
Pagi yang cerah murid murid berbaris rapi di lapangan sekolah berseragam lengkap topi dan dasi. Mita menatap kerumunan yang ada merasakan upacara pertamanya setelah bersekolah disini.
Upacara berjalan dengan khidmat para penggerek bendera telah selesai mengibarkan sang merah putih memberikan penghormatan dan Kembali ke posisi awal dengan di iringi dirigen semua nya mengheningkan cipta, setelah selesai melaksanakan upacara bendera mita membubarkan diri dan berjalan ke arah kelas bersama raden.
"Nggak capek lo?tanya raden mita.
"Lumayan"ucapku sambil mengibaskan tangan mengurangi hawa panas di pagi hari.
Mita dan raden berjalan ke arah kelas untuk memulai pembelajaran pertama.
WAKTUNYA BELAJAR~~~
Setelah bell berbunyi setiap murid masuk ke dalam kelas dan menunggu guru yang akan datang.
"Vik masuk kagak sih pak ilham?" Tanya meli sambil bercermin.
"Mel gue sita juga kaca lo!"ucap viko memutar matanya jengah.
" Emangnya lo sabi?"tanya meli dengan bahasa tongkrongannya.
(Sabi\=bisa)
"Yah bisalah kan gue ganteng"ucap viko tersenyum.
"Narsis"ucap meli mengakhiri pembicaraan.
"Gue cek dulu ke ruang guru"ucap viko pamit meninggalkan kelas.
"Cok monyet hewan apa hewan yak?heran gua"tanya agus pada ucok.
"Mau gue tampol Lo gus" ucap ucok mengangkat mistarnya.
"Ah elah pertanyaan gampang mah itu!"sambung miko dibelakang ucok dan agus.
"Gila"ucap raden tertawa mendengar jawaban Miko.
"Gue nggak ikutan"ucap ucok memalingkan wajahnya dan bermain game lagi.
"Apa bedanya njir?"ucap agus gregetan.
"Monyet itu hewan tapi kalau monyet nya kagak bayar utang mah itu ucok"ucap miko tertawa.
__ADS_1
bos utang mah dia"timpal raden tertawa.
Brakk. Ucok memukul meja dengan keras membuat suasana hening bahkan mita yang asik melamun dibuat nya kaget.
"Santai bos seloww"ucap agus mengelus dadanya kaget.
"Berapa sih utang gue"ucap ucok sombong mah aslinya kere.
"Ada uang kagak?"sindir miko.
"Gus minta uang"ucap ucok mengulurkan tangannya meminta uang.
"Berapa dulu nih bos?"tanya agus.
"10 ribu "ucap ucok lagi dan agus memberikannya.
"Nah utang gue lunas yah"ucap ucok memberikan uang yang di mintanya dari agus.
"Okee lunas bro gitu kek"ucap miko tersenyum membuat ucok memukul nya dengan buku.
"Bentar kok gitu sih, woy nyet uang gue itu mah bukan uang sih ucok"teriak agus.
"Sabar yah ampun"ucap agus melirik sinis ucok.
"Gue tusuk juga mata lo gus"ucap ucok memperagakan gerakan menusuk mata agus.
"Dasar psikolog" ucap agus kesal
"Psikopat bambang gue sentil juga usus lo"ucap ucok.
Brakkk
"Njir"teriak semua murid kaget kecuali mita.
Viko yang mendapat teriakan latah dari temannya terdiam dengan wajah bengong.
"Cocok dah kelas kita juara latah bersama"ucap viko.
"Makanya bang buka pintu pake ati jangan pake jantung"ucap Axel yang kesal telah dibuat kaget 2 kali hari ini.
"Sensi amat bos"ucap tiara menimpali.
__ADS_1
"Tau ah kesal gue di kagetin mulu"ucap axel.
"Ahh sudah-sudah jadi pak ilham tidak masuk"ucap viko mendapat seruan kemenangan.
"Tapi ada tugas"sambung viko dengan tersenyum.
"Yehh sama saja kalau begitu"seru meli.
"Ah elah baru juga senang"ucok
"yaaaahhh"ucap mita yang tidak semangat hari ini dirinya begitu merasakan ngantuk.
"Tumben nggak semangat"ucap raden memandang heran ke arah mita.
"Soalnya ini mata minta tidur"ucap Mita meletakan kepalanya di atas meja.
"Kenapa?lo bergadang ?"tanya raden mita
Mita menghela nafas." Cuacanya sejuk adem rasanya ngantuk mana anginnya sepoi sepoi"ucap mita.
"Kagak usah ngapel woy"ucap viko meledek mita dan raden yang tampak serius.
"Cieee"
"Sikat bos"
"Pepet terus sampai dapat"
Raden melihat mereka dengan dingin membuat semuanya ciut seketika.
"Cuci muka dulu sana"ucap raden halus pada mita.
"Giliran tadi galak sekarang halus"cibir miko.
"Iri bilang bos"ucap raden,agus dan ucok bersama.
"Cih"ucap miko kesal dan mengerjakan tugasnya.
Mita berjalan keluar dari kelas untuk mencuci mukanya. Namun nasih sial air di kamar mandi di lantai 2 rusak dan sedang diperbaiki.
Mita menatap malas ke arah tangga yang menuju ke lantai satu. "Huh nasib nasib"ucapku sambil turun ke bawah.
__ADS_1