
PART 24
“ jadikan kita ke mall yang baru buka itu gue pengen ke salah satu cafe disana”ucap miko menanyakan tentang janji mereka yang akan ke mall selesai belajar.
“makanan mulu di otak lo”ucap viko mendengar ucapan miko.
“lo mau ikut nggak vik, ajak rangga,joko sama rian biar makin rame gitu”ajak alia.
Viko menggelengkan kepalanya.”angga lo sama joko mau ikut nggak tuh”ucap viko menunjuk ke arah mita dan yang lainnya.
“gue mau latihan futsal, entar lagi mau lomba”ucap rangga sebagai wakil ketua tim futsal.
“lomba?”tanya raden yang juga merupahkan anggota tim basket bersama miko.
“yoi”ucap rangga menganggukan kepalanya dan pamit pergi.
“hati-hati bro”ucap agus.
“ lo jok sabi kan?”tanya alia.
“ sabi lah”ucap joko mengiayakan ajakkan mereka.
Sedari tadinya tasya mendengar percakapan mereka untuk pergi berjalan-jalan bersama.
“mit lo ikut kan”tanya raden melihat ke arah mita yang hanya menonton kegiatan mereka.
“iya, bahkan bunda memberikan uang jajan sangat banyak”ucap mita.
“kita ke mall ywa(M)”tanya raden.
“mita bareng gue, lo pada mau bareng gue atau gimana?”tanya raden sudah siap untuk berangkat.
“gue bawa motor ada bocengan”ucap miko menunjuk ke arah agus.
”gue bareng dini dan ola”ucap alia tidak lupa mengajak mereka berdua.
“jok lo mau sama gue?”tawar ucok yang belum membonceng siapapun.
“boleh deh”ucap joko.
“ayuk berangkat” ajak mita dan berdiri dari tempat duduknya.
“boleh ikut nggak gyus?”tanya tasya yang memutuskan untuk ikut gabung bersama mereka.
Semua orang nampak berfikir namun tidak bagi agus yang sudah berjalan ke luar menarik miko untuk ikut bersamanya.
“lo bareng mita dan raden mereka naik mobil kok”ucap alia menjadi perwakilan untuk mereka menjawab.
Setelah itu mereka berjalan bersama-sama keluar dari kelas menunju parkiran. Sma garuda sekolah swasta elit yang membebaskan dari kalangan manapun untuk bersekolah didalamnya tidak ada hak istimewa bagi mereka yang berada dan tidak diskriminasi bagi mereka yang kekurangan.
“yang udah sampai diluan tunggu di lobi”ucap alia bersamaan mereka mulai meninggalkan parkiran sekolah.
“mit gue di depan ya boleh, gue nggak terbiasa duduk di belakang”ucap tasya menatap mita penuh permohonan.
“silakan tidak papa, asal sampai dengan selamat”ucap mita mempersilakan tasya untuk duduk didepan bersama raden.
“terimakasih, maaf mita”ucap tasya.
Setelah itu mobil raden meninggalkan sekolah dan semua itu tidak luput dari pemandangan agus dan miko yang masih berada dalam wilayah parkir.
“gue harap bukan hal yang mengancam”ucap agus memakai helmnya.
“jangan berpikir yang negatif lo, mungkin emang nggak terbiasa”ucap miko menyalakan motornya.
__ADS_1
“semoga”ucap agus naik ke atas motor dan setelah itu mereka keluar dari halaman sekolah.
Di dalam mobil tampak suasana hening dan diam, raden merasa kesal mita harus duduk di belakang padahal dirinya ingin mita duduk disampingnya. Namun apa dikata mita anaknya baik,polos dan menyebalkan yang ada nantinya mereka berbicara terlalu banyak dan terputar-putar menginggat mita begitu lihai membuat mereka terdiam.
Setelah menempu perjalanan 35 menit mereka sampai juga di depan mall yang sedang ramai penggujungnya, mereka antrian mengambil karcis di mesin otomatis untuk memparkirkan mobil yang mereka bawah.
Setelah mendapatkan karcis raden memparkiran mobilnya di basmen bawah mall.”turun”ucap raden ketika mematikan kendaraan miliknya.
Setelah itu mereka turun dari mobil. “mit pakai ini”ucap raden menyodorkan hoodie berwarna hitam miliknya yang sama di pakainya namun ukurannya tidak besar dan pas di badan wanita.
“mit gue boleh yang pakai hoodie itu, gue nggak biasa terlalu dingin di dalam mall pasti dingin”ucap tasya memohon lagi.
Raden mulai tidak suka dengan tindakan tasya yang mengingginkan apa yang mita kenakan.
“maaf tasya, ini raden kasih untuk mita, jadi mita tidak bisa kasih ke tasya. Dan kenapa tasya ikut kalau tau tidak tahan dingin di dalam mall”ucap mita dengan tersenyum namun membuat tasya skakmat dengan ucapan itu.
“e-h it-u”ucapan tasya terhenti ketika raden meminta mereka untuk menunju lobi mall.
Setelah bertemu yang lain mereka berjalan masuk dan naik ke lantai dua.
“gue mau ke tokoh baju bareng dila dan ola”ucap alia.
“gue mau ke cafe bareng mereka”ucap miko menunjuk ke arah para lelaki.
“aku mau ke toko aksesoris,toko buku dan tempat jajan”ucap mita melihat-lihat keadaan sekelilingnya.
“lo tas gimana? Mau ikut gue”tanya alia.
“gue bareng mita aja deh nggak tau mau beli apa entar mungkin bisa liat-liat dulu”ucap tasya menolak tawaran alia.
“kalau udah selesai lo pada ke cafe chiantos”ucap ucok memberitahu agar mudah untuk berkumpul nantinya.
“oke”ucap mereka serempak mengiyakan.
Setelah itu mereka berpencar ke tujuan mereka masing-masing.
(kalung bulan)
“aku ambil yang ini”ucap mita mengambil kalung itu dan menaruhnya di dalam keranjang belajaan yang di pegangnya.
Mita berjalan ke arah boneka yang imut dan menggemaskan. Mita mengambil salah satu boneka berwarna kuning yang mengemaskan dan membandingkan dengan warna ungu dan pink serta mempertimbangkan untuk mengambil boneka jenis lainnya.
“lo beli ap mit”tanya tasya menghampiri mita yang sedang binggung.
“boneka mana yang lucu bagi tasya?”tanya mita memperlihatkan dua jenis boneka yang di pegangnya.
“ ini”ucap tasya menunjuk ke arah boneka kuning yang di ambil mita pertama kali.
“ohh oke terima kasih tasya”ucap mita memasukkan boneka itu ke dalam keranjang belanjaan.
Setelah itu mita berjalan memutar menghampiri rak tas kecil simpan alat cuci muka atau cosmetics lainnya bahkan terdapat tas mini kecil untuk bisa di pakai untuk berjalan-jalan.
“lo mau beli tas”tanya tasya mengikuti mita.
“mau beli tas kecil untuk simpan alat dan cosmetics”ucap mita mengambil dan tas mini itu yang berwarna biru muda.
Tasya yang melihatnya ikut mengambil dan manaruhnya di keranjang belanjaan.
Mita juga mengambil pengikat rambut yang cantik dan unik mengambil barang yang ia butuhkan untuk di pakainya, tentu saja tasya mengambil beberapa hal yang sama namun beda warna dari milik mita.
__ADS_1
Setelah itu mita mengambil satu box skincare dan kemudian ingin membayar belanjaannya.
“tasya masih ada yang mau dibeli?”tanya mita.
“udah”ucap tasya dan kemudian mereka mengantri untuk membayar belajaan mereka.
Setelah mereka membayar mita tidak ingin lagi pergi ke toko buku melainnkan turun ke lantai bawah menikmati aneka jajan seperti burger, eskirim roll, gula kapas, cordog dan lainnya.
“kak pesan burgernya satu, kamu sya mau?”tanya mita pada tasya.
“nggak deh gue beli cordog disana”ucap tasya pergi ke arah penjual cordog.
Mita asik duduk sambil menunggu pesannya sambil menatap ke seluruh tempat. Beberapa menit kemudian burger pesanannya telah datang, mita mengambil lalu memakanannya. Betapa diri nya sangat rindu dengan burger setelah dirinya dilarang ketat oleh sang bunda untuk memakanannya walau harganya sedikit mahal dari kotanya dulu namun sebanding dengan rasanya yang begitu enak saat di kunyah dan dinikmati.
Tasya yang telah mendapatkan pesannya duduk bersama mita dan ikut memakanannya, mereka berdua menghabiskan waktu untuk menikmati makanan yang berada di wilayah jajan di lantai satu.
“mit kita balik yuk kek yang lain gue pengen makan nasi”ucap tasya mengajak mita untuk berkumpul bersama yang lain.
“ayo”ucap mita berdiri dan mengambil barang belanjaan miliknya dan mereka berjalan ke arah ekskalator untuk naik kelantai 2.
Mita berjalan mengikuti tasya yang berada didepannya sambil melihat ke sana kemarin menikmati dan mengamati setiap tempat yang di lewatinya. Namun karena tindakannya itu dirinya menabrak seseorang dan mengotorkan pakainannya dengan makanan yang di pegangnya bahkan dirinya tertolak kebelakang dan hilang keseimbangan dan jatuh.
“duh mita kenapa kamu tidak lihat jalan sih”ucap mita pada dirinya sendiri menatap sepasang sepatu hitam didepannya membuat mita enggan untuk melihat ke atas.
Tasya yang merasa tidak di ikuti segera berbalik dan melihat mita sedang duduk di depan kaki pria yang memakai jas di ikuti orang-orang yang sangat penting menurutnya.
Sedangkan pria yang di tabrak oleh mita masih diam bahkan menatap tajam ke arahnya dalam diam. Orang-orang yang melihatnya turut serta memandangi kejadian itu dengan penasaraan.
“maaf pak teman saya memang ceroboh”ucap tasya meminta maaf ke arah pria itu dan belum membantu mita berdiri.
Melihat seseorang yang berbicara padanya yordan mengangkat kepalanya yang sedari tadi menatap mita yang menundukkan kepalanya. Tasya terpukau dengan ketampanan yordan dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
“nama saya tasya pak dan ini teman saya mita”ucap tasya memberikan tangannya namun tidak ada sambutan tangan dari yordan.
“kok kenal ya” yordan berjongkok untuk melihat siapa yang menabarkannya dan itu tidak luput dari pemandangan para direktur,manejer mall dan kepala staf.
Merasa tidak di tanggapi tasya menarik tangannya dengan malu.
“oy bocah sampai kapan lo nunduk” ucap raden ketika sejajar dengan badan mita.
“eh”ucap mita kaget dan menganggkat kepalanya dan menatap yordan.
“gue takut gue cakep”ucap yordan dengan pd nya dan tidak terkesan dingin.
“ajaib” batin dari para bawahan yordan.
“pak yordan, ngapain disini?”tanya mita heran.
“berdiri”ucap yordan tidak menjawab ucapan mita malah mengendongnya.
“pak malu banyak orang”ucap mita menunjuk ke arah kerumunan yang menatap ke arah mereka.
“lo nggak ada hak membanta”ucap yordan membawa mita ke ruangan miliknya yang berada di mall itu.
“pak saya mau dibawah kemana? Teman-teman saya nanti pusing cariin saya”ucap mita menatap ke arah tasya yang terdiam di tempat.
“gio bawa belanjaan mita, dan sampai sini pertemuan kita”ucap yordan melangkah meninggalkan tempat itu.
“sial” tasya mengambil belajaannya dan pergi ke tempat mereka untuk kumpul.
__ADS_1