
Mita sangat bosan hanya menonton televisi yang terus terputar. " Haaa, orang-orang pada kemanasih, rasanya hari berjalan lambat" ucap mita melihat jam dinding.
Mita menarik dan mengembuskan nafas mita meraih remote tv lalu mencari siaran kartun untuk di tonton nya namun tak ada satupun siaran kartun yang di tayangkan. " Seandainya penyakit ini tidak kumat!" Mita mendesah kecewa.
" Sampai kapan aku harus menunggu! Bisa mati kebosanan yang ada!"ucap mita frustasi dan sangat bosan. Mita melihat ke arah pintu ruangan milik nya berharap ada seseorang yang masuk dan mengajak nya bicara.
"Berharap itu perlu logika juga mit, pasti mereka masih sekolah, bunda juga masih di acara, ayah masih kerja, mba ria sama dokter pasti juga kerja, kak yordan? Ah jangan ditanya kalau soal kerja" mita memejamkan matanya.
Duar...durrr..durr
Mita membuka mata nya kaget mendengar suara gemuruh guntur. " Hey! Guntur kau membuat ku kaget!! Bangaimana kalau jantungku tadi berhenti berdetak" marah mita sambil melihat ke arah jendela besar yang berada didalam ruangannya.
Capek memarahi langit mita menutup matanya. "Seandainya ada yang datang terus bilang -- nih bakso" ucap mita
" Nih bakso". Mita membuka matanya mendengar suara lain yang berbicara padanya.
" Ya ampun!" Mita memegang dadanya kaget melihat Raden berdiri di samping nya dengan bungkus makanan.
" Kaget ya?" Ucap Raden bersalah pada mita.
Mita menatap Raden dengan pandangan ingin mencekik. " Maaf ya mit, nggak sengaja" ucap Raden.
" Mana bakso nya?" Tanya mita melihat ke arah bungkusan yang dibawa raden.
" Tunggu aku ambil mangkuk dulu" Raden mengambil mangkuk yang ada dibawa lemari dan menuang seluruh bakso itu pada mangkuk tidak lupa menaruh sambal rica, jeruk nipis dan kecap sedikit lalu memberikannya pada mita.
" Makasih den, tau saja mita lagi pengen bakso" mita meletakkan bakso tersebut pada meja khusus.
"kan kamu sendiri bilang kemarin sama aku, kalau kamu mau banget makan bakso" raden meletakkan barang bawaannya di sofa " Aku cuci tangan dan ganti baju dulu di kamar mandi" pamit Raden dan masuk ke kamar mandi.
" Ah kenyang".
" Loh sudah habis?" Tanya Raden heran padahal dirinya tidak begitu lama masuk ke dalam kamar mandi.
" kamu aja lama didalam kamar mandi, hmm sekitar 20 menit" ucap mita.
" Serius?" Ucap Raden kaget.
" Memangnya kamu mandi?" Tanya mita.
" Iya, soal nya gerah. Memang nya kamu tidak mendengar gemericik air?".
" Tidak, soalnya fokus makan" ucap mita mengangkat mangkuk yang sudah kosong.
" Masih lapar? Aku pesankan makanan lain mau?". Mita menggelengkan kepala.
__ADS_1
Kemudian Raden duduk di sofa yang ada sambil memainkan handphone miliknya. Mita memperhatikan Raden dari atas kasur yang sibuk dengan handphone milik nya.
" Mau aku berdiri didepan kamu biar jelas kelihatan?" Ucap Raden.
" Memangnya sekarang tidak kelihatan?" Tanya mita heran.
" Sabar den, kau tau kan mita itu bukan kayak cewek biasanya kalau di gombal baper"ucap Raden pada dirinya sendiri.
" Soalnya alis kamu mengkerut".
Mita menggelengkan kepalanya. " Alis aku mengkerut karena lagi berpikir Raden".
"Memangnya lagi mikirin apa? Sampai alisnya mengkerut begitu?".
"Kenapa Raden bisa sangat ganteng" ucap mita enteng tanpa tahu menahu perasaan Raden saat ini.
" Anjir ini yang sudah pro gombal dia atau aku sih!"ucap Raden pada dirinya sendiri.
Raden berusaha tenang menjawab ucapan mita. " Memangnya selama ini gimana?".
" Ganteng kok cuman menurut mita kalau makin di perhatikan Raden makin ganteng".
Ingin rasanya Raden mencubit gemas sikap mita yang blak-blakan soal dirinya!. " Astaga dragon! Rasanya pengen argggh! Buset nge-fly nih badan yang ada" ucap raden pada dirinya sendiri.
Mita menatap Raden yang tersenyum padanya namun seperti sedang berpikir. " Yang ajarin mita bicara seperti itu siapa?" Tanya Raden.
" Kok Raden ngotot begitu? Kan Raden memang ganteng!".
" gemas, pengen sah" Ucap Raden.
Raden tidak membalas ucapan mita lagi namun hanya tersenyum lalu memberikan roti yang dibeli nya untuk mita."terimakasih"ucap mita lalu memakannya.
Raden hanya memperhatikan mita yang begitu lahap memakan makanannya. " Tante sama om belum datang?" Tanya Raden.
" Swpertwnya wbuwda datangnya sebweter lwgi".
"Kunyah dulu baru bicara. Raden memberikan air minum untuk mita lalu mita meminumnya hingga habis. " Lega".
"Jadi tante sama om?" ulang raden.
" Seperti nya bunda tidak lama lagi akan datang, kalau ayah masih kerja".
Raden melihat ke arah jam nya memang masih jam kerja. " Raden sendiri? Yang lain kemana?" Tanya mita heran.
" Ah anu m-mereka ada kesibukan" ucap Raden canggung.
__ADS_1
"Serius?" Raden mengangguk.
Di lain tempat
"Kampret sial! Dasar Raden" umpat Alia.
" Berhenti marah-marah itu ban nggak bakal kembali seperti semula" ucap dini lelah menunggu tukang bengkel.
" Udah lah kita tunggu aja mas bengkelnya, terus kita kerumah sakit naik taksi online" ucap ola yang duduk di pinggir jalan.
" Kok bisa kalian tidak sadar si ikan sarden kempesin ban mobil kita".
" Kirain tadi dia datang nyapa dan tanya-tanya emang murni eh rupanya ada niat terselubung" ucap ola.
...UCOK is calling.......
Woy!.
Apasih! Salam kek dulu ini malah woy!.
Sensi amat neng.
Buruan kenapa?.
Kalian dimana? Jemput kami dong.
bukannya tadi kalian berangkat bareng naik mobil nya raden? kok minta jemput
Tadi emang bareng naik mobilnya, tapi yang punya mobil malah balik diluan
Lah terus??!
Nyate dong! Kita pada lupa tadi berangkat nya cuman 1 mobil. Jemput ya,yaa,yaaa.
Mana bisa jemput cok! Raden kempesin ban mobil kita ini lagi nunggu orang bengkel.
Wah si Raden kok kampret ya!
Kalian pulang aja langsung, jangan ganggu.
"Ada apa?" Tanya ola penasaran.
" Seperti nya korban Raden hari ini bukan cuman kita" ucap Alia tertawa.
Ola tersenyum menggelengkan kepalanya. " Bucin, bucin" ucap dini tidak habis pikir.
__ADS_1
" Kali ini saja ada pengecualian" ucap Alia tersenyum.