HAI MANTAN! Kisah Kita Belum Selesai

HAI MANTAN! Kisah Kita Belum Selesai
Bab 27. Event


__ADS_3

..."Tim yang solid merupakan tim yang memperkuat solidaritasnya dan mengesampingkan egonya."...


..._Hai Mantan!_...


Hari ini adalah hari H dari acara yang sudah di rencanakan oleh Neve publisher yang kemudian di bantu dan bekerja sama dengan perusahaan informatika serta EO milik Farez dan juga teman-temannya.


"Farez." Seren menghampiri lelaki itu, rasanya memang sedikit canggung memanggil nama itu, namun Seren harus bersifat profesional.


"Ada apa?"


"Apa semuanya sudah berjalan sesuai yang kita rencanakan?" Sorot mata gadis itu terlihat sangat tegas.


"Semuanya sudah aman, acara ini juga sudah disiarkan di lebih dari 196 saluran radio seluruh Indonesia. Selain itu juga beberapa media lainnya juga ikut turut serta memberitakan agar acara ini dapat di hadiri oleh banyak orang."


Seren tersenyum, baru kali ini ia tersenyum tulus di hadapan lelaki itu setelah sekian lama. "Terima kasih, saya sangat puas dengan hasil kerja anda. Saya berharap acara ini akan berjalan lancar sampai tiga hari kedepan," ujar Seren kemudian, ia cukup bangga dengan kerja timnya. Rasanya tidak sia-sia selama ini mereka rapat, hasilnya benar-benar luar biasa.


Farez ikut tersenyum, "terima kasih karena Nona sudah mempercayakan Event sebesar ini kepada kami." Rasanya aneh memanggil Seren dengan kata Nona, namun karena sekarang mereka berada di acara besar jadilah Farez memanggil seperti itu.


Seren menganggukkan kepalanya, "kalau begitu saya kesana dulu." Sambil menunjuk panitia Event lainnya yang sedang sibuk.


"Seren?"


"Ya?" Seren menghentikan langkahnya ketika Farez tiba-tiba saja memanggil namanya. Gadis itu bingung, namun tidak lama kemudian Farez meletakkan sesuatu diatas telapak tangan Seren.


"Untukmu, kamu masih menyukainya kan? Agar kamu semangat."


Seren melihat susu kotak dengan rasa Vanilla di tangannya. Seketika ia belum bisa mencerna apa yang terjadi, sampai ketika ia ingin mengucapkan terimakasih, ternyata Farez sudah tidak ada di hadapannya. Lelaki itu telah bergabung dengan yang lain sibuk untuk mempersiapkan acara yang akan di mulai sore nanti.


Seren kemudian tersenyum, gadis itu membuka sedotannya dan menancapkannya di kotak susu, kemudian ia meminum susu pemberian Farez. Dari jauh, tanpa disadari oleh Seren, Farez menggelengkan kepalanya melihat itu.


"Ternyata masih sama," gumam lelaki itu.


"Kenapa lo?"


"Hah? O_oh nggak, ayo kerja lagi," ujar Farez gugup ketika temannya bertanya.


"Bohong, lo gue perhatiin deket kayaknya sama Seren, ada apa-apa ini kan?"


"Ngaco lo, udahlah ayo kerja." Farez berusaha mengalihkan pembicaraan dari temannya itu. Ia tidak ingin jika mereka tau tentang masa lalu Farez.

__ADS_1


...***...


"Dari mana lo tadi?" Giantra yang sibuk memantau dekorasi menatap Seren curiga, gadis itu berusaha menahan senyumnya.


"Oh, gue tadi abis keliling ngawasin orang-orang."


Giantra hanya menganggukkan kepalanya, tatapan lelaki itu beralih pada kota susu dengan rasa Vanilla yang berada di tangan Seren. "Nyolong dimana itu susu?"


Seren yang kesal menendang kaki Giantra, ia memasang wajah datarnya. "Apasih, lo pikir gue maling!?"


"Gitu aja ngambek, jelek entar kalau ngambek mulu. Nggak ada yang suka loh."


"Bodo amat, emang gue sengaja, males kalau ada yang suka," sinis Seren.


Giantra mengacak rambut Seren, ia menjadi gemas sendiri melihat tingkah lucu gadis itu. "Tapi sayangnya gue suka sama lo."


"Ihh Gian!!!" Marah Seren.


Giantra semakin tertawa melihat teriakan Seren. Di seberang sana, Farez merasakan cemburu melihat bagaimana dekatnya Giantra dan Seren.


"Saingan gue ternyata cukup banyak," gumam Farez, kemudian kembali melanjutkan kegiatannya.


...***...


"Dia sama gue."


Giantra dan Seren menoleh kearah orang yang baru saja datang dan di belakang gadis itu. "Seren sama gue, sejak kapan dia pulangnya sama lo!?" Giantra tidak Sudi jika Seren harus pulang dengan orang yang sekarang menatapnya datar. Seren diam, ia jadi pusing sendiri mendengar perdebatan dua orang lelaki itu.


"Sejak hari ini, Seren akan pulang sama gue!"


"Nggak, nggak bisa! Seren sama gue. Biasanya juga gitu, lo nggak berhak!" ujar Giantra, ia tidak akan mau kalah dengan lelaki dihadapannya itu.


"Gue berhak! Lo yang seharusnya nggak berhak!"


Seren yang mulai jengah akhirnya memutuskan untuk meninggalkan keduanya. Ia pusing sendiri, lebih baik ia naik ojek online saja.


"Seren, lo mau kemana?" Tanya Giantra ketika melihat Seren tiba-tiba pergi begitu saja tanpa berbicara sedikitpun.


"Pulang. Males gue denger kalian berdua ribut mulu, mendingan kalian aja pulang bareng sana. Biar akrab," ujar Seren sambil terus berjalan.

__ADS_1


Giantra menatap ke depan, "gara-gara lo kan, jadinya Seren pergi. Sana deh lo, balik! Ganggu aja."


Orang itu diam, pandangannya datar, kemudian ia pergi dari sana dan berjalan meninggalkan Giantra sendiri.


"Sialan si Farez, gara-gara dia si Seren ngambek." Giantra menghembuskan napasnya pelan. Lalu kemudian ia memutuskan untuk beranjak dari sana.


...***...


Disisi lain, Seren sedang bingung, ternyata baterai ponselnya lowbat. Sehingga ia tidak bisa memesan ojek online. Gadis itu sedikit Panik.


"Kan udah aku bilang, kamu pulangnya sama aku. Ayo." Tangan Seren ditarik tanpa permisi oleh Farez lelaki itu ternyata mengejar Seren.


Farez membukakan pintu mobil untuk gadis itu dan menyuruh Seren masuk, kemudian ia kembali menutup pintu mobil dan berjalan mengitari mobil untuk duduk di kursi kemudi.


Sebelum itu, Farez terlebih dahulu menampilkan senyum meremehkan kearah Giantra yang kebetulan juga ada disana. Lelaki itu juga tadi mengejar Seren, tapi ia terlambat karena Farez lebih dahulu menarik tangan Seren.


Farez mendekat kearah Seren, hal itu tentu saja membuat gadis itu waspada sehingga reflek menjauhkan diri. "Ma_mau apa lo!?"


"Pasang Sealtbeltnya." Farez memasang Sealtbelt pada tubuh Seren.


Kemudian lelaki itu memasangkan juga pada dirinya, lalu ia menjalankan mobilnya, sesekali matanya melirik kearah gadis yang berada di sampingnya.


"Kamu kenapa diam aja? Ngantuk ya?" Ya, Farez memang mengetahui cukup banyak tentang Seren, gadis itu akan diam jika mengantuk.


Seren hanya menoleh sekilas, kemudian ia kembali keposisi awalnya. Jujur, Seren memang sangat mengantuk, sehingga ketika Farez menariknya tadi ia sama sekali tidak ada niatan untuk melawan.


"Lo ngapain berusaha masuk di kehidupan gue lagi?" Entahlah, pertanyaan itu tiba-tiba lolos begitu saja dari bibir Seren. Farez menoleh kearah Seren yang sedang memejamkan matanya, lalu kembali menatap ke depan lagi untuk fokus menyetir mobilnya.


"Karena aku merasa jika kita harus melanjutkan semuanya, kita belum pernah mengucapkan kata berakhir, kamu tiba-tiba menghilang saat itu tanpa alasan yang jelas."


Seren terkekeh pelan, lalu ia membuka matanya. "Tanpa alasan yang jelas? Asal lo tau, saat itu alasan gue ninggalin lo udah sangat jelas kok. Liat sekarang, lo bahkan udah jadian sama Jenissa kan? Terus apa lagi yang lo harepin dari gue"


Farez diam, "kamu nanti akan paham kok gimana kalau kamu berada di posisi ku."


Seren memilih tidak peduli, ia kembali memejamkan matanya, lelah jika harus berdebat terus-terusan dengan Farez, karena ia tidak akan pernah menang sampai kapanpun.


"Seren."


Tidak ada jawaban dari sang pemilik nama, dengkuran halus terdengar disana. Farez yang melihat itu tersenyum, "tolong jangan pernah percaya apapun yang di katakan mereka. Percayalah dengan apa yang hatimu katakan, aku nggak ingin kamu terluka lagi. Maaf karena aku selalu menomor sekiankan kamu selama ini, maaf karena aku terlalu asik dengan duniaku sampai aku sering kali melupakanmu. Aku mencintaimu dulu, sekarang bahkan nanti, nggak akan pernah ada nama lainnya, Jenissa sekalipun. Mengenai hubunganku dengan Jenissa, kami nggak pernah memiliki hubungan spesial apapun, hanya mereka yang seringkali menjodohkan kami sampai Jenissa menganggap jika aku adalah miliknya. Maaf, aku janji akan mempertegas semuanya, supaya kamu tidak lagi terluka," ujar Farez sambil menyetir mobilnya, ia berbicara dengan lancar dengan Seren yang ia anggap telah terlelap di alam mimpi. Padahal, tanpa Farez sadari, Seren sama sekali tidak tidur, gadis itu hanya pura-pura. Sakit sebenarnya mendengar Farez mengucapkan hal seperti itu, tapi ia berusaha menahan dirinya.

__ADS_1


"I love you too." Batin Seren dalam hati.


Bersambung. . .


__ADS_2