
part kali ini tentang kisah yordan yah teman-temannya..
.
.
.
.
.
.
.
.
Seorang pria yang tampak membolak-balikkan kertas yang ada ditangannya sambil membaca nya dan menulis sesuatu di atasnya.
"Tuan apakah anda tidak ingin pulang?"tanya zian masuk dan bertanya pada yordan.
Iya dialah Yordan imanuel angkasara anak sulung dari pasangan Volkan raden angkasara dan Aminah Wiranata.
"Apakah kau ada masalah dengan itu zian? Urusan perusahaan sangat banyak dan besok aku harus bertemu dengan klien dari Singapura". Zian menggelengkan kepalanya dan keluar dari ruangan yordan.
"Ah dasar bos gila kerja". Zian terpaksa kembali ke dalam ruangan nya mengerjakan tugas berkasnya sendiri.
Yordan berdiri dan merenggangkan badannya akibat terlalu lama duduk di kursi kebanggaan nya itu. " Lelah juga"ucapnya kembali duduk dan menyandarkan dirinya.
Berpikir untuk pulang dan menyelesaikannya besok pagi dan menghubungi zian melalui telfon di dalam ruangannya. "Siapkan mobil"selesai mengatakan nya yordan mematikan nya dan mengambil jas milik nya.
Memastikan seluruh data perusahaan aman yordan berjalan menuju keluar ruangan, dan menutup serta menguncinya dengan alat khusus yang hanya dirinya yang memegang nya.
__ADS_1
Zian yang sudah menunggu ke datangan tuan mudanya dengan berdiri di samping pintu mobil. "Silakan tuan" yordan masuk dan zian ikut masuk ke dalam mobil.
Sepanjang perjalanan yordan memilih mengistirahatkan badannya."zian bisakah jangan formal padaku saat kita berdua!" Zian hanya terkekeh mendengar ucapan tuan mudanya yang sudah kesal padanya.
"Baiklah yordan, bisakah jangan kau pasang muka kusut seperti itu, jika begitu tuan dan nyonya mengira aku tidak mematuhi mu"ucap zian melihat ke arah yordan.
"Banyak bicara"ucap yordan ingin mengakhiri pembicaraan.
"Yang banyak bicara itu Xian"ucap zian mengingat saudara nya yang bertugas jauh dan akan kembali sewaktu-waktu jika terjadi sesuatu.
"Hais adik kakak sama saja"yordan merenggut kesal dan memejamkan matanya karena kelelahan.
Sepanjang perjalanan zian lebih memilih bercerita bersama sopir pribadi yordan yaitu Asep yang hanya berbeda 1 tahun dari umurnya bisa dibilang asep lebih tua darinya.
"Bang nggak capek apa kerja sama bos gila kerja seperti yordan?". Asep hanya tertawa mendengarnya, dirinya tau betapa beratnya menjadi asisten pribadi tuan mudanya bahkan merangkap jadi sekretaris perusahaan.
"Tidak sih soalnya pekerjaan nya cuman antara- jemput" zian mendengus mendengar ucapan asep yang lebih ringan dari nya.
"Hey bang! Nggak mau mati muda aku yah" ucapan zian membuyarkan lamunannya.
"Hehehehe" zian menepuk dahinya sambil tertawa cekikikan dasar bang Asep.
Hari makin malam mobil yordan memasuki halaman rumah kediaman utama keluarganya. Yah benar sekali mereka bersaudara memilih untuk tinggal bersama kedua orangtuanya. "Tuan kita sudah sampai" zian menggoyang badan yordan agar bangun.
Yordan membuka matanya dan menguap merasa tidurnya terganggu. "Hey bocah sudah ku katakan berapa kali he!"yordan mendengus dingin dan keluar dari dalam mobil untuk cepat-cepat beristirahat.
"Yordan kamu ini dari mana! Tiara sudah menunggu mu dari tadi" yordan berhenti mendengar ucapan mama nya. Dan melihat perempuan duduk di sampingnya dengan mata sayup yang mengantuk.
"Aku tidak menyuruh nya datang, jadi itu salah nya!" Yordan malas untuk beradu argument saat ini dirinya sangat lelah butuh istirahat.
"Tante tidak apa, tiara pulang saja. Yordan sangat lelah kelihatannya."tiara mengambil tas miliknya di atas sofa.
Nia merasa bersalah menahan tiara untuk menunggu anak sulungnya itu. "Maafkan tante ya nak, sebagai permintaan maafnya tante kamu tidur di kamar tamu saja dulu. Besok pagi Tante minta yordan antar kamu pulng" Tiara hanya mengangguk saja dan mengikuti Nia menunjukkan kamar untuknya.
__ADS_1
"Tiara tante balik ke kamar dulu yah". Nia meninggalkan tiara dan Kembali ke kamar miliknya.
"Huh dasar anak ini yah, sungguh tidak berperasaan" nia tidak habis pikir dengan tindakan anak pertama nya itu.
*****
Yordan sudah bangun dari tidurnya dan bersiap untuk berangkat berkerja hari ini banyak yang harus dia kerjakan. 15 menit berlalu yordan sudah siap dengan pakaian nya dan keluar dari kamar untuk sarapan pagi bersama keluarganya.
"Cepat lah kak lama banget sih" ucap Wiliam melihat yordan berjalan ke arah mereka.
"Berisik! Kau mau ku kirim menemui axel?" Wiliam merinding dengan ucapan kakak tertua nya.
"He! Dasar diktator" Abraham tertawa mendengar ucapan anak ketiga nya.
"Yordan kan anak papa, sudah seharusnya pegang kendali" wilim melotot mendengar jawaban papanya.
"Jadi maksud papa aku bukan anak papa begitu!" Abraham seperti sedang berpikir.
"Ish ma liat papa!"wiliam mengadu pada nia yang baru dari dapur bersama tiara.
"Sudah-sudah ayo makan". Semua duduk dengan khidmat makan dengan tenang nya. Setelah yordan menghabiskan makanannya dia berdiri dan ingin pamit.
"Ma yordan berangkat dulu, mau ada ketemu dengan klien penting". Ucap yordan menyalim tangan mama dan papanya.
"Kamu sekalian antar tiara ya nak? Kemarin kan kamu tidak mengobrol dengan Tiara"ucap nia.
"Maaf ma yordan buru-buru"ucap yordan pergi meninggalkan ruang makan.
"Sudah ma, yordan akan menemui klien nanti tiara di antara yang lain saja" ucap Abraham mengerti dengan tindakan yordan.
***jangan lupa like dan share ke teman-teman, keluarga, dan doi kalian untuk membaca cerita ini. author bakal up setiap hari senin, kamis dan minggu yah.....
salam hangat dari author 🎉🖐️***
__ADS_1