
Malam tiba Mita berserta ayah dan bunda makan malam bersama.
"Bund mita sudah selesai"ucap ku selesai minum.
"Selamat beristirahat nak"ucap ayah.
"Iya sayang"ucap bunda.
Mita tidak langsung ke arah kamar.namun, berjalan ke arah ruang televisi.
"Lumayanlah siarannya"ucap mita sambil terus menekan remot televisi.
"Ayah kira kamu sudah tidur"ucap ayah duduk di sampingku.
"Belum ngantuk yah"ucapku melihat ke arah ayah.
"Ayah punya sesuatu buat kamu"ucap ayah.
"Kan mita tidak ulang tahun ayah"ucap ku sungguh heran dan tidak suka.
"Ini hadiah spesial buat kamu"ucap ayah memberikan paper bag kecil.
"Ayah ini?"ucapku membukanya dengan raut binggung.
"Handphone nak"ucap ayah.
"Maksud mita kenapa ayah beli ini?kan uangnya bisa kita pakai makan dan lainnya ayah"ucap ku tidak suka.
"Dengarkan ayah nak"bujuk ayah padaku.
"Yah mita tidak minta ayah belikan handphone baru,ini sudah dari cukup"ucapku merendahkan suara
"Nak pakai ini,pasti sangat berguna buat kamu"ucap ayah.
Aku mengembuskan nafas."tapi aku tidak tau caranya yah!"ucapku tertawa dan frustasi dengan benda segi empat berlayar yang ku genggam.
"Hehehehe ayah pun tidak tau"ucap ayah ketawa membuat ku mendengus kesal.
__ADS_1
"Nanti ayah mita minta ajar teman mita"ucapku menyimpan handphone itu kembali.
"Ayah diluan tidur kamu jangan larut tidurnya"ucap ayah mengelus kepalaku
"Ayah makasih, selamat malam"ucapku memeluk ayah.
Mita tampak serius dalam tontonan nya sampai tidak sadar bunda menatap nya dari belakang.
"Tumben belum tidur?"ucap bunda mengagetkan.
"Aiss bund bikin syok saja,kalau tadi mita meninggal sangking syoknya?!"ucapku mengelus dada
"Ututut anak bunda kaget"ucap bunda meledek.
"Yayayayaya kenapa bunda belum tidur?"tanyaku sambil melihat kearah bunda.
"Kamu yang kenapa belum tidur sayang?"ucap bunda memelukku.
"Belum ngantuk bunda"ucapku.
"Bunda boleh bilang sesuatu nak"ucap bunda mengelus puncak kepalaku.
"Kamu jangan tersinggung dengan ucapan bunda ya nak"ucap bunda.
"Iya bundaku sayang"ucapku gemas dan mencium pipi bunda.
"Sayang bunda tidak larang kamu dekat sama lawan jenis kamu tapi sayang bunda lihat mereka orang yang berada sayang"ucap bunda membuatku memasang telinga baik-baik.
"Bunda tidak mau nak nantinya ada sesuatu yang terjadi,kita keluarga yang berkecukupan tidak lebih dan tidak kurang"ucap bunda lagi.
"Bund tidak ada yang spesial kok"ucapku meyakinkan bunda.
"Kamu kenal dari mana tuan yordan?"tanya bunda padaku dan tentu saja aku tidak tau siapa orang yang bunda maksud.
"Kenapa bunda sebut tuan?kenapa bukan pak?"tanyaku heran."dan siapa tuan yordan?"tanyaku lagi.
"Aduh deh anak bunda"ucap bunda menepuk dahinya.
__ADS_1
"Sebentar biar mita ingat siapa yang bernama tuan yordan seperti nya tidak asing"ucapku mengingat.
"Tuan yordan cowok tinggi yang pakai jas kemarin"ucap bunda.
"Ohh namanya tuan yordan pantas mita tidak asing sama namanya"ucapku polos membuat bunda melongo.
"Kalian belum kenalan?"tanya bunda dan tentu saja ku iyakan.
"Dia tolong mita tadi siang bund saat pingsan terus pernah mita tidak segaja menabrak saat turun dari tangga"jelasku.
"Terus cowok yang seumuran dengan kamu kenal?"tanya bunda lagi.
"Namanya raden bun dia kemarin masuk sekolah dia murid pindahan juga bund"ucapku.
"Nak jangan terlalu dekat dengan mereka"ucap bunda membuatku heran dan menatap bunda.
"Yang bunda lihat mereka bukan orang sembarangan,saat kamu ke kamar dan mereka pamit pulang yang bunda lihat mereka dijemput dengan mobil mewah dan pastinya harganya fantastis"ucap bunda bercerita.
"Kalau tuan yordan seperti sudah wajar bunda kan dia punya perusahaan"ucapku heran.
"Ah iya yah"ucap bunda berpikir membuat tertawa.
"Tapi nak, teman kamu yang namanya raden itu dia pun sama bahkan nampak mencolok dengan 2 asisten yang menjemputnya"ucap bunda membuatku berpikir.
"Yah memang dari awal seperti nya raden bukan orang biasa dari mobil yang dibawah nya ke sekolah"batinku
"Bukan urusan kita bunda"ucapku.
"Sayang jangan pernah melibatkan perasaan kita orang yang tidak pantas bersanding dengan mereka"ucap bunda.
"Bund?kaya dan miskin sama di mata Tuhan. mita tidak ada niat bun yang seperti bunda pikirkan"ucapku.
"Iya sayang bunda harap kamu jangan membawa perasaan sama mereka"ucap bunda menasehati ku lagi.
"Iya bunda"ucapku
"Sekarang ayo tidur"ucap bunda.
__ADS_1
"Iya bunda cayang"ucapku mematikan televisi dan berjalan ke arah kamar.