
raden sesekali menatap mita dan jalan. mita yang merasakan bahwa Raden sesekali mencuri-curi pandang kepadanya merasa malu. " aku tidak ingin kembali ke rumah sakit!" ucap mita. Raden berbalik kearah Mita dengan dahi yang berkerut.
"ha?" Raden begitu saja spontan mengatakan nya. "hmm, bukan gitu maksud aku" Raden dengan cepat memotong ucapan mita agar dirinya tidak tercap laki-laki kurang ajar.
"yahhh kamu sih! dari tadi nggak fokus bawa mobilnya" cerca Mita.JLEB!.
"ihhh nggak ya! kamu kepedean banget! aku tuh lihat kaca spion ya!" Mita memutar matanya malas. dasar tukang ngeles. Raden melihat tatapan tidak percaya dari Mita langsung membuang wajahnya ke arah lain.
"memang nya aku bilang kalau kamu dari tadi lihat aku?" ucap Mita dengan suara kecil.
"malu!" sungguh sekarang ingin rasanya Raden membuang dirinya ke laut yang terdalam.
"den kita mau ke mana sekarang? ini kan bukan jalan pulang ke rumah aku? memangnya kita mau ke mana?" Mita melihat kearah luar jendela.
Raden tidak menjawab pertanyaan dari Mita melainkan menambah kecepatan mobil yang di bawahnya. Mita mulai merasa bosan hanya ada keheningan di antara keduanya. Ingin rasanya Mita memukul kepala Raden agar berbicara padanya! kayak TV rusak saja! harus di pukul terlebih dahulu lalu mengeluarkan suara.
"Apa!" Raden menatap Mita melotot. Mita berdecak lalu menjulurkan lidahnya kesal!. "bosan tau! kapan sampainya! lamaaa banget tauu!".
__ADS_1
" kita baru berkendara 5 menit loh Mit!"Raden menarik nafasnya dalam-dalam mengingat tingkah laku perempuan yang ada di sampingnya ini begitu ajaib dan menguras emosi.
"APA!"
jika tadi Mita menatap tajam Raden kini Raden lah yang menatap begitu tajam ke arah Mita. "ya ampun bisa-bisanya gue suka sama orang yang tingkahnya kayak lo,Mita."
"udahh cepat! buruan! aku bosan!" lalu menghempaskan badannya dengan kasar ke kursi dan menatap jalan. "syukur sayang!".
"heyy! bangun" Raden menepuk pelan pipi Mita untuk membangunkan nya.
"ayuk masuk" Raden turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Mita. " keren banget!!" Mita melebarkan matanya dan berteriak bahagia.
keduanya beranda di bukit yang tinggi memperlihatkan pemandangan matahari yang akan terbenam. " ayo masuk" Mita menoleh ke arah Raden. Mita berdecak kagum melihat bangun yang berdiri begitu indahnya.
Mita mengedarkan pandangannya ke segala arah. " kesana yuk" tunjuk Mita pada tempat yang berhadapan langsung dengan kaca yang lebar. " ayuk" Raden menggenggam tangan Mita dan menariknya pelan. Mita memandang tangannya dan tangan Raden yang bertaut. hangat.
Raden melepaskan tangan Mita lalu menarik salah satu kursi untuk Mita. setelah mita duduk barulah Raden duduk ke kursi yang ada di depan Mita. " mbak" panggil Raden mengangkat tangannya.
__ADS_1
" permisi, selamat sore. silahkan ini buku menunya bisa dilihat dahulu".
"saya pesan menu utama cafe ini" ucap Raden menutup buku menu miliknya. " kamu ingin apa?" tanya Raden.
" aku ngikut aja" ucap mita. Setelah selesai mendengarkan pesanan dari pelanggan pelayanan tersebut pergi. Kini tersisa mereka berdua dan beberapa pelanggan yang duduk sedikit jauh dari mereka.
"mit" panggil Raden dan tidak melepaskan pandangannya dari Mita.
" hm? Apa ada yang aneh dengan wajahku?" Mita meraba wajahnya karena mendapat tatapan intens dari Raden. "kau cantik" tutur Raden tanpa berkedip. Mita merasakan malu begitu luar biasa mendengar ucapan Raden.
"jangan mengejekku!" ucap Mita memalingkan wajahnya. Raden memegang wajah mita dan membuat nya kembali berbalik lurus kepadanya. " kau cantik" ulang Raden namun kali ini terlihat tatapan Rindu, tulus dan sayang di matanya dan sedih?. Mita tidak mengerti mengapa dirinya berpikir bahwa Raden sedih.
Mita berdehem dan melepaskan tangan Raden dengan sopan. " baiklah, apa tujuan mu mengajakku ke tempat ini? Apa ada hal yang perlu kau katakan?".
Raden mengangguk dan tersenyum. " kau begitu cantik Mit, dan rasanya aku akan sangat merindukanmu saat tidak melihat mu dalam hitungan detik" Raden menatap Mita. " aku ingin menikahi mu" ucap Raden penuh keseriusan.
Mita shock mendengar ucapan dari Raden.
__ADS_1