Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
PERNYATAAN ATAU PERTANYAAN?


__ADS_3

"baiklah anak-anak sampai jumpa di pertemuan selanjutnya"ucap pak vino mengakhiri pembelajaran hari ini.


"berdiri bersiap"komando viko.


"terimakasih pak"ucap mereka semua kompak dan keluar dari kelas.


" Akhirnya!!"teriak ucok penuh semangat ketika semuanya telah selesai.


Agus mengebrak mejanya merasakan tekanan yang dari tadi di rasanya.


"sial sekaligus! Baru lepas dari hukuman eh malah di tiban rumus dan sepupu²nya"keluh agus mengacak-acak rambutnya.


Mereka semua menarik nafas merasa lega. " Gue sampai kagak bisa mikir njir karena habis lepas dari hukuman si pak yanto"ucap alia yang di iyakan mereka semua.


"Tapi kok aku tidak yah?"ucap mita mengkerut alisnya.


"Dah tahan jangan dibalas entar sakit jiwa kalian" ucap miko sebelum ada yang menjawab ucapan mita.


"Den bantu mita dulu yah bawa mereka ke rumah sakit boleh yah?plisss"ucap mita penuh permohonan.


"Yah ampun mita!"ucap raden ikut pusing mendengar permintaan dari mita.


"Kenapa?raden juga sakit jiwa?perlu mita telfon bunda?"ucap mita mengeluarkan handphone jadul nya.


Semua mata memandang handphone yang di genggam oleh mita semuanya berpikir mengapa tidak menggunakan handphone merek terbaru dan terbatas miliknya.


"Ada apa?"ucap mita mengikuti arah mata mereka semua paham dengan apa yang terjadi mita tersenyum pada mereka semua.


"Handphone yang bunda bawah adalah hadiah dari ayah yang diberikan oleh bos dikantornya, tapi aku tidak tau bagaimana cara pakainya"ucap mita tersenyum dan melanjutkan ucapannya.


"Ini sudah dari cukup dan sangat cukup"ucap mita tersenyum mengangkat handphone miliknya dengan bangga.


"Dibalik sikapnya yang menyebalkan dia manusia yang masih bersyukur dalam kekurangan nya" batin alia.


"Sudah tepatkah diri ini menyukainya?"batin raden memandang mita dengan hati menghangat.


"Eh kok gue nanggis"batin agus mengalihkan pandangannya dan menghapus jejak air matanya.


Mita tetap tersenyum melihat kepedulian teman-teman nya.


"Ayolah jangan terus melihat ku, semua yang tuhan beri sudah sangat cukup dan tidak kekurangan dan kelebihan"ucap mita tersenyum dengan cerianya.


"Dengan memiliki kalian semua baik-baik saja"ucap mita berdiri dan meninggalkan mereka berjalan keluar dari kelas.


"Terimakasih" batin mita.


Tersadar dari lamunan dengan cepat menyusul mita yang sudah meninggalkan mereka.


"Baru saja terharu"ucap agus tidak habis pikir.


"Buru dah mau kalian jadi penghuni kelas"ucap alia berjalan keluar disusul raden.


Mita yang sudah berjalan diluan dari mereka semua kini berdiri di ujung koridor menatap sekelilingnya yang rame dengan siswa yang berjalan ataupun menaiki kendaraan meninggalkan sekolah.


"Dor!"teriak ucap mereka bersamaan.


"Kaget..eh kaget"latah mita mengarahkan kepalan tangannya didepan mereka.


"Hampir saja kalian aku banting atau yang lainnya"ucap mita menepuk dahinya.


"Emang bisa?"tanya ucok melebarkan matanya penasaran.


"Hmm bisa kan aku udah sabuk hitam taekwondo terus karate baru naik sabuk bulan ini terus ayah juga ajar aku boxing walau belum lama ini"ucap mita memikirkan semaunya membuat mereka membuka mulutnya kaget.


"Salam damai yah"ucap agus memperlihatkan dua jarinya membentuk huruf V.


"Tenang kok selama aku tidak reflek untuk membanting hehehe"ucap mita dengan cengengesan.


"Selain aneh dan terlalu pintar ternyata lo bisa bela diri"ucap miko kagum.

__ADS_1


"Sssstt bacotlah kalian"ucap raden memberhentikan ucapan yang akan keluar dari mulut alia dan ucok.


"Paansih radennnn gue mau ngomong"ucap alia mendelik kesal.


"Kalian mau tinggal disekolah! Gue mah OGAH"ucap raden menarik mita ke arah mobilnya.


"Yahh!! Ikan sarden gue mau ajak mita pulang kok lo sih yang bawa dia!!"teriak alia melihat kepergian mita dan raden.


"Dah lain kali aja yuk pulang"ucap miko mengajak yang lainnya dan meninggalkan sekolah.


Di dalam mobil tampak dua orang berbeda jenis sedang bercengkrama dan tertawa dengan lepasnya, mereka yang tidak lain adalah raden mita.


"Gue nyalain yah musiknya biar agak rame"ucap raden menyalahkan musik namun dipikirkannya untuk menyetelnya ke radio saja.


Siapkah kau bertahta di hatiku hai cinta.


Karena ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku.


Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?.


Meski bibir ini tak berkata.


Bukan berarti 'ku tak merasa.


Ada yang berbeda di antara kita.


Raden memperhatikan mita yang nampak mendengar kan nya dengan memandang ke arah jendela memperlihatkan setiap mobil dan motor yang melewati mereka ataupun semua hal yang mereka lalui.


Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena.


Diriku tak mampu untuk bicara.


Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku.


Merasakan waktu yang tepat untuk mengatakan sesuatu raden memanggil mita dengan halus dan penuh kehangatan.


"Mita"panggil raden melihat ke arah mita dan melihat ke arah depan lagi.


Pikirlah saja dulu.


"Apakah ada sosok yang kamu sukai sekarang?"tanya raden pada mita


Hingga tiada ragu.


Belum mendengar jawaban dari mita raden harap cemas dan khawatir.


Agar mulus jalanku.


"Belum"ucap mita tersenyum manis dan hal itu membuat penenang bagi raden.


Melangkah menuju ke hatimu.


Pikirlah saja dulu.


Hingga tiada ragu.


Agar mulus jalanku.


Melangkah menuju ke hatimu.


Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?.


Keadaan kembali hening hanya musik yang terdengar di antara mereka.


Meski bibir ini tak berkata.


Bukan berarti 'ku tak merasa.


Ada yang berbeda di antara kita.

__ADS_1


Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena.


Diriku tak mampu untuk bicara.


Bahwa aku inginkan kau ada.


Raden tersenyum sepanjang perjalanan menguatkan hatinya untuk mengejar mita apapun yang terjadi dan memperkenalkan pada kedua orang tuanya atau pun menemui kedua orang tua mita.


Meski bibir ini tak berkata.


Bukan berarti 'ku tak merasa.


Ada yang berbeda di antara kita.


Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena.


Diriku tak mampu untuk bicara.


Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku.


Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia


Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia


Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia


Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?


"Mita tunggulah! Dan jangan lari dan kabur karena jika begitu gue bakal nggak biarin lo kemana-mana"batin raden senyum devil miliknya.


"Kau milikku"batin raden dan memandang ke arah mita.


"Apa apa?"tanya mita saat bertepatan raden sedang menatapnya.


"Jangan lari kalau tidak ingin terikat selamanya"ucap raden berbalik memperhatikan jalan dan mengelus rambut mita.


"Haa kenapa terikat? Memang nya mau lari kemana?"tanya mita beruntun dan binggung.


Raden menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dirinya tergila-gila pada gadis disampingnya ini yang lemot dan membuat nya bisa sakit jiwa dengan nalar dan pikirannya.


"Raden ih"ucap mita merajuk karrna ucapan nya tidak di tanggapi oleh lawan bicaranya.


"Tidak sayang diam yah"ucap raden menatap mita.


"Mita raden bukan sayang"larat mita dengan ucapan raden.


"Yah ampun dragon!! Mau romatis-romatis juga"ucap raden menarik nafasnya dengan panjang.


"Raden sesak nafas yah?! Raden sakit?"tanya mita panik melihat raden yang frustasi.


"Iya sesak nafas isinya kamu semua"ucap raden frustasi dan fokus untuk menyetir saja.


Namun tanpa di ketahui oleh Raden ucapannya itu membuat mita tersipu malu dan dengan cepat mita mengalihkan mukanya ke arah samping.


"Malu rupanya"ucap raden tersadar ketika mita mengalihkan wajahnya.


****


"Makasih raden hati-hati dijalan"ucap mita ketika diluar mobil.


"Pulang dulu yah dadada"ucap raden menaik kan kaca mobilnya dan berjalan meninggalkan kawasan rumah mita.


"Sore bunda"ucap mita membuka pintu rumahnya.


"Sore sayang bersih-bersih dulu baru kita makan"ucap jesika menyambut anaknya yang baru pulang.


"Siap bunda cantik"ucap mita setelah menyalim dan mencium pipi bundanya.


siapkah kau jatuh cinta lagi?(judul lagu)

__ADS_1


😗❤️


__ADS_2