
Mita membuka matanya dan mulai melihat ke segela arah mita memperhatikan dirinya yang di bantu oleh beberapa alat bahkan sekarang ia bernafas harus dibantu oleh tabung oksigen. Di dalam ruangan tersebut terlihat seorang pria tertidur dengan posisi duduk.
Mita merasa susah untuk berbicara karena alat bantuan pernafasan ini dan melepasnya dengan pelan namun saat berhasil melepaskannya mita merasa sesak seakan tak ada oksigen yang bisa ia hirup.
“ t-tol-ong” mita melambaikan tangannya ke udara berharap orang tersebut terbangun namun sia-sia orang tersebut tidak terbangun.
Mita mencoba meraih selang oksigen yang susah untuk digapainya mita terus menggeser badannya dan berhasil. Mita dengan cepat memasangnya kembali walau dengan tangan yang bergetar. “hampir saja aku mati konyol”batin mita.
Mita tidak bisa berbuat banyak saat ini dengan kondisi seperti ini, mita mulai memperhatikan satu persatu barang yang berada di dalam ruangan lalu mita menatap pria tersebut dengan penasaran. Saat mita terus memandangi pria tersebut tanpa mita sadari pria tersebut membuka matanya dan mata mereka bertemu.
Mata yang begitu indah membuat mita merasa nyaman dan aman saat menatapnya. “kenapa kamu menangis?”tanya pria tersebut heran.
Mita memegang pipinya, ia benar-benar menangis.
“apakah ada yang sakit?”tanya pria tersebut berdiri dan memakai almamater dokternya.
__ADS_1
Mita memandang sosok itu sambil menangis, pria tersebut berdiri memandang mita dengan binggung.
“apakah ada yang sakit? Pusing?masih merasakan sesak?”tanyanya mendekat ke arah mita.
Mita memegang kepalanya tiba-tiba dirinya merasakan kepalanya berdenyut sakit, mita mengangkat tangannya memberhentikan langkah dokter tersebut. Dokter tersebut menghentikan langkahnya dan diam di tempatnya. “apakah anda merasakan pusing lagi?”tanyanya berusaha mendekat dengan perlahan. Mita lagi-lagi menghentikan langkah dokter tersebut.
“saya harus memeriksa mu”ucapnya penuh ketegasan. Mita menggelengkan kepalanya rasa pusing yang ia rasakan sama saat ingatannya kembali dengan perlahan. “jangan menggelengkan kepalamu seperti itu”.
Mita tetap merasakan pusing yang teramat sakit pada setiap bagian kepalanya. Dokter tersebut maju menekan tombol darurat pada ruangan tersebut. Terdengar langkah kaki mendekat kearah ruangan tersebut. “ apa terjadi sesuatu?”ucap seorang dokter yang pertama kali membuka pintu.
“tolong gantikan saya untuk memeriksanya dan tenangkan dia, aku harus kembali memeriksa pasien yang lain” setelah itu dokter liam meninggalkan ruangan tersebut dan mita diperiksa oleh dokter dan para suster tersebut.
“nak keadaan kamu sudah membaik, tolong beristirahat saja jangan membuat dirimu merasa lelah. Jika ada sesuatu yang ingin kamu lakukan tekan saja tombol merah ini dan para suster akan segera datang”.
Setelah kepergiaan para dokter mita hanya terdiam, mita tidak melihat kedua orang tuannya apakah mereka sibuk? Ataukah tidak ada yang tau dirinya disini? Tapi itu tak mungkin. Mita menutup matanya kembali dan tertidur kembali.
__ADS_1
Saat mita terlelap tidur seseorang masuk ke dalam dengan perlahan-lahan lalu mendekati mita dengan perasaan yang campur aduk. “ sudah lama sekali bukan?” tangan dari orang itu mengelus puncak kepala mita dengan penuh kelembutan.
“bangaimana keadaanmu selama ini? Sepertinya ada orang baik yang menyayangimu dan merawat mu” orang tersebut duduk di kursi yang disediakan. “ apakah keluarga itu memiliki kakak laki-laki? Apakah sekarang adikku yang manis ini memiliki kakak laki-laki selain diriku?” ucapnya sedih.
Mita masih terlelap karena efek obat yang diberikannya tadi. “ apa mereka baik padamu? Hey kecil kau tidak merindukan kami?” ucap orang itu tertawa kecil mengingat masa lalu.
“ kau tahu kakak sangat-sangat merindukanmu, namun kakak sangat-sangat berharap kau masih hidup di tengah-tengah ketidak mustahil itu.
Semenjak kejadian itu kakak odan depresi berat selama 3 bulan lebih, mama dan papa sampai kini belum di temukan saat itu hanya tersisa sopir, dan kakak di sana para pelaku pun meninggalkan tempat kejadian” terdengar suara bergetar menahan tangis.
“ keluarga kita sempat di ambang kehancuran keluarga-keluarga luar ingin mengambil alih kerajaan bisnis mama dan papa, namun saat itu kak odan terpacu untuk bangkit agar bisa menemukanmu serta mama dan papa” sosok laki-laki tersebut menaruh kepalanya di atas kasur.
“ bangunlah dan cepatlah kembali” sosok tersebut bangun dan memandang mita sejenak. “lalu, ingatlah kami” sambungnya mencium kening mita.
“dokter wiliams?”panggil seorang suster dari arah pintu.
__ADS_1
“baik sus”ucapnya meninggalkan ruangan tersebut.