
..."Jangan membuang waktu bahagiamu meski hanya sedetik dengan sia-sia, karena yang sudah berlalu tidak akan bisa di ulangi."...
..._Hai Mantan!_...
Suasana di restoran cepat saji itu sedikit ramai. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam, sepasang kekasih sedang asik memakan makanan mereka. Sesekali candaan lucu terdengar di sela obrolan keduanya.
"Abis ini mau kemana lagi?" Farez lelaki itu baru saja menghabiskan makannya, kemudian ia menatap sang kekasih yang masih makan.
Seren menelan makanannya perlahan, "gimana kalau kita photobox aja. Dulu kamu janji mau photobox sama aku waktu jaman kita kuliah, tapi kamu kayaknya nggak ingat, jadi sekarang aja ya?" Gadis itu antusias, meskipun ia sempat cemberut mengingat hal yang membuatnya kesal.
Farez mendengar ucapan kekasihnya itu merasa bersalah, ia tau jika dulu banyak hal yang ia katakan pada Seren namun ternyata ia ingkari. "Maafkan aku ya sayang, aku dulu selalu membuat kamu kecewa."
Seren menggelengkan kepalanya cepat, "nggak apa-apa, sekarang kita perbaiki hal yang pernah terlewati dulu. Oke?"
"Oke."
Akhirnya Farez dan Seren membayar makanan mereka, kemudian keduanya beranjak menuju tempat photobox. Farez menuju kasir untuk mengisi kartu kemudian setelah sepasang kekasih itu masuk keruangan photobox.
"Mau pakek frame yang mana?" Tanya Farez sambil menekan-nekan tombol di photobox untuk memilih frame yang cocok.
Seren tersenyum tiba-tiba, lalu ia mendekat ke Farez, "biar aku aja yang pilih." Ujarnya.
Farez hanya mengiyakan, Seren akhirnya memilih frame lucu dengan gambar beruang berwarna pink, sangat imut.
"Ini aja ya?" Tanya gadis itu pada Farez.
"Kok beruang pink sih sayang, yang lainnya aja dong."
Seren memasang wajah cemberutnya, "nggak mau, yang lainnya jelek. Biarin aja sih, ini lucu." Ujarnya.
Farez yang melihat itu mana tega, ia sangat menyayangi gadisnya itu. Jadi Farez akan menuruti kemauan Seren.
"Baiklah, terserah kamu saja."
Seren mendengar hal itu menjadi senang, kemudian ia duduk di samping Farez.
Photobox dimulai, Farez dan Seren mencoba berbagai macam gaya foto. Mulai dari tersenyum lebar, Seren yang cemberut karena pipinya dicubit Farez sampai dimana gaya terakhir adalah mata Seren yang membulat karena Farez tiba-tiba mencium pipinya.
Seren dan Farez tersenyum melihat hasil foto keduanya, lalu kedua anak manusia itu akhirnya keluar dari area photobox.
"Sekarang kita ketempat lainnya ya, aku pengen makan di angkringan."
__ADS_1
"Kamu lapar lagi?" Tanya Farez, soalnya Seren dan dia kan baru saja makan, tapi sekarang gadis itu meminta ke angkringan.
"Nggak sih, aku cuma pengen nyemil aja. Mau kan?"
"Mau lah, hari ini kita akan full jalan-jalan. Nggak ada hal lain selain kita berdua."
Seren tersenyum, lalu gadis itu menggandeng tangan Farez kembali.
***
"Gimana? Enak?"
Seren hanya menganggukkan kepalanya saja. Mau bilang nggak enak mana mungkin, soalnya semua makanannya memang enak.
Farez mengacak rambut gadis itu gemas, entahlah semenjak ia dan Seren kembali bersama, rasanya kebahagian yang ia punya benar-benar lengkap. Dulu ia merasakan hal yang sama ketika diawal bersama gadis itu saat kuliah, namun karena ia menganggap Seren bukan prioritasnya dan selalu menomor sekiankan gadis itu membuatnya tidak banyak menikmati waktunya bersama Seren.
"Kamu mau?" Tanya Seren, sambil menyodorkan sate ayam yang baru akan ia makan, namun karena melihat Farez yang memandangnya jadi ia tidak jadi memakan satenya, ia kira Farez mungkin saja mau.
Farez menggelengkan kepalanya, lelaki itu terkekeh melihatnya. "Buat kamu aja sayang, kamu harus makan banyak biar gemukan."
"Ih kamu mah."
Farez semakin tertawa, gadisnya ini benar-benar lucu. Meskipun umur Seren dan Farez tidak lagi belasan tahun, namun siapa yang tau bukan, keduanya mirip seperti dua sejoli remaja yang baru merasakan jatuh cinta. Jika saja orang-orang sadar kalau umur mereka bahkan sudah dewasa.
"Hmm," jawab Seren sambil meminum es teh yang dipesannya.
"Aku harap kita terus kayak gini sampai nanti, jangan pernah tinggalin aku lagi ya?"
Seren menghentikan minumnya, menatap Farez dan tersenyum. "Aku nggak akan ninggalin kamu lagi, sekarang biarkan semuanya mengalir layaknya air. Biarkan kita menjalankan hubungan kita dengan semestinya, tolong jangan mengabaikan aku lagi, aku nggak suka."
"Aku nggak akan mengabaikan kamu lagi. Udah cukup sekali aku kehilangan kamu, sekarang biarkan aku menjaga kamu dengan baik, aku nggak akan membiarkan kamu pergi lagi."
Seren terdiam, dalam hati ia mengaminkan ucapan Farez. Ia juga sama, ia tidak ingin menghilang atau pergi lagi, ingin semuanya selaku baik-baik saja.
"Janji sama aku ya, jangan pernah tinggalin aku?" Farez mengulurkan tangannya sebagai tanda perjanjian.
Seren mengiyakan, ia juga membalas uluran tangan Farez. "Janji, kecuali maut yang memisahkan."
Farez menatap langit malam, bintang juga bulan menerangi bumi, sinarnya bahkan sudah seperti lampu, terang.
"Kamu tau nggak apa impian aku sekarang?"
__ADS_1
Seren menoleh kerah Farez, lelaki dengan wajah manis itu masih dengan posisi sama, menatap langit malam.
"Apa?"
"Hidup bahagia dan selalu baik-baik saja denganmu."
Kalau dulu mungkin ucapan yang keluar dari mulut lelaki itu hanya sebuah gombalan. Namun hari ini lelaki itu tampak serius, terlihat dari wajahnya yang menyimpan banyak harapan disana.
Seren menanggapi dengan senyuman, ia juga sama, ia berharap selalu hidup bahagia dengan Farez nantinya, selalu akan baik-baik saja dengannya. Jika ada masalah pun dapat di selesaikan dengan kepala dingin. Sekarang mereka sudah dewasa, bukan lagi mahasiswa yang labil.
"Kamu mau kan?"
Seren menganggukkan kepalanya, "aku mau, karena itu adalah impian aku dari beberapa tahun lalu saat pertama kamu menyatakan perasaan kamu padaku."
"Maaf ya karena ternyata aku pernah menghancurkan impian kamu dulu."
"Jangan minta maaf lagi, emangnya kamu nggak bosen minta maaf terus?"
Farez menarik tangan Seren agar duduk lebih dekat dengannya. "Sini, dengar ya, aku nggak akan pernah bosan karena aku emang dengan senang hati melakukannya. Mulai sekarang, aku akan selalu mengucapkan maaf dan terimakasih padamu."
"Kenapa?" Heran Seren.
"Karena kamu istimewa."
Seren terdiam, benar, Farez sekarang sudah berubah. Lelaki itu mulai membuktikan semuanya, padahal dulu lelaki itu untuk mengucapkan kata maaf saja sangat berat. Pernah ketika hari raya idul Fitri pun lelaki itu tidak mengatakan maaf kepada Seren, seandainya lelaki itu meminta maafpun ia tidak akan ikhlas.
"Kenapa kamu sekarang beda?"
Tanya Seren tiba-tiba, Farez mengerutkan keningnya bingung.
"Beda bagaimana?"
"Iya, kamu lebih perhatian."
Farez tersenyum lagi, ia menghadap kearah Seren. Menatap dalam gadis itu, "aku berubah karena kamu, kamu adalah cewek yang bikin aku melewati banyak hal dalam hidup. Mulai dari harus belajar menerima sesuatu dengan baik, jangan menyia-nyiakan yang tulus, kamu juga yang mengajarkan jika waktu untuk sebuah kebersamaan itu berharga, jangan menyia-nyiakan karena mungkin saja suatu saat akan menyesal karena telah melewatkannya. Kamu juga yang mengajarkan aku kalau mencintai seseorang bukan hanya status saja yang harus kau berikan, tapi juga perhatianmu, kasih sayangmu secara nyata juga waktumu untuknya, karena sesabar apapun seseorang jika ia sudah lelah maka akan menyerah jika kehadirannya tidak dihargai padahal ia ada."
Seren berkaca-kaca mendengar hal itu, "terima kasih Farez karena kamu telah berubah banyak dari yang dulu."
"Seharusnya aku yang berterimakasih karena semuanya berkat kamu. Benar kata Giantra, kamu itu cewek yang layak diperjuangkan, banyak cowok diluar sana yang berlomba-lomba buat dapatin kamu, sedangkan aku seberuntung ini karena di cintai kamu tanpa perlu terlalu bersusah payah, jadi aku akan menjaga semuanya dengan baik mulai sekarang."
"Teruslah bersamaku Seren," lanjutnya.
__ADS_1
Bersambung. . .