Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
PENDERITAAN 1


__ADS_3

Selamat membaca:) semoga suka!


    Pagi harinya mita terburu-buru berlari ke arah kelasnya dirinya sudah sangat terlambat hari ini karena angkot yang di naikinya mogok di tengah jalan yang sepih mengharuskan dirinya mencari ojek untuk cepat-cepat sampai disekolah namun sialnya bell telah berbunyi dan seluruh siswa telah berada di dalam kelasnya masing-masing.


    Pintu terbuka dengan cepat membuat seluruh orang di dalamnya merasa kaget namun melihat seseorang yang berantakan dan berseragam yang membukanya mereka semua menarik nafas dan lega.


    “sel.am..at pa..gi se..mua”ucap mita terputus-putus karena nafasnya tidak beraturan.


    “buset mit gue kira lo pak yanto”ucap agus mengusap dadanya kaget.


    “ada apa gerangan lo terlambat?”alia sambil menatap mita yang berjalan pontang panting dan berkeringat.


    “angkot..hu...itu..mogok”ucap mita duduk dan raden memberikan kipas elektrik miliknya dan alia memberikannya tisu dan sisir.


    “terimakasih”ucap mita menerima semuanya dan menyalakan kipas angin itu dan mengelap keringatnya dan mengingkat kembali rambutnya hingga rapih.


    “ini makan”ucap miko memberikan permen rasa mint untuk mita dan diterima oleh mita.


    “ini paling penting”ucap agus memberikan aqua gelas yang dibelinya tadi.


    Mita meminum air yang diberikan oleh agus menenangkan dirinya yang lelah lalu memakan permen mint dari miko.


    Tiba-tiba pintu terbuka kemunculan pak yanto membuat raden dan lainnya menghelah nafas tiba saatnya mereka akan di eksekusi.


    “selamat pagi anak-anak”ucap pak yanto memberi salam.


    “selamat pagi pak”ucap seluruh siswa bersama-sama.


    “seperti yang kalian semua ketehui kemarin seperti yang bapak sudah sampaikan bahwa mita dan kawan-kawan akan menjalani hukuman dan karena itu bapak ingin sampaikan sebentar saat jam istirahat kalian harus keruang bk membawa surat dan menjalani hukuman, yaitu masuk ke tiap kelas 10 ipa dan ips dan mengakui kesalahan kalian”ucap pak yanto membuat mereka melotot mendengar hal itu.


    “pak yang lain aja lah menjelaskan kek pak pakai bahas inggris”ucap alia tidak setuju.


    “mau taruh di mana muka gue aisss”cerocos ucok tidak setuju.


    “demi alek nggak papa dah iklas gue”ucap miko dengan muka pasrahnya.


    “bagi yang merasa dirinya membuat masalah segera temui saya nanti!”ucap pak yanto final dan meninggalkan ruangan.


    Melihat kepergian pak yanto membuat mereka menarik nafas gusar dan legah secara bersamaan.


    “kalian udah siap?”tanya miko pada mereka.


    “siaplah”ucap raden tegas disetujui juga oleh alia dan lainnya namun mita tidak menjawab pertayaan dari miko.


    “lo mit?gimana?”tanya miko pada mita.


    “siap tapi”ucap mita memberikan sedikit jeda.


    “apa?”koar mereka bersamaan dan menatap mita secara bersamaan.


    “aku masih punya rasa malu”tanya mita polos.


    Tepat sasaran, mereka mengaruk kepala yang tidak gatal mendengar lontaran yang di ucapkan mita pada mereka.


    “gue malu dan malu banget!”ucap agus stres dan tertunduk lemas melipat tangannya dan menaruh wajahnya di antara lipatan tangannya. 


    Mereka saling melirik satu sama lain kerena merasa tertekan.


    tatapan mereka semua bertubrukan dan menambah rasa ingin menghilang saja dari bumi, dan kemudian mereka semua mengahlikan tatapan ke depan untuk fokus pada pembelajaraan pertama. tidak berselang lama pak samsul masuk untuk mengajarkan materi hari ini seperti janjinya pada minggu kemarin untuk memberikan materi pratek renang dan akan di laksanakan ujian praktek.

__ADS_1


    “selamat pagi anak-anak”ucap pak samsul menyapa seluruh siswa untuk memulai pembelajaraan.


    “selamat pagi pak”ucap seluruh siswa berdiri dan bersamaan.


    “baiklah seperti janji bapak kita akan membahas materi renang sebelum kita melakukan ujian praktek renang”ucap pak samsul  mengulang kembali penyampaiannya.


    “baik pak” ucap seluruh siswa.


    “lo tau renang nggak?”tanya raden pada mita yang sedang membuka bukunya.


    “hmm lumayan kok dulu ayah sering ajak aku dan bunda untuk pergi liburan dan berenang”ucap mita menatap raden yang berada disampingnya.


    Raden yang mendengar itu hanya mengangguk tanda diri paham dan kemudian tidak bertanya lagi pada mita.


    “baiklah anak-anak pembelajaraan kita sampai sini saja bapak harap kalian dapat mempersiapkan diri untuk ujian prakteknya dan untuk siswa putri atau perempuan akan di nilai oleh salah satu guru yang akan bapak panggil untuk menilai kalian sedangkan putra atau laki-lakinya bapak yang akan menilainya, apa ada yang yang ingin bertanya?”ucap pak samsul mengakhiri kelas pagi ini.


    Tidak ada sahutan dari para siswa pak  mengakhiri pembelajaraan dan meninggalkan kelas.


    “huh mana gue kagak jago lagi”ucap ucok mengeluh dirinya tidak pandai dalam berenang seperti ikan.


    “gue tau lo harus belajar sama siapa!”ucap miko memberi saran pada ucok, sedangkan yang bersangkutan cepat-cepat menghampiri miko.


    “serius lo!”ucap ucok memukul meja heboh namun tidak membuat kegaduhan kerena hal seperti sudahlah biasa bagi mereka.


    “gue gitu loh nggak mungkin nggak ada ide”ucap miko membanggakan dirinya.


    “tapi ngab gue tau lo bisa salah satu gaya di dalam renang”ucap alia menaik turunkan alisnya.


Ucok melihat ke arah alia yang seperti menggodanya. “ah lo mah biasa aja”ucap ucok malu-malu kucing mendengar ucapan dari alia.


    “serius gue”ucap alia meyakinkan ucok bahwa dirinnya memang bisa salah satu gaya dalam renang.


    “iya gue akui cuman lo yang bisa”ucapan alia membuat ucok tambah besar kepala “gaya batu”sambung alia membuat mereka semua tertawa.


    “bab aish pengen bicara kasar gue, udah di terbangkan tinggi-tinggi ehh malah jatuh”ucap ucok kesal dan kembali ke tempat duduknya.


    Melihat ucok kembali ke tempat duduknya membuat miko menghentikan langkah ucok. “woy gue belum selesai njir”ucap miko menepuk dahinya.


    “emang lo mau gue di ajar siapa sih!”ucap ucok penasaran dirinya tidak ingin berharap banyak nantinya di kerjain kayak alia lagi.


    Miko hanya tersenyum penuh arti menjawab ucapan ucok, ucok yang melihat itu berdegik ngeri.


    “gue lurus yah”ucap ucok menunjukkan kepalan tangannya pada miko dan membuat miko dan agus tertawa.


    “ngapain lo ikut ketawa”ucap ucok melirik ke arah agus.


    “gue kalau belok mikir-mikir juga kali dih”ucap miko tertawa lepas dan melirik ke arah agus seakan mereka sedang berbicara.


    “ada deh”ucap agus melihat ke arah miko dengan seyum penuh arti.


    “ohh gue tau nihh!”ucap alia menemukan jawaban atas semuanya.


    “kalian jangan ngadi-ngadi yah!gue timpuk lo semua”ancam ucok kesal melihat tatapan yang membuat perasaannya tidak enak.


    “kekejaman di mulai”batin ucok meringgis melihat raden dan mita mendapat bisikan dari alia.


    “shit! Gue merasa terkucilkan awas yah lo pada minta tolong sama gue!”ucap ucok kembali ke tempat duduknya dan menunggu guru yang akan masuk lagi.


    Melihat ucok merasa kesal membuat mereka menggelengkan kepala tidak habis pikir, bu mentari berjalan masuk sambil membawa beberapa buku tulis yang telah dinilainya.

__ADS_1


    “selamat siang anak-anak”ucap bu mentari masuk dan berdiri mengarah ke mereka semua.


    “selamat pagi bu”ucap mereka semua


    “ ibu  minta tolong sekretaris bagikan buku tulis ini dan ketua kelas tolong ambil buku cetak di meja ibu”ucap bu mentari dan di ikuti pergerakan dari amelia dan viko yang bergegas melakukannya.


    “mit lo udah belum pr sejarah?”tanya raden dan minta menganggukkan kepalanya memberi jawaban.


    Raden yang paham membalikkan kepalanya ke depan dan menerima buku tulisnya yang diberikan oleh amelia. Namun ketika amelia memberikan buku ke mita dengan segaja menjatuhkan bukunya dan membuat mita memunggutnya.


    “maaf yah mita gue nggak segaja”ucap amelia memohon dan memasang wajah sedih.


    Mendengar keributan bu mentari bertanya apa yang terjadi dan amelia berkata dirinya tidak segaja menjatuhkan buku milik mita dan dirinya takut mita marah padanya namun sayangnya mita sama sekali belum memberikan respon.


    “mita maafin amelia dia tidak segaja nak”bela bu mentari raden yang melihat itu mengerutkan dahinya tanda tidak paham dan ingin menjawab ucapan bu mentari.


    “maaf nama kamu siapa?”ucap mita terseyum membuat amelia membatu dan malu membuat raden membuang muka dan menahan tawanya dirinya merasa tidak perlu membantu mita.


    Tidak mendapatkan respon mita kembali berbicara “maaf soalnya aku cuman kenal beberapa orang di kelas ini yang lainnya kadang namanya lupa”ucap mita menjelaskan maksud perkataanya itu namun hal itu tidak membuat harga diri dan rasa malu amelia hilang.


    Amelia berlalu begitu saja dan dengan cepat menyelesaikan tugas membagi buku dan duduk di tempat duduknya dan bu mentari kembali melihat materi yang akan di bahas dan dilanjutkan.


    “baiklah buku sudah datang,tolong kalau kalian sudah mendapat bukunya buka bab 4”ucap bu mentari memberikan intruksi dan pembelajaran dimulai.


    Waktu sudah menunjukan pukul 09.50 bu mentari mengakhiri materinya dan meminta mereka mengerjakan soal halaman 120 terdapat 5 soal yang akan dikumpulkan hingga jam 10.30 wita.


    “baik bu”ucap seluruh murid mulai mengejarkan soalnya.


    Seluruh murid nampak sibuk mengerjakannya ada juga yang memilih berkelompok, berdua dan sendiri.


    “mit lo nomor dua apa?”tanya alia pada mita.


“panjang banget alia ini baru setengahnya coba kamu tanya agus mungkin dia sudah”ucap memberitahu karena faktanya ucok adalah murid ketiga yang pintar di kelas ini dan apakah bertahan kita bisa lihat pada penaikan semester.


    “okee”ucap alia dan berjalan ke arah ucok.


“bagi jawaban dong”ucap alia ketika tepat berada di samping ucok melihat siapa yang berbicara padanya ucok ogah-ogahan menatap dan menjawab dirinya masih merasa kesal kepada temannya ini.


“giliran ini aja lo pada minta jawaban gue”ucap ucok kesal mentap ke arah miko,agus dan alia yang di tatapnya hanya tersenyum tanpa dosa.


“nih cepet gue juga mau kerjain soalnya”ucap ucok kesal namun tetap memberikan jawabannya dan ini bukan hanya pertama kalinya bagi siswa di kelas itu.


    Dan bell pun berbunyi dan seluruh siswa mengumpulkan pekerjaannya bersama pr yang telah di berikan minggu lalu.


    “terima kasih atas kerja samanya sampai jumpa di lain pertemuan”ucap bu mentari berjalan meninggalkan kelas.


    “legah”ucap miko teriak keras membuat mereka kaget bukan main.


“bukan hutan!” teriak salah satu anak perempuan yang sedang berdandan namun miko tidak memperdulikannya.


    “yakin lo legah”ucap alia yang berdiri di belakang kursi miko bersama yang lainnya dan memegang kertas berwarna putih.


    Seakan tersadar miko menepuk dahinya dan berkata “baru keluar dari kandang macan eh malah masuk ke kendang singa”ucap miko frustasi dan mengundang tawa dari teman-temannya karena ibu mentari tidak secerah namanya dan seindah dan sebaik matahari yang menerangi bumi dengan ikhlas.


    “yuk menjemput kematian malaikat udah nunggu depan pintu”ucap miko berdiri dengan lesuh membuat mereka berlima tertawa dan berjalan keluar dari kelas.


maaf baru up berhubung author lagi malas sambung dan ada hal lainnya semoga suka part kali ini


   

__ADS_1


__ADS_2