
“kalian mau jalan- jalan kemana?”tanya bunda meletakkan minuman didepan putra,yordan dan raden yang tampak ogah-ogahan berbagi tempat duduk.
“ke taman bermain bun”jawab putra sambil mengambil salah satu gelas dan meminumnya.
“makasih tante minumannya”ucap raden sopan berbeda dengan putra yang memanggil jesika dengan sebutan bunda.
“di minum nak”ucap bunda mempersilakan yordan untuk meminumnya juga.
“bunda titip mita yah nak,dia baru pertama kali tinggal di kota besar walau bunda juga berasal dari kota namun tidak sebebas dan seluas di sini”ucap bunda ramah dan ketiganya mengangguk paham dengan maksud bunda.
“bunda kami pergi yah”ucap mita muncul dengan pakaian casual nya.
“kalian hati-hati yah jangan sampai malam”ucap bunda memperingati.
“iya bunda”
“iya tante”
Mereka pun menaiki mobil masing-masing dan pada akhirnya mita memilih untuk satu mobil dengan putra dengan debat yang sengit mita berhasil membujuk kedua orang itu. sepanjang perjalanan mita dan putra pun terus bercerita tentang berbagai hal.
“kak putra sudah kuliah?”tanya mita memandang ke arah putra.
__ADS_1
“emmmm bisa di bilang tidak dan juga iya”jelas putra memandang mita dan kemudian memadang ke arah depan lagi.
“kak putra tinggal di kota ini?”tanya mita lagi dan putra membalasnya dengan gelengan kepala.
Mita diam memikirkan pertayaan apa lagi yang ingin ia tanyakan. Putra yang melihat mita diam kemudian berbalik bertanya pada mita.
“nama lengkap lo siapa?”tanya putra melirik ke arah mita.
“bunda bilang nama aku mita saja tidak ada lanjuttannya”ucap mita serius dan meletakkan jari telenjuknya di dagunya membuat putra ingn mencubit pipi mita.
“kakak put..”ucapan mita terpotong dengan suara klakson mobil di samping kanan mereka yang tidak lain adalah raden.
“buruan elah terlambat nanti,entar tutup taman bermainnya”ucap raden berteriak dari kaca mobilnya.
Kini mereka semua telah berkumpul dan mengisi perut sebelum menghabiskan waktu menikmati semua wahana nantinya.
“mita nanti kita naik roller coster,kora-kora,tornado,rumah kaca,rumah hantu,bianglala dan lain-lain”ucap alia semangat.
“buset mampu lo naik semuannya ekstrem tahu!”ucap agus mengusap dada nya dan mengeleng kepalanya.
“biasalah”ucap miko menyaut.
__ADS_1
“kalian mah cemen bener nggak dini,ola”ucap alia membanggakan diri.
“gue akuin nih bocah kagak ada takutnya”ucap ola berdigik ngeri menginggat terakhir kalinya mereka bertingga mengunjungi dufan.
“alia kenapa memangnya ola?”tanya mita penasaraan dengan apa yang dikatakan ola.
“kalian bayangin aja gue ama dini udah pusing naik kora-kora dia ngajak langsung naik roller coster”ucap ola mengebu-ngebu.
“biasa aja tuh”ucap ucok menguyah nasinya sambil mendengerkan ucapan ola
“emang biasa selanjutnya ini parah”ucap ola lagi dengan wajah tambah horror
“dia naik roller coster 2 kali terus main tornado sendiri”sambung dini membuat semuanya melongo kaget dan ngeri dan memandang alia yang tersenyum tanpa berdosanya.
“nyawa berapa lo?”ucap miko melongo.
“fix alia nyawanya lebih dari kucing”timpal raden geleng kepala.
“kagak pingsan apa lo?”ucap yordan tak habis pikir dengan bocah satu itu.
“kalian mah cemen”ucap alia cengegesan.
__ADS_1
“alia keren”ucap mita memberikan dua jempolnya dengan semangat pada alia dan lainnya menepuk kepalanya tidak habis pikir.
“sudah-sudah ayo cepat makanannya habis itu kita pergi”ucap putra dan mereka semua lanjut memakanan makanan masing-masing