
Setelah selesai aksel kembali berjalan ke arah rumah sakit untuk menunggu pesanannya yang lain. Aksel melihat bahwa pengantar makanan tersebut sudah dekat aksel menunggunya di loby rumah sakit. Sekitar 1 menit kemudian pengantar makanan tersebut datang. Aksel membayarnya dan kembali naik ke ruangan mita.
“apa besoknya ada yang datang, bunda?”.Jesika menggelengkan kepalanya. “ bahkan setelah itu tidak seorangpun datang pada bunda dan ayah”.
“ dan satu hal yang bikin ayah penasaraan. Kasus kecelakaan pada hari itu tidak muncul di berita?, bahkan tidak ada korban kecelakaan yang datang ke rumah sakit pada hari itu bahkan sampai kamu keluar dari rumah sakit"
```
“nak? Apakah kamu menginggat kejadian pada hari itu?. Maafkan ayah meminta menginggatnya?"
```
Mita termenung samar-samar menginggat kejadian yang sudah sangat lama tersebut. Jesika melihat anak angkatnya *******-***** ujung sofa. “sudah ya! Jangan di ingat. Ayah!! Jangan tanya apapun soal itu”.
Aksel berpindah tempat duduk ke dekat mita. “maafkan ayah ya nak, kamu lupakan saja, jika memang saat itu kamu sedang berada bersama keluargamu tentu mereka sedang mencarimu”.
Mita tersenyum menatap ayah angkatnya. “ ayah, bunda” mita melihat keduanya secara bergantian.
“terimakasih karena mau merawat mita, mungkin jika saat itu bunda dan ayah tidak menemukan mita” sesaat mita menarik nafasnya menahan air mata yang akan lolos. “ mita akan hidup luntang-lantang, bisa saja hid-up di panti asuhan,atau mung-kin saat i-itu bisa saja mita mati kehabi-san darah dan mati saat i-tu juga" mita tidak kuat menahan tangisannya.
“sayang hey..hey dengarkan ayah” aksel membalik badan mita hingga menatapnya langsung.
“ tuhan selalu mengasihi hambanya, mita tidak pernah sendiri bahkan saat kamu di ambang kematian, Tuhan tidak akan meninggalkanmu. Bunda dan ayah bersyukur bisa menyelamatkan mita saat itu” aksel memeluk mita dengan erat.
Jesika memalingkan wajahnya ke arah samping tidak ingin terlihat sangat sedih di depan anaknya.
“ tuhan jika suatu saat nanti keluarga kandung mita datang dan membawa nya...” jesika tidak melanjutkan kalimat itu di dalam hatinya.
“ ayah apa mereka mencari ku?, Ataukah mereka telah tiada karena kecelakaan itu?" Aksel hanya mengelus puncak kepala mita.
" Ayah tidak tahu nak, apakah mereka masih ada ataupun tidak". Mita menundukkan kepalanya menatap jari-jari tangannya.
" Tuhan, pertemuankanlah hambamu ini dengan mereka yang melahirkan ku dan menjagaku sejak kecilnya, bahkan jika mereka tidak ingin menerima ku" mita memejamkan matanya menahan emosinya. " Tuhan ini janjiku, jika suatu saat nanti aku bukan lagi menjadi sumber kebahagiaan mereka. Aku mita, akan menukar kebahagiaan ku untuk mereka, menukar kehidupan ku untuk mereka. Maka dari itu tuhan... Pertemuan Kan lah kami, amin".
Aksel maupun jesika tidak sanggup berkata-kata, jika perkataan-perkataan yang keluar hanyalah penghibur tidak akan cukup mengobati hati yang sudah lama hancur.
" Ayo sekarang waktunya istirahat sudah malam" ucap aksel.
__ADS_1
" Baiklah, selamat malam ayah bunda" ucap Mita berdiri dan berjalan dengan tidak semangat nya.
" Tenang saja bund,mita anak yang kuat" ucap aksel memeluk istrinya dari samping.
" Semoga dia dapat menerimanya".
Mita berbaring di atas kasurnya mencari kenyamanan disana, mita mencoba mengingat apa yang ia lupakan. " Darah, gunung, aspal" mita mulai berucap satu persatu yang melintas di dalam pemikirannya. " Kado" setelah itu mita merasa sakit di seluruh kepala nya, Pusing.
" Cukup seperti nya" mita menarik selimutnya mengistirahatkan tubuhnya cukup banyak hal yang ia dapatkan hari ini.
Matahari mulai bersinar menampakkan sinarnya membangun kan perempuan yang sedang sedih bahkan saat ia memejamkan matanya.
Tokk....tokk
" Nakk bangun, kamu sehat kan? Kalau tidak bunda izinkan kamu" mita menggeliat bangun dari tidurnya, melihat ke arah jam yang berada di dinding kamarnya pukul 06:15.
" Sayang? Kamu sudah bangun?" Panggil jesika dari luar.
" Sudah bund"ucap mita bangkit dari tidurnya dan duduk. " Huh" mita membuang nafasnya kasar.
Mita duduk dan berdoa. Setelah itu mengambil air di dalam botol minumnya dan mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Kamar mandi kecil yang berada di kamarnya hanya berisikan shower dan ember kecil di dalamnya, bisa dibilang kamar mandi hanya untuk mandi.
" Segarnya" mita keluar sambil mengeringkan rambut nya menggunakan handuk. Mita mengambil pakaian seragam sekolahnya dan menggantinya di ruang penghalang yang berada di kamarnya.
Tokk...tokkk
" Nak sudah siap?" Tanya bunda.
" Sudah bund, bunda dan ayah tunggu sebentar".
Mita mengambil tasnya mengambil kaos kaki yang sudah di cuci tidak lupa memakai bedak dan pelembab bibir agar wajah sebamnya sehabis menangis tidak terlihat jelas. " Cukup" ucap mita didepan cermin.
" Selamat pagi bunda, ayah" ucap mita berjalan ke arah meja makan.
" Wahh cantik sekali anak bunda, kayak bunda" ucap jesika.
" Anak ayah juga loh!" Ucap aksel tidak kalah.
__ADS_1
Mita tertawa mendengar ucapan Keduanya. " Sudah-sudah, mita cantik karena memang dari sana nya" ucap mita percaya diri.
" Anak bunda nih" aksel menujuk mita lalu istrinya.
" Katanya anak ayah juga?" Ucap jesika mengingatkan ucapan aksel tadi.
" Ishh jadi tidak ada yang mengakui mita nih?" Mita pura-pura meraju.
" awas bibirnya jatuh" ucap aksel.
Mita memasang wajah datar. " Ayah bercanda tapi wajahnya datar" ucap mita heran.
" Sejak kapan ayahmu ini bisa bercanda?" Ucap jesika.
Mita tertawa. " Hey-hey kalau membicarakan orang tuh Jangan ada orangnya" ucap aksel.
" Itu namanya membicarakan orang dari belakang!" Balas jesika penuh semangat.
" Kalau yang ini membicarakan orang dari depan!" Sambung mita.
" Nahh kalau yang ini nih, sikapnya anaknya bunda" ucap jesika bangga.
" Bunda dan ayah terlalu plin-plan" mita mengambil roti dan mengoleskan selai di atasnya tidak ingin lagi banyak berbicara.
" Makan bang" sahut ayah mempersilahkan makan.
" Hehehe lupa, ayo makan bunda ayah" ucap mita lupa mempersilahkan kedua orang tuanya untuk ikut makan bersama.
follow akun Instagram author...
officialauthor_
silakan menikmati karya author yang lainnya......sampai jumpa di part selanjutnya......
***akankah mita berhasil bertemu dengan kedua orangtuanya?? akankah cerita ini tamat dengan bahagia? anything can happen
author 🤍🥀***
__ADS_1