Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
SISI LAIN


__ADS_3

"Baiklah anak-anak sampai disini pembelajaran kita,selamat sore"ucap pak adrian selaku guru matematika peminatan.


Mita bergegas membereskan buku-bukunya tanpa ingin melihat ke arah raden.


"Emm mit"ucap raden ragu.


Mita menoleh sambil mengangkat aliasnya binggung."gue antar pulang?"ucap raden membuat mita binggung.


"Den kamu bertanya atau menawarkan?"tanya mita binggung.


"Dua-duanya"ucap raden mantap.


"Aku di jemput ayah"ucap mita memakai tasnya.


Mita berjalan keluar tanpa memperdulikan raden yang belum membalas ucapannya.


"Ohh tunggu aku kenapa!aku gila?ajak cewek pulang bareng?!"batin raden.


"Hoy! kenapa kau?"ucap alia menepuk pundak raden.


"Kaget"ucap raden sambil memegang dadanya.


"Iya tau kok kau kaget kagak usah dibilang juga kali,tapi kau berminat untuk tinggal dan menjadi penunggu kelas?"ucap alia meninggalkan raden yang masih bengong.


"Sial"batin raden jengkel.


......................


Mita mengembuskan nafas nya dengan kasar.


"kau belum pulang ?"tanya raden berhenti didepan mita.


"Sudah"ucap mita jengah.


"Lah terus kau siapa dong? Hantunya mita?"tanya raden.


"Yang bodoh aku atau dia yah?"gumam mita jengkel.


"kau"ucap raden santai.


"aku?"tanya mita kaku.


"Iya kau yang bego"ucap raden tersenyum usil.


"Tarik nafas buang,susah emang mengerti bahasa hewan"ucap mita sinis.


"Keren juga nih cewek"batin raden heran dan kagum.


"aku antar"ucap raden seolah-oleh tidak mendengarkan apa yang diucapkan mita tadi.


"Tapi kalau ayah jemput gimana?hari ini ayah bilang dia mau jemput"ucap mita ragu.


"Punya handphone kan"mita mengangguk.


"Yah udah telfon"ucap raden malas.


Mita mengeluarkan handphone jadul miliknya tidak kebayangkan orang yang mempunyai handphone android/ios.


Raden tertegun melihat handphone yang dimiliki oleh mita yang sangat jauh dari kata modern.


"Ayah tidak jawab"ucap mita sedih.

__ADS_1


"Ayah lo kerja dimana?"tanya raden.


"Di perusahaan pusaka jaya"ucap mita.


"Naik aku antar pulang"ucap raden serius.


"Tapi"ucap mita ragu.


"kau mau jadi penunggu sekolah?"ucap raden.


"Kek kenal kalimatnya"batin raden menyadari ucapannya.


"Tidak!"ucap mita cepat.


"Naik"ucap raden tidak ingin dibantah.


Raden melajukan mobilnya keluar dari halaman sekolah.


"Gitu amat kagum nya"ucap raden menyindir.


Namun sindiran itu tidak dengarkan oleh mita yang meneliti setiap sudut yang ada didalam mobil.


"Wahh keren sekali ini pertama kalinya mita naik mobil sekeren ini"ucap mita masih mengagumi mobil milik raden.


"Emang lo dari hutan manasih?"ucap raden.


"Auhh sakit tau"ucap raden mengelus lengannya yang dicubit oleh mita.


"Aku dari desa"ucap mita tersenyum membuat raden merasakan sensasi yang berbeda.


"Ohhh lo orang baru di sini?"tanya raden dengan santai.


"Iya baru 1 minggu kami pindah disini dan ini hari ke dua aku sekolah"ucap mita.


"Begitulah"ucap mita menyadarkan badannya.


"Kamu tau jalan mawar?". Raden menganggukkan kepala dan mita tersenyum simpul menanggapinya.


"euhmm kau suka es krim?"tanya raden tanpa menoleh.


"Suka"ucap mita antusias.


"kau mau ke taman yang dekat dari kompleks rumahmu disana ada eskirim yang enak ?"tawar raden membuat mita berpikir dan menyetujui nya.


"Oke"ucap raden menuju taman.


Setibanya ditanam raden mengajak mita ke ayunan yang kosong dan pergi membelikan mita es kirim.


"Nih buatmu "ucap raden memberikan es kirim rasa vanila bercampur coklat.


"Wah pas banget sesuai dengan yang aku suka"ucap mita mengambilnya dan berterimakasih.


"Oh iya alasan kau pindah kenapa?"tanya raden.


"Karena ayah dapat promosi untuk kerja dikota dan akhirnya aku sama bunda memutuskan untuk pergi bersama"ucap mita sambil bermain ayunan.


"kau tidak malu punya handphone kayak gitu maaf nih yah maksudku tuh mana ada anak perempuan zaman sekarang yang nggak malu bawa Handphone seperti itu?"tanya raden hati-hati.


"Ternyata kamu baik juga yah dan kepo"ucap mita tersenyum.


Raden salting dibuat nya.

__ADS_1


"aku tidak menyuruh menilai ku seperti apa"ucap raden memalingkan wajahnya.


"Iya-iya, handphone ini pemberian ayah saat aku mendapat peringkat nilai ujian tertinggi disekolah"ucap mita sambil memperlihatkan handphone miliknya.


"aku ganti dengan yang kayak gini mau?yah hitung-hitung mempermudah mu belajar"tawar raden.


"Tidak usah tidak apa"ucap mita menolak.


"Nggak papa kok ikhlas kalau kau mau kita beli sekarang"ucap raden berdiri.


"Uangnya itu ditabung aden diluar sana banyak yang butuh"ucap mita tersenyum.


"kau makin mirip dengan seseorang mit,dan perasaan apa ini?"batin raden frustasi.


"Oh iya soal tadi aku minta maaf kalau kesan pertama ketemu denganku aku orangnya sombong"ucap raden santai.


"Sadar diri rupanya kamu"ucap mita tertawa.


"Isshh aku serius tau"ucap raden kesal.


"Ututututuu"ucap mita meledek raden.


"Pulang jalan kaki "ucap raden penuh ancaman.


"Santai pak bos jangan marah-marah"canda mita menghentikan tawanya.


"Yuk pulang anak gadis jangan ke sorean pulangnya"ucap raden beranjak pergi.


"Okey"ucap mita bergegas mengikuti langkah raden.


..............


" Makasih den ternyata kau seru juga"ucap mita turun dari mobil.


"Iya tau gue ganteng"ucap raden percaya diri.


"SERU!bukan ganteng yah!nyesel aku puji kamu"ucap mita bete.


"Yayayayaya aku pulang"ucap raden menutup kaca mobilnya dan pergi.


"Selamat sore bunda"salam mita membuka pintu rumah.


"Tumben kamu pulang agak sore sekali sayang,ayah mana?"ucap bunda melihat kiri kanan.


"Mita diantar teman bunda,mita tadi udah telfon ayah tapi tidak diangkat"ucap mita menyesal.


"Yah sudah kamu mandi sana bau acem"ucap bunda sambil menutup hidungnya.


"Iya-iya mita bau bunda harum"ucap mita meledek bundanya.


Hanya dentingan sendok yang berbunyi di meja makan saat ini.


"Yah maaf mita pulangnya tidak bilang, mita telfon ayah tapi tidak diangkat"ucap mita menyesal.


"Eh?bukannya kamu titip pesan yah sama resepsionis bilang kamu pulang diluan? malahan tadi ayah kaget di resepsionis nya bilang seperti itu sama ayah.kamu tau dari mana nomor kantor ayah?"tanya ayah beruntun.


Mita dibuat binggung dengan pertanyaan dari ayahnya.


"Mita tidak telfon ke kantor ayah,bahkan mita tidak tau dimana kantor ayah"ucap mita Polos.


"Terus kenapa resepsionisnya nya tau"ucap heran ayah.

__ADS_1


"Udah sekarang selesaikan makannya"ucap bunda menengahi pertanyaan yang tidak ada habisnya.


__ADS_2