Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
BERTEMU


__ADS_3

PART 25


    Setelah kejadian di mall pada hari jumat kini mita sedang bersiap untuk pergi ke gereja bersama kedua orang tuanya di pagi hari ini. Mita memakai dress berwarna merah dengan perpaduan jam serta kalung yang baru di belinya. Memakai snekers putih menambah kecantikannya.


    “sayang kamu sudah siap?” tanya bunda dari luar yang sudah siap dengan aksel atau sang ayah.


    Dengan sigap mita membuka pintu kamarnya.”sudah bunda”ucap mita.


    Aksel berjalan ke depan lebih dulu dan masuk ke dalam mobil disusul oleh istrinya dan anaknya. “ayah jangan laju-laju bawa kendaraannya” ucap bunda sambil memasang sabuk pengamannya.


    “iya-iya”ucap ayah mulai mengemudikan mobil keluar dari halaman rumah sedangkan mita masih diluar untuk menutup pintu pagar.


    Setelah selesai mengunci dan memastikan pagar sudah terkunci dan aman mita, setelah melihat sang anak sudah di dalam mobil aksel menjalankan mobil meninggalkan area rumahnya.


    Setelah mereka menempu waktu 39 menit sampailah mereka di halaman gereja di kota A, mita keluar dari mobil dan menunggu kedua orang tuannya. Sambil menunggu mita terkejut dengan tepukan di bahunya yaitu raden dan agus.


    “syallom mit, selamat hari minggu”ucap raden tersenyum. 


    “syallom raden,agus”ucap mita membalas sapaan raden.


    Bertepatan itu jesika bersama aksel keluar dari mobil mereka dan dengan cepat agus dan raden menyalim tangan keduannya dan menyapannya.

__ADS_1


    “wah kalian gereja pagi rupannya”ucap aksel menepuk pundak agus yang berada didekatnya.


    “iya om selagi tuhan masih memberi kekuatan untuk bangun pagi untuk pergi ibadah, kenapa harus nanti.hehee”ucap agus dengan ciri khasnya.


    “bagus itu, jangan menomor duakan Tuhan”ucap aksel memberikan dua jempol.


    “ayo masuk jangan cerita terus disitu”ucap jesika yang sudah berjalan terlebih dahulu mengandeng mita.


    Aksel, agus dan raden dengan cepat berjalan mengikuti mita dan jesika yang berada didepan mereka.


    Ibadah pun berakhir pukul 11.23 mita sekeluarga bersama raden dan agus meninggalkan tempat ibadah dan keluar menuju parkiran namun sungguh tidak di sangka mita bertemu yordan namun kali ini bersama orang-orang yang tidak di kenalnya.


    “ halo pak yordan,selamat hari minggu”sapa mita sambil tersenyum.


    “selamat hari minggu....”ucap yordan mencoba menginggat nama mita yang selama ini di panggilnya bocah.


    “mita pak”ucap gio menginggatkan bosnya ini.


    Namun yordan tidak lagi menyebutkan nama mita karena merasa gengsi.


    “ siapa itu kak?”tanya axel melirik ke arah mita.

__ADS_1


    “siswa sma garuda tuan”ucap gio menyahuti ucapan tuan muda keduannya.


    “ ini bapak yordan kan dari perusahaan ANGKASARA GROUP? “ ucap aksel yang entah bertanya atau memastikan.


    “iya saya yordan imanuel angkasara”ucap yordan dengan suara rendah dan berwibawa.


    “ maaf pak saya tadi sempat tidak mengenali bapa, karena tampilan bapak lebih fresh dan tampak sangat muda dari biasanya”ucap aksel tersenyum namun ucapannya bagi belati menusuk tepat di jantung.


    Harap cemas, gila sih pak aksel ini bisa berani bicara seperti sama kakak tertua.


Mudah mudahan bukan gue yang kenak abis ini, nasib jadi asisten tipe kak pak yordan.


“terimakasih pujiannya, pak aksel”ucap yordan dengan tersenyum namun tersirat nada yang berarti di dalamnya.


    “wah saya permisi kalau begitu, anak saya sudah capek”ucap aksel pamit dan pergi meninggalkan gereja.


    “tadi itu siapa nak?” tanya aminah nyonya angkasara yang tadi melihat ada orang-orang yang berbicara bersama  anaknnya.


    “ bukan siapa-siapa”ucap yordan setelah itu meninggalkan area gereja.


    “siapa tadi itu nak?”tanya aminah pada anak keduannya.

__ADS_1


    “orang-orang yang berani pada kakak tertua”ucap axel meninggat kejadian tadi.


__ADS_2