
"TUANN KAMI MENEMUKAN NYA!" seorang pria masuk begitu saja sambil berteriak memanggil tuannya.
" kau serius!?".
" kami menemukan nya tuan dan nona muda" ucap pria itu tegang.
"ada apa dengan putriku!?" teriaknya emosi.
" nona muda berada di rumah sakit" pria tersebut langsung bangun dari kursi kebesarannya dengan panik. " dimana dia sekarang!?" ucapnya ketika Sampai di hadapan tangan kanannya.
" berada di rumah sakit Pinggir kota.." ucapnya gugup karena begitu dekat dengan Tuan nya. " dan sedang bersama tuan Ketiga" sambungnya.
"apa maksudmu!?" teriak pria itu marah.
" nona muda dan tuan muda mengalami kecelakaan setelah pulang dari salah cafe hits di area itu"
Bagai di hantam batu pria tersebut berdiri kaku mendengar berita itu. Kini keduanya anaknya terbaring bersamaan di sebuah Rumah sakit. " siapkan semuanya! jemput istri saya!" teriaknya berlalu pergi menuju rumah sakit.
*********
__ADS_1
"yordan" panggil seorang perempuan yang begitu cantik dan manis. "ini namanya Mita, kelak jika sudah besar nanti Yordan harus menjaga, melindungi mita ya nak" Yordan memandang seorang bayi yang masih memerah dalam diam dengan raut wajahnya yang biasa saja.
" kenapa harus odan jaga? Dia bukan siapa-siapa odan" ucap yordan. Seorang perempuan lain tertawa.
"woi Volkan! Anak Lu emang nggak ada duanya!" ucap perempuan itu yang bernama sabrina Dhera Sutawijaya.
"udah jadi ibu juga! Masih aja bahasanya nggak di ubah" dumel Aminah.
Sabrina terkekeh mendengar penuturan sahabatnya. " anggap saja ini adik kamu, jadi odan harus jaga dan sayang sama adik ya" ucap Aminah memberi pengertian untuk anak kecil.
" bilang aja! Mau jaga mantu!" cibir Sabrina melihat tingkah sahabatnya yang begitu menyukai anaknya bahkan ketika tahu anak berjenis kelamin perempuan dengan begitu cepat Sahabatnya ini memberikan pinangan untuk anaknya Yordan.
" ituu tauu!" ucap Aminah tidak ingin kalah.
" odan akan jaga istri kecil odan" ucap Yordan membuat semuanya menatapnya kaget.
yordan mengedipkan matanya beberapakali ketika melihat wajah orang tuanya dan teman orangtuanya terkejut. " apakah salah?" tanya Yordan heran.
Sabrina memukul telak kasur milik nya dengan heboh. "punca cucu entar gue pasti bakal di atas rata-rata!" seru Sabrina semangat.
__ADS_1
Aminah menoyor kepala sahabatnya yang habis melahirkan ini. " gila aja pemikiran mu!" ucap Aminah tidak habis pikir.
"bunda ucapannya" tegur Volka. Aminah tersenyum menunjukkan giginya.
"kalau kamu mengerti sayang, kelak kamu akan menjaga nya" ucap Aminah mengelus kepala sang anak.
" dan kamu akan meneruskan perusahaan ayah!" ucap Volka ultimatum.
" baik yah" ucap Yordan yang tidak lagi menolak dan hanya memandang baik yang ada di hadapannya.
"cantik".
"TUAN.....TUAN!! ".
Yordan bangun dengan terengah-engah melihat Gio yang telah berlinang air mata ia juga melihat beberapa dokter berada di sekitarnya dan apa ini? apa ia mati?!.
" a-pa ya-ng terjadi" ucap Yordan sedikit susah bernafas.
" Tuan mengalami Henti jantung mendadak atau bisa kita sebut sudden cardiac arrest dimana kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat ditandai dengan hilangnya kesadaran dan napas yang berhenti" ucap dokter pribadi Yordan.
__ADS_1
Yordan mengambil air yang ada di meja di samping tempat tidurnya dan meminumnya dengan rakus. " tinggalkan saya sendiri, gio secepatnya kita kembali" ucap Yordan.
Kini tersisa lah Yordan di dalam kamar. " heee? Kenyataan apa ini? Perasaan itu bukanlah rasa rindu dan sayang kepada adik, namun rasa rindu terhadap pasangan" Yordan tertawa menyedihkan. Kini ia ingat bahwa saudara nya meminta dokter Untuk melakukan memory suppression pada dirinya.