
selamat membaca:)
Mita berjalan kaki menelusuri lorong rumahnya teriknya matahari tidak membuat mita mengeluh kepanasan namun terus berjalan maju sambil sesekali mita melirik kanan dan kiri rumahnya melihat berbagai macam model dan warna rumah. Setibanya di depan pagar mita buru-buru masuk dan memberi salam pada sang bunda.
“selamat siang bunda”ucap mita menyalim tangan bundanya.
“siang, jangan lupa bersih-bersih badan”pinta sang bunda pada mita.
Mita bergegas meninggalkan sang bunda yang berada di ruang tv lalu berjalan menuju kamar miliknya, mita mulai melepaskan pakaiannya dan menuju kamar mandi yang tidak besar berada di dalam kamar miliknya setelah cukup lama mita membersihkan diri kemudian ia keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian santai miliknya.
“bunda masak apa hari ini?”tanya mita menuju ke arah bundanya.
jesika melihat ke arah sang anak yang sudah tampak wangi dan bersih. “bunda masak ayam kecap,sayur kangkung, tahu tepung” ucap bunda memberitahu menu masakkan pada siang ini.
“enaknya”ucap mita membayangkan semua makanan itu membuatnya sangat lapar. “yuk bunda makan”ucap mita mengajak sang bunda untuk ikut makan bersamanya.
Mita dan sang bunda menikmati waktu berdua dimeja makanan mita juga menceritakan bangaimana aktivitas yang ia lakukan hari ini mita juga menceritakan bahwa dirinya bersama yang lainnya mendapatkan surat peringatan hal itu membuat ..... merasa kagum dengan sang anak.
__ADS_1
“kamu buat apa?”tanya bunda sambil tersenyum pada mita.
“nah bundaku sayang akupun tak tahu”ucap mita heran mengapa dirinya mendapatkan surat peringatan.
“ihh masak tidak tau sih! Bikin bunda greget sama kamu”ucap bunda penasaran.
“tadikan pak yanto masuk mengajar terus agus bikin bapak kesal eh malah ucok sama raden ikut buat bapak kesal, tadi nya miko tidak bakal di hukum bunda tapi dianya bikin pak yanto kesal terus bapak marah deh kayak gini bunda”ucap mita menjelaskan pada sang bunda.
“terus kenapa kalian bisa dihukum kalau cuman begitu?”tanya bunda makin penasaran.
“terus mita ikut menjawab dan pak yanto tanya kok mita ikut-ikutan yah mita jawab kan kami teman pak”ucap mita merubah-ubah ekspresi wajahnya.
jesika menepuk dahi nya mendengar jawaban sang anak. “ terus mita bilang lagi bapak punya teman kan nah sebagai teman harus susah senang bersama terus bunda pak yanto teriak marah terus yah kayak sekarang ini bund”ucap mita sambil meletakkan amplop yang berisi surat peringatan tadi.
“pantaslah anakku sayang kamu kok berani sekali jawab ucapan guru heran bunda”ucap bunda sambil menepuk dahinya melihat tingkah sang putri satu-satunya.
__ADS_1
Mita hanya tersenyum malu melihat ekspresi sang bunda yang menatapnya.”bunda jangan lupa tanda tangan yah”ucap mita menghabiskan makanannya.
Setelah makan mita memberikan surat yang akan di tandatangani sang bunda namun mita satu hal yang membuat mita binggung yaitu bangaimana cara menggunakan handphone baru miliknya. “bunda tau tidak ambil gambar pakai handphone ini?”ucap mita menunjukkan handphone yang berada dalam genggaman tangannya.
“ayah pasti tau bunda tidak tau kalau soal itu”ucap bunda selesai mendatangani surat itu.
Mita memiringkan kepalanya sedikit dan meletakkan jari telunjuknya di dagu sambil berpikir. “jadi bunda mita harus apa?”tanya mita binggung.
“telfon teman kamu saja minta dia untuk ajar kamu”saran bunda pada mita namun sayang mita tidak menyimpan nomor teman-temannya hanya satu nomor yang ia punya yaitu putra
Mita mencoba menghubungi putra namun tidak angkat mita mencoba lagi namun tetap saja panggilan itu tidak dijawab bunda yang melihat itu meminta mita untuk mendekat dan berbisik.
“ide bunda paling keren”ucap mita mengacungi jempolnya.
“bunda gituloh”ucap bunda tertawa bersama mita.
Setelah itu mita berpamitan untuk istirahat karena dirinya lelah dan capek bunda yang mendengarnya mengiyakan permintaan sang anak dan mita pun berjalan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
__ADS_1