
“sekarang giliran gue rekomendasi!”ucap yordan yang kini gilirannya untuk memutuskan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.
Yordan menatap kesegala ara mencari yang ia mau yang tidak lain adalah.”gue lapar kita makan gue bayarin”ucap yordan menunggu persetujuan mereka tentang keinginannya.
“setuju!”teriak mita semangat.
“lapar neng?semangat banget toh”ucap raden menggoda mita.
Mita tersenyum canggung karena perkataan raden yang membuatnya malu. “ayok makanan kalau brgitu”ucap yordan menarik mita pergi ke salah satu cafe di dalam wahana bermain itu.
“nasib”ucap miko,ucok dan agus bersamaan.
“emang kalian sial aja”ucap alia meledek dan meninggalkan mereka.
“makannya ganteng dong”ucap ola ikut meledek mereka. Miko yang tidak terima di katai jelek kesal bukan main.
“gue nggak jelek yah”ucap miko mengikuti ola dari belakang.
“lah gue nggak bilang lo jelek sayang”ucap ola berhenti dan mentap dari dekat wajah miko.
Manis. “napa lo terpesona sama gue?”ucap miko menatap ke arah ola yang terdiam menatapnya.
Tidak sahutan dari sang lawan bicara membuat miko menatap lekat mata ola dirinya sadar bahwa mahluk menyebalkan ini sangat mengemaskan.
“hekmmm ngapain lo berdua pandang-pandangan”ucap agus menyadarkan keduanya dari lamunan masing-masing.
__ADS_1
Mita sedang asik memandangi berbagai rasa es kirim di menu makanan yordan yang melihat mita terus membolak balikkan halaman menu hanya untuk melihat berbagai rasa es kirim dimenu itu.
“binggung amat lo cil”ucap yordan pada akhirnya.
“cil?maksud bapak?”tanya mita heran dengan panggilan yordan.
“yah iya bocil”ucap yordan enteng mita menatap yordan dengan kesal karena memanggilnya bocil.
“pesan aja semua ny ribet amat sih”ucap yordan lagi.
“boleh pak?”ucap mita antusias.
“gue nggak lagi kerja yah jangan panggil pak,bapak entar gue dikira om-om pendo dih”ucap yordan gerah dengan panggilan itu.
“pendo apa itu a- abang?”ucap mita ragu dikalimat terakhirnya dengan menyebut abang.
“lo pesan aja sama yang lain gue ke toilet dulu”ucap yordan dingin pada mita.
“oke”ucap mita ceria dan senyum dan yordan beranjak pergi meninggalakan mita.
“sampai kapan kita gini ah elah noh udah pergi noh”ucap ucok tidak sabaran.
“perut karet”ucap raden menggelengkan kepalanya dan pergi menemui mita yang sedang membolak balikkan menu di tangannya.
“kalian dari mana kok lama sekali?”ucap mita heran memandang mereka.
__ADS_1
“noh tadi ada yang main tatap-tatapan”sindir ucok.
“yang tatap-tatapan siapa coba!”ucap ola kesal.
“yang bilang elo yang main tatap-tatapan siapa coba,ngerasa yah cieeee”ucap alia ola yang dibuat seperti menjadi malu sedangkan miko hanya tersenyum simpul.
“kawal bosku ampe jadi dah”ucap raden menaik turunkan alisnya.
“udah-udah gue laper”ucap ucok menghentikan semua itu.
“ini”ucap mita memberikan buku menu yang berada disampingnya dan memberikan mereka semua.
Yordan membasuh wajahnya merilekskan dirinya untuk tidak merasakan hal yang ingin di kuburnya sedalam mungkin berusaha menarik nafas walau rasanya sangat sulit pelupuk mata nya perlahan mulai berair seperti awan yang siap membuat hujan yang deras. Yordan menutup matanya berusaha menahan semuanya itu, menahan apa yang selalu tidak ingin dia rasakan lagi.
“cemen lo kok nanggis”batin yordan mencoba menghimbur dirinya.
“masa lemah!”ucap yordan mengigit bibirnya menahan isak tanggis nya.
Yordan menarik nafasnya menguatkan dirinya dan membasahi mukanya lagi,lagi dan lagi setelah itu yordan menatap pantulan dirinya dari cermin yang sangat berantakan tidak jelas.
“gue nggak tau apa lo rasa saat ini tapi gue salut sama lo”ucap raden berdiri di samping yordan
“namun satu hal yang gue tau pundak ini kuat”ucap raden menepuk bahu yordan dengan tersenyum yordan menatap ke arah raden yang tidak jauh tingginya dari nya.
“makasih”ucap yordan menghebuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
Yordan dan raden kembali duduk bersama lainnya untuk menikmati makanan malam sebelum mereka pulang. Sepanjang perjalanan yordan diam begitupun raden.