Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
SAKIT & PERHATIAN


__ADS_3

Yordan menatap kearah jendela besar yang menampilkan hiru pikuk kota A.


"Masuk"ucap yordan mendengar ketukan pintu.


"Maaf tuan, hari ini anda ada rapat donatur di sma garuda"ucap gio sekretaris dan asisten pribadi yordan.


"Hm"


"Permisi tuan saya persiapkan mobil"ucap gio undur diri.


Yordan masih saja menatap kearah jendela sambil memegang Coca-Cola minuman favorit nya.


"Bisa saja"ucap yordan berbisik.


"Mobil nya sudah siap"ucap gio dari pintu ruangan yordan.


Yordan meletakkan minuman nya dan mengambil jas nya dan berjalan keluar ruangan.


"Bisa-bisa mati berdiri gue sangking tegangnya"batin gio berjalan dibelakang yordan yang begitu kaku dan tambah dingin semenjak kemarin.


"Silakan tuan"ucap gio membukakan pintu.


Dan mobil meninggalkan halaman perusahaan.


"Ahh sial kenapa gue harus mikirin perempuan galak itu! perasaan hangat apa ini! Seorang yordan bisa kayak gini?apa kata mama dan papa!"batin yordan frustasi dan binggung.


"Apa tuan baik-baik saja?"tanya gio yang memperhatikan yordan mengerutkan alisnya beberapa kali dengan cepat.


"......".tidak ada jawaban dari yordan.


"Gue bukan manusia makanya kagak dijawab, pengen gue timpuk entar gaji gue bisa habis semua nya"batin gio ikutan frustasi.


"Sudah sampai tuan"ucap sopir menyandarkan lamunan gio dan yordan


"Harus banget?"ucap yordan spontan memberikan kesan polos dengan pertanyaan nya.


"Ehh"ucapan itu lolos dari kedua mulut sopir dan gio.


Yordan menyadari ucapan nya dengan santai walau malu membuka pintu mobil dan berjalan meninggalkan gio yang masih bengong.


"Pak saya tidak gila kan?"tanya gio konyol.


"Kayaknya bapak hari ini salah makan"ucap sopir yang tak lain pak udin.


"Saya susul dulu pak bisa-bisa saya gila betul pak"ucap gio turun dan menyusul yordan namun ia kalah cepat dengan yordan yang hilang ditelan bumi.


"Mampus tuan yordan yang dingin dimana?"gumam gio pusing.


Keren banget.


Ganteng banget.


Tapi itu bukan nya salah satu donatur yah//eh itu juga ceo dari perusahaan vosion.


Nah iya gue ingat//gilaa ganteng banget yang aslinya.


Gio menghampiri kerumunan yang sedang bergosip bahkan membawa nama perusahaan.


"Laki-laki yang kalian maksud pakai jas hitam dengan dasi merah?"tanya gio penasaran.


"Iya pak"ucap salah siswa.


"Pak?gue setua itu!?stop gio ada lo harus temukan Presdir sekarang"batin gio kesal dan panik.


"Kemana orangnya?"ucap gio tidak sabaran.


"Ke uks"ucap salah siswa dan dengan cepat gio berlari ke arah uks.


Brakkkk


Pintu terbuka dengan kencang dan tampak sebuah kaki berjalan mendekat dengan terburu-buru.


"Ngapain tuan muda yang terhormat disini?"ucap raden sinis walau dirinya kaget dengan kehadiran yordan.


Brakkkk


Tentu saja kali ini giolah yang masuk dengan terengah-engah.


"Tuan?tuan kenapa meninggalkan saya di mobil, kenapa tuan disini?"tanya gio beruntun dengan cepat.

__ADS_1


"Bernafas"titah yordan menatap gio yang lelah mencarinya.


Gio menarik nafas dan membuangnya dan melakukannya sebanyak 2 kali.


"Gue yang bakal jaga mita,tuan muda bukannya sibuk yah?atau nggak punya kerjaan?"ucap raden dingin dan sinis.


"Duh nih anak siapa coba? cari mati!!apa gue siapkan peti sekarang yah"batin gio mulai gelisah.


"Kalian ngapain?"tanya mita heran.


"Penyelemat"batin gio senang.


"Ada yang sakit?mana yang sakit?pusing?mau muntah?demam?mana yang sakit kasih tau gue!"ucap raden cepat.


"Diam lo berisik"jawab yordan kesal niat awalnya dirinya ingin bertanya malah dirinya didahului.


"Sewot amat"ucap raden sengit.


"Dia baru sadar sja sadar lo ribut dia makin sakit"ucap yordan tidak kalah sengitnya.


"Tua---"


"KELUARRR!"ucap mita kesal dan melotot kearah yordan dan raden.


"Tapi"ucap raden.


"Mengerti bahasa manusia?"ucap mita dingin membuat mereka terdiam.


"K E L U A R"ucap mita mengeja hurufnya dengan penuh tekanan.


"Seram hawanya kayak pak bos kalau marah"batin gio ngeri.


Yordan berjalan keluar di ikuti gio dan raden. tersisalah mita sendiri dalam uks dan kembali berbaring.


"Gimana keadaan mita?"tanya alia cepat melihat raden keluar.


"Udah nggak papa mita hanya perlu istirahat nanti kalau kenapa-napa gue antar balik"ucap raden.


WAKTU HABIS, PEMBELAJARAN SELANJUTNYA~~


"Lia yuk ganti baju jam olahraga sudah habis"ajak ola untuk berganti pakaian.


"Tuan sebaiknya kita ke ruang rapat"ucap gio sambil melihat waktu.


"Ayo"ucap yordan berjalan pergi.


..............


"Maaf menunggu lama"ucap yordan masuk.


"Tidak apa tuan vosion pasti ada banyak urusan"ucap salah satu donatur.


"Urusan perempuan"batin gio.


"Tanpa basa-basi kita undur saja rapat ini dan sebagainya permintaan maaf saya tuan dan nyonya semua diundang acara ulang tahun perusahaan"ucap yordan tanpa basa-basi.


"Maaf tuan apakah terjadi sesuatu hingga di undur?"tanya salah satu donatur.


"Yah saya ada urusan dan untuk pak tio saya harap memulangkan semua murid hari ini jika bapak masih masih menghargai saya"ucap yordan pamit pergi.


"Apa yang tuan sedang lakukan"ucap gio binggung sambil mengikuti yordan.


"Dia harus pulang"ucap yordan kembali ke arah uks.


"Kamu bisa pulang bersama pak Udin"ucap yordan masuk ke dalam uks.


"Hanya untuk perempuan itu?apa jangan-jangan tuan suka perempuan SMA?"batin gio bertanya-tanya.


Tanpa pikir panjang gio meninggalkan sekolah dan Kembali ke perusahaan.


Cekrek


"Wah beneran yah ceo perusahaan lagi kagak ada kerjaan nunggu perempuan SMA yang sedang sakit?"ucap raden tidak suka.


Yordan tidak menggubrisnya dan asik memandang mita yang terbaring.


"Cantik?"tanya raden.


"Iya"ucap yordan.

__ADS_1


"Suka?"tanya raden lagi.


"Bukan urusan lo bocah"ucap yordan dingin.


"Apapun yang mengenainya itu urusan saya"ucap raden yang membangunkan mita.


"Belum pergi juga?"ucap mita kesal.


"Udah jam pulang"ucap raden .


"Kok cepat?"tanya mita melihat jam di tangannya.


"Kepsek yang bilang hari ini ada permintaan khusus jadi dipulangkan"ucap raden sedikit heran.


"Ohh gitu"ucap mita memakai sepatunya dan mengambil tasnya yang dibawah oleh raden.


"Gue antar"ucap yordan menahan tangan mita dengan cepat.


"Gue yang antar"ucap raden tidak kalah.


"Stop aku naik taksi saja"ucap mita pergi.


Raden dan yordan menyusul mita ke halaman sekolah.


"Mit gue antar yah lo kan sakit"ucap raden.


"Sama gue"ucap yordan tidak kalahnya.


Mereka bertiga menjadi pusat perhatian semua orang.


"Aku pulang sendiri dan tuan yang terhormat anda pulang naik apa? seperti nya tadi ada laki-laki yang bersama anda?"tanya mita.


"Lah iya yah gue naik apa?"batin yordan.


"Nah kalau begitu mita pulang sama saya"ucap raden menarik mita ke motor nya dan sial motornya kempes.


Puftt. Tawa tertahan dari yordan membuat raden kesal.


"Nah kalau begitu aku pulang sendiri"ucap mita ingin pergi.


"TIDAK"teriak Yordan dan raden bersamaan lagi dan lagi tambah menjadi pusat perhatian.


"Lah terus aku pulang nya bangaimana?"tanya mita gemas.


"Gue antar"ucap mereka lagi kompak.


"Yah naik apa!!naik kaki?"ucap mita mendapat anggukan dari keduanya.


"Dah kalian berdua diam jangan mengikut"larang mita namun mita tidak tau keduanya orang yang keras kepala.


Sampai akhirnya mereka pulang mengunakan angkot umum dengan setelan jas bahkan penampilan yordan dan raden menjadi pusat perhatian selama perjalanan.


"Ternyata mereka bisa juga dan berani naik angkot di samping fakta mereka bukan orang sembarangan"batin mita menikmati perjalanan pulang


................


"Selamat sore bunda"ucap mita membuka pintu.


"Sore sayang"ucap bunda menyambut.


"Sore tante"ucap raden ramah.


"Sore"ucap yordan kaku namun tersenyum tipis.


"Wah ada mita pulang bawa teman yah ayuk masuk"ucap bunda jesika


"Nggak usah tante saya di teras saja tunggu jemputan"ucap yordan ramah.


"Saya juga tante di teras saja tidak enak om kayaknya masih kerja"ucap raden.


"Wah kalau begitu duduk nak rumahnya tante seadanya saja,mita bikin minum"ucap bunda


"Baik bunda"ucap mita dan menuju dapur.


"Silahkan diminum tante hanya ada ini"ucap bunda mempersilahkan keduanya minum.


Dan mita berjalan ke kamar untuk mengganti pakaiannya.


jangan lupa vote:)dukung author

__ADS_1


__ADS_2