
Terlalu sering tersakitin
oleh sikap dan tindakan
Namun coba bertahan
atas sepotong kesetiaan
inikah namanya sebuah ketulusan
atau cuman sekeping kebutaan
Jikalau saja mampu mengambil sikap
menentukan sebuah keputusan
akankah jalan ceritanya berbeda ?
awal dari sebuah kisah atau akhir dari sebuah cerita
Ingin rasanya dengan segelas latte
memabukkan mu
berharap bisa lebih menyintai lagi
Lebih menghargai dan selalu mengganggap ada
Perasaan ini bukan tiupan semilir angin
Perasaan ini bukan hitungan untung rugi
Dan perasaan bukan secarik kertas yang mudah di koyak dan dibuang
Pernah terbesit dalam benak
Aku yang terlalu lemah
atau terlalu takut
berhadapan dengan kenyataan
Sandiwara hidup yang di lakoni
dengan aku sebagai penonton tunggal
Kau yang selalu membuatku
untuk memahat luka
seakan hati ini terbuat dari pintu besi
Hujan turun
masih rerintikan
angin dingin menyapa kalbu
siapa yang mampu menenangkan hati yang tersayat goresan belati cinta ?.
Salah tidak aku menjauh
Salah tidak aku perlahan menghilang
rasanya hanya aku yang berjuang
seolah hanya aku yang butuh
Bukannya aku berhenti menyintai
aku takut terlalu mendalam
sehingga perih teramat yang ada
Aku hanyut dalam luka tak tertahankan
__ADS_1
terjebak dalam keramaian
Yang membawaku ke dalam rintihan nestapa
Secawan anggur merah
hembusan asap rokok
Seakan mengerti perihnya hati dalam labirin gelap
Dalam remang kaki ini melangkah
tanpa tujuan tanpa arah
Jangankan tempat berpijak
untuk sandaran saja tidak ada
Hidup terbelenggu sebagai tawanan cinta
dalam sangkar yang bertahtakan keegoisan
Melawan takdir menerjang kenyataan
semakin bergeliat semakin terkekang
oleh sebuah ketakutan
melepas sebentuk keterikatan
melepas jeratan siksaan
Melupakanmu melupakan diri sendiri
Merenggut jiwa menutupi netra
Logika tidak seirama dengan keputusan
atas sebuah sikap yang rapuh
Pencarian ini masih panjang jalannya
segalanya tidak bisa di ulang kembali
Jujur.....
Aku kalah
atas semua yang di jalani
luka dan perih tak mampu menghapus tentangmu
tak mampu beranjak
ada bagian kalbu yang selalu mengingatmu
makin ku coba lupakan
makin terjerat dalam jiwa yang gelap
Saat langit makin menua
sesuatu terasa beda
dan saat hujan tertahan di mega
sesuatu terasa hampa
sendiri......
sepi.......
mengeja bait kehidupan yang hampir mati
Saat tanya tak terjawab
__ADS_1
saat rasa tak terungkap
Dan saat bunga layu dalam senja
waktu bergulir mengejar matahari
bayangan dan kenangan masih adakah ?
Terpuruk dalam kebisuan dan beban
menghadapi kenyataan yang nyata
penderitaan diatas mimpi
Keindahan laksana bidadari tanpa sayap
merendah dengan mata penuh dosa
Lelah hidup dalam bayangan
bersenandung ria dalam sunyi
Hati berbisik lirih yang terkoyak sepi
rindu hadir dalam duka
terjebak bahagia khayalan
Mendung datang saat selimut langit di turunkan
mentari mengalah pada rembulan
jingga hadir di tepi cakrawala
jejak rindu menetap di ruang tenggorak
dan kenangan terlelap dalam jiwa
segala rasa dalam genggaman yang retak
asa menguap dalam heningnya malam
Kabut lembut membelai
Membasuh peluh di wajah
Mata berkaca menahan tangis
Mengendap bening serupa embun
Dan disetiap hembusan angin yang menerpa
ku titipkan bisik hati
Aku merindukanmu
untuk kembali mengisi hati yang kosong
Hmmmmmm
rindu dalam kesunyian
menghitung bayang yang perlahan raib
terjebak ruang yang disebut kenang
Sisa kepedihan petanda cinta belum usai
terima cinta yang menjelma luka
Ketika kata menjelma jadi rasa
yang menghujam hati berkali kali
Beribu detik menelanku
__ADS_1
Dan.....
Rindu ini membunuhku.......