
"selamat sore bundaku yang cantik"ucap mita membuka pintu rumahnya.
Suasana rumah hening tidak ada sahutan dari bunda tercinta.
"Bunda?yuhuu mita pulang"ucap mita membuka pintu kamar bundanya dan tidak ada orang sama sekali.
Mita berpikir untuk menghubungi bundanya nanti dan berjalan kearah kamarnya untuk menganti pakaian.
"Lapar"ucap mita memberikan badannya ke atas kasur.
Mita mengambil handphone biasa yang dia miliki,hanya bisa menelfon dan sms tidak seperti handphone lainnya. Baginya untuk menelfon dan mengabari sudah sangat cukup baginya.
Telfon tersambung namun bunda nya tidak menjawab panggilannya.
"Mungkin bunda ada urusan"batin mita.
Mita berjalan keluar kamar dengan santai nya sambil mencari remot tv dan menghidupkannya.
Mita duduk terdiam menatap televisi yang menyala ada rasa hampa yang besar ia rasakan. "Apa aku masih punya keluarga?"batin mita bertanya.
Mita termenung memikirkan kejadian yang telat berlalu begitu lamanya menghidupkan kisah yang di ingat nya untuk mengobati rasa rindu itu.
"Bang rindu"ucap mita berkaca-kaca.
Sejak usia 10 tahun mita mulai mengingat ia mempunyai saudara kembar yang bersama nya saat itu dengan kedua orangtuanya,namun apakah saudara nya masih hidup atau telah tiada masih menjadi misteri baginya.
Kruuyyykkk
"Lapar makan ah"ucap mita girang kembali dan menyantap makanan yang berada dimeja makan.
............
"Bangun nak kenapa tidur di kursi?"tanya bunda membangun kan mita yang tertidur di depan tv.
__ADS_1
"Udah pulang bun,sama siapa?"tanya mita sambil mengumpulkan nyawanya.
"Sendiri nak bunda naik ojek online tadi"ucap bunda memberitahu.
"Mandi sana terus bantu bunda masak"ucap bunda dan diangguki oleh mita yang berjalan ke arah kamar.
............
"Hari pertama sekolah nya bagaimana nak?"tanya ayah sambil menikmati makan.
"Mita punya teman mereka aneh tapi seru,ada alia,ola dan dini ayah"ucap ku memperkenalkan mereka.
Ayah mengangguk kan kepala mendengar cerita mita."jadi kamu dikelas mana sayang?tanya bunda melirik mita penuh minat.
"11 ipa 2 bund"ucap mita.
"Suka sekolah nya? atau mita tidak suka?"tanya ayah lagi.
"Baguslah kalau kamu suka nak"ucap bunda mengelus kepala ku sayang.
"Ayo cepat makanannya dan istirahat"ucap ayah.
Mita berpamitan kepada kedua orangtuanya dan masuk ke dalam kamar.
"Huhhh hari yang melelahkan"ucap mita pelan dan membaringkan badannya.
Mita memandang langit atas plafon merasakan rasa sepih dan rindu itu hadir secara bersamaan.
"Ahh dasar kamu mita cengeng"ucap mita menghapus air matanya yang perlahan mengalir tanpa persetujuan nya.
"Jangan pergi.. huhuhu..MAAF.. huhuhu"ucap mita meremas dadanya dengan berlinang air mata.
Rindu yang tertahan bertahun-tahun membuat mita merasakan sesak yang luar biasa.
__ADS_1
"Tuhan mita lelah,mita rindu,tuhan bantu mita"ucap mita memejamkan matanya dan berdoa hanya inilah yang bisa ia lakukan.
Mita jatuh tersungkur sambil meremas dadanya rasa rindu itu memuncak membuat nya tidak kuas menahan nya.
"TIDAKKK...arggghhh... huhuhu...TIDAKK"tanggis mita makin menjadi.
"Mita nak sadar sayang"ucap bunda memeluk Mita menguatkannya.
Rio yang tak lain ayah dari mita diam tak bergerak hatinya kembali hancur.dirinya sudah sangat lama dirinya tidak melihat keadaan seperti ini.
"Sayang nak apa kamu selama ini menipu kami nak dengan tawa dan keceriaan mu"batin rio menatap sang istri bersama sang anak.
"Mita sayang nak sadar"ucap bunda menepuk pelan pipi mita.
"Tuhan kenapa harus mita?!kenapa!!!huaaaaa mama papa abang kalian jahat!!huhuhu"ucap mita tidak terkendali dalam pelukan sang bunda.
"Yah apa harus kita bawa mita lagi?"ucap bunda berlinang air mata.
Rio terdiam."ayah!! dengar bunda tidak!"teriak bunda menyadarkan rio dari lamunannya.
"Mita kuat sayang,dia anak yang tangguh"ucap ayah berjalan dan mengambil mita dan mengangkat nya dan meletakkannya diatas kasur sambil berdoa ditelinga mita.
Cukup lama akhirnya mita tertidur dengan mata sebam,hidung memerah bahkan muka bengkak.
"Yah bunda takut"ucap bunda memeluk ayah menahan tangisnya.
"Ayo bund kita tidur biarkan mita beristirahat"ucap ayah merangkul dan keluar dari kamar mita.
Rio termenung mengingat kejadian 11 tahun lalu pertama kali ia menemukan mita dalam keadaan penuh luka sendirian dibawah guyuran hujan yang begitu deras.11 tahun lalu dirinya melihat bangaimana perjuangan mita melawan trauma yang ia rasakan. 11 tahun yang lalu semua kejadian yang tak pernah terlupakan untuknya bersama istrinya.
...i’m sad, i’m hurt, i’m not okay...
...-mita...
__ADS_1