
sepanjang perjalanan pulang ke kota A Yordan tak henti-hentinya berdoa di dalam hati kabar mengenai Mita yang berada di rumah sakit membuat nya khawatir tidak karuan. " Ya tuhan jangan biarkan sesuatu terjadi padanya! aku baru ingin bertemu dengan nya! jangan pisahkan lagi" gumam Yordan memandang tablet milik nya dengan gusar.
saham perusahaan semakin naik namun itu tidak bisa membuat nya tersenyum bahagia dan senang. " tuan?".
"Tidak bisakah pesawat ini lebih cepat lagi!? padahal di atas sini tidak ada lampu merah namun mengapa sangat lambat! setelah kita sampai Beli jet tempur saja sekalian!?" ucap Yordan nyaris membentak.
Gio hanya bisa menarik nafas dan menghembuskan nya. " tuan sebaiknya beristirahat perjalanan kita masih 2 jam lagi saya akan membangunkan anda setelah kita landing" ucap Gio namun hal itu malah membuat Yordan menatap nya tajam.
" Gio? apa aku terlihat bisa beristirahat sekarang?" ucap Yordan memijit kepalanya pusing.
" Tuan harus beristirahat agar tuan dalam keadaan baik saat menemui Nona Mita. Apakah tuan ingin menemui nona mita dengan keadaan yang kacau?" bujuk Gio berharap bahwa Yordan dapat mengerti bahwa ia mengkhawatirkan kondisi tubuh nya yang belum beristirahat sejak kemarin malam.
Yordan mengalah dan pergi beristirahat di kamar yang ada. Gio merapikan barang-barang Yordan dan menyimpan nya kembali ke dalam tas kerja tidak lupa juga ia membuat minuman untuk dirinya sendiri. Yordan membaringkan badannya menatap langit-langit kabin pesawat yang seperti di dalam kamar sungguhan.
__ADS_1
" Tunggu aku sebentar aku akan segera sampai" ucap Yordan dan tertidur karena memang ia cukup lelah.
TOKKK TOKKK
"tuan? 15 menit lagi kita akan segera landing" ucap Gio dari luar menunggu respon Yordan.
TOKK TOKK
"tuan aku masuk" ucap Gio membuka pintu kamar dan mendapati Yordan masih tertidur di atas kasur.
Dear passenger, you have arrived at City A airport. to Mr. Jordan thank you for flying with us. see you, hopefully your business will be finished soon
Gio menepuk badan Yordan untuk membangunkan nya. Yordan membuka mata nya ketika merasakan tepukan seseorang pada dirinya. " Maaf menganggu waktu istirahat nya Tuan, kita telah tiba" Yordan mengangguk kepalanya dan bangun.
__ADS_1
Yordan merapikan kembali pakaian nya lalu keluar dari sana bersama Gio. Gio dengan gesit membereskan setiap barang-barang milik Yordan dan mengikuti langkah Tuan nya. para kru pesawat tidak lupa melakukan salam perpisahan kepda Yordan.
mobil telah siap ketika Yordan turun dari pesawat sedangkan barang-barang yang lainnya tetap melewati Pemeriksaan namun Yordan dan Gio tidak lagi melewati pintu keamanan di karenakan akan ada orang lain yang menggantikan.
Yordan menatap keluar dari balik kaca berbagai hal menghantui pikiran nya. " Apakah ia akan senang? ia mengingat ku atau melupakan ku? aku harus bagaimana? aku harus tersenyum ketika menyapanya? namun perlukah aku melakukannya bukankah selama ini kami seperti kucing dan tikus? lalu Raden bagaimana dengan anak itu?" segala macam hal berputar di kepala Yordan .
"hufft"
" Tuan tidak perlu memikirkan hal yang berat. Tuan datang saja dan berkata ingin menjenguk Nona Mita jika hal itu membuat Tuan binggung" ucap Gio merasakan kegusaran Yordan.
"aku harus melakukan itu? bukankah itu tidak spesial?".
" Untuk sekarang Tuan hanya bisa melakukan hal itu tuan bisa mendekati nona secara perlahan-lahan. Tuan mungkin tidak perlu melakukan nya jika nona Mita mengingat tentang Anda" ucap Gio.
__ADS_1
Yordan menyadarinya bahwa ini akan sangat sulit untuk menaklukkan Mita. aku harus memulainya lagi dari awal entah apa yang akan terjadi dan bagaimana hasilnya aku akan mencobanya dulu. aku akan menggapai mu lagi, maaf aku baru mengingatnya pasti sangat berat bagi mu karena memory yang kelam itu.