataan


Sandiwara hidup yang di lakoni


dengan aku sebagai penonton tunggal


Kau yang selalu membuatku


untuk memahat luka


seakan hati ini terbuat dari pintu besi


Hujan turun


masih rerintikan


angin dingin menyapa kalbu


siapa yang mampu menenangkan hati yang tersayat goresan belati cinta ?.


Salah tidak aku menjauh


Salah tidak aku perlahan menghilang


rasanya hanya aku yang berjuang


seolah hanya aku yang butuh


Bukannya aku berhenti menyintai


aku takut terlalu mendalam


sehingga perih teramat yang ada


Aku hanyut dalam luka tak tertahankan

__ADS_1


terjebak dalam keramaian


Yang membawaku ke dalam rintihan nestapa


Secawan anggur merah


hembusan asap rokok


Seakan mengerti perihnya hati dalam labirin gelap


Dalam remang kaki ini melangkah


tanpa tujuan tanpa arah


Jangankan tempat berpijak


untuk sandaran saja tidak ada


Hidup terbelenggu sebagai tawanan cinta


dalam sangkar yang bertahtakan keegoisan


Melawan takdir menerjang kenyataan


semakin bergeliat semakin terkekang


oleh sebuah ketakutan


melepas sebentuk keterikatan


melepas jeratan siksaan


Melupakanmu melupakan diri sendiri


Merenggut jiwa menutupi netra


Logika tidak seirama dengan keputusan


atas sebuah sikap yang rapuh


Pencarian ini masih panjang jalannya


segalanya tidak bisa di ulang kembali


Jujur.....


Aku kalah


atas semua yang di jalani


luka dan perih tak mampu menghapus tentangmu


tak mampu beranjak


ada bagian kalbu yang selalu mengingatmu


makin ku coba lupakan


makin terjerat dalam jiwa yang gelap


Saat langit makin menua


sesuatu terasa beda


dan saat hujan tertahan di mega


sesuatu terasa hampa


sendiri......


sepi.......


mengeja bait kehidupan yang hampir mati


Saat tanya tak terjawab

__ADS_1


saat rasa tak terungkap


Dan saat bunga layu dalam senja


waktu bergulir mengejar matahari


bayangan dan kenangan masih adakah ?


Terpuruk dalam kebisuan dan beban


menghadapi kenyataan yang nyata


penderitaan diatas mimpi


Keindahan laksana bidadari tanpa sayap


merendah dengan mata penuh dosa


Lelah hidup dalam bayangan


bersenandung ria dalam sunyi


Hati berbisik lirih yang terkoyak sepi


rindu hadir dalam duka


terjebak bahagia khayalan


Mendung datang saat selimut langit di turunkan


mentari mengalah pada rembulan


jingga hadir di tepi cakrawala


jejak rindu menetap di ruang tenggorak


dan kenangan terlelap dalam jiwa


segala rasa dalam genggaman yang retak


asa menguap dalam heningnya malam


Kabut lembut membelai


Membasuh peluh di wajah


Mata berkaca menahan tangis


Mengendap bening serupa embun


Dan disetiap hembusan angin yang menerpa


ku titipkan bisik hati


Aku merindukanmu


untuk kembali mengisi hati yang kosong


Hmmmmmm


rindu dalam kesunyian


menghitung bayang yang perlahan raib


terjebak ruang yang disebut kenang


Sisa kepedihan petanda cinta belum usai


terima cinta yang menjelma luka


Ketika kata menjelma jadi rasa


yang menghujam hati berkali kali


Beribu detik menelanku

__ADS_1


Dan.....


Rindu ini membunuhku.......


__ADS_2