Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
MASA LALU 1


__ADS_3

Sepasang suami istri sedang melintasi jalan di bawah


tebing, jalan yang jarang di lalui orang di banding cara di atasnya. Jalan pengunungan. Karena jalannya yang berkelok mengikuti bentuk tebing tersebut. Sepasang suami istri terkejut dengan jatuhnya barang di depan mereka. “apa itu”pikir mereka.


  “jangan aksel!! Bangaimana jika itu orang-orang jahat”. Suami dari wanita itu tidak


memperdulikannya dan melihat benda apa yang terjatuh.


“jesika! Kemarilah” wanita tersebut menghampiri suaminya. “manusia”.


“kita harus membawanya ke rumah sakit di pinggir kota, paling cepat kita sampai 15


menit”. Pria itu mengangkat perempuan yang terbaring bersimbah darah.


Jesika melihat ke arah pohon-pohon yang di lewati anak itu. Semua pohon yang ada


bukanlah pohon yang biasa saja. “kenapa kau melam......”.


DUARRRR.


Suara ledakan yang besar dan terlihat dari tempat mereka berdiri dan di sertai asap walau tak jelas di tutupi pepohonan. “AKSEL! Jangan-jangan orang yang bersama anak ini masih mobil atau apapun yang mereka kendarai.


KITA HARUS!!..TIDAK! BUKAN!... KITA SEKARANG HARUS MENOLONG MEREKA. Melihat istrinya berlari ke arah berlawanan dari arah mereka membuatnya geram.


“BERHENTI DI SITU” teriaknya keras. Namun jesika tidak mendengarnya, aksel mengejar istrinya sambil membawa anak tersebut. “KU BILANG BERHENTI!”. Jesika tidak lagi melangkah ataupun bergerak.


“kau tak punya hati?”desisnya sambil menahan amarahnya. “kau tau apa yang kau lakukan?”


ucap aksel penuh intimidasi tidak ada nada sayang ataupun kelembutan di setiap

__ADS_1


kalimatnya.


“ kita harus menolong mereka! KAU!!, DI MANA HATI NURANI MU!” jesika berteriak melihat ke


arah suaminya.


Aksel terkekeh sini memandang istrinya. “ kau bilang apa barusan?”tanya aksel seakan


tidak mendengar ucapan jesika.


“KAU TAK PUNYA HATI, KAU PENGECUT, KAU! BERENGSEK! APA NYAWA TIDAK PENTING BAGIMU!”


aksel melangkah maju terus maju dan berdiri di samping pintu kursi penumpang. “kau bilang aku tak punya hati?” aksel menatap anak yang ada di dalam gendongannya dan meraih saku nya dan menelfon seseorang.


“selamat siang, saya ingin melaporkan kecelakaan di pinggir kota tepatnya jalan pegunungan jalur atas. Tidak di ketahui jelas siapa korbannya, namun saya dan istri saya menemukan salah satu korban yang terlempar dan jatuh di jalur bawah. Kami akan membawa anak ini ke rumah sakit di pinggir kota, nama saya aksel jika ada hal yang di tanya hubungi saja nomor ini” aksel mematikan panggilan tersebut setelah melaporkannya.


Aksel beralih pada istrinya.” Aku tau kau tidak bermaksud jahat sayang, hanya saja apa yang bisa kita lakukan jika kita kembali ke jalan utama dan naik ke atas dan menolong mereka?” aksel membuka pintu mobil di kursi belakang dan meletakkan anak itu. “ seharusnya kita dapat menolong anak ini”. Jesika tidak lagi menjawab ucapan suaminya bergegas masuk dan menutup luka terbuka di kepala anak itu menggunakan baju di dalam tasnya.


“maafkan aku, aku sungguh....”.


“ aku mengenalmu, apa adanya dirimu dan bangaimana kepedulianmu. Tenanglah sayang, aku tidak marah padamu. Tolong maafkan aku, sungguh aku tak bermaksud memarahi mu, membentak mu”ucap aksel.


“aku tau, seharusnya aku tidak melewati batas itu. Aku memaafkan mu”ucap jesika berlinang air mata sambil terus menahan tangannya di kepala anak itu  mencegah terjadinya perdarahan lebih parah.


Aksel terus memacu kendaraan miliknya. 12 menit berlalu mereka sudah dekat dengan


perumahan warga. Terlihat juga bangunan besar menjulang ke atas. Aksel menambah kecepatan mobilnya dan membunyikan klakson mobilnya dan berteriak meminta untuk memberikannya jalan.


           

__ADS_1


“tolong beri jalan, ada pasien kecelakaan”.


Mobil-mobil mulai menepikan kendaraan mereka memberikan


ruang yang cukup untuk mobil itu lewat. Aksel dengan cepat memberhentikan kendaraan miliknya di depan ruangan UGD( unit gawat darurat}.


“ada korban kecelakaan”ucap aksel masuk ke dalam ruang UGD dan berteriak. Para suster dan dokter yang mendengarnya dengan cepat mengambil brankar yang kosong. Aksel membukakan pintu untuk melihat kondisi anak tersebut.


“pendarahan di bagian kepala, lebam di bagian siku dan lutut, luka gores di bagian badan utamanya bagian kaki mungkin di karenakan ranting-ranting yang di lalui anak ini, dan juga hati-hati saya curiga dia mengalami patah tulang tertutup pada tangan sebelah kanan tungkai bawah” ucap jesika memberikan analisanya sepanjang dokter dan suster membawanya masuk ke dalam ruang ICU


“apa ibu adalah dokter?”tanya salah satu dokter.


“ hal seperti ini haruslah saya kuasai. Hal dasar dalam keluarga kami”. Dokter yang


mendengarnya merinding ngeri, hal dasar?. Sungguh gila belajar dalam buku-buku yang tebal adalah hal dasar.


“silahkan menunggu diluar”  ucap dokter tersebut.


**patah tulang tertutup tangan sebelah kanan tungkai bawah( jadi tangannya sebelah kanan namun lengan yang dari telapak tangan sampai siku adalah tungkai bawah...sedangkan dari siku Sampai bahu adalah tungkai atas)... kalau ada yang binggung...


author anak pmr dlu kami sering menyebut seperti itu.


patah tulang tertutup kemungkinan patah tulang yang tidak mengeluarkan darah ataupun lainnya.


patah tulang terbuka? dia berdarah bahkan dia akan dapat kita lihat. bersamaan dengan kulit kakinya yang robek dia terlihat mengalami patah tulang.


sedangkan lebam luka-luka yang membiru ataupun berwarna lainnya. hal itu terjadi karena benturan. contoh saat kita terantuk meja dan kursi ataupun hal lainnya akan berubah warna pada kulit kita.


mungkin seperti itu penjelasannya yang author bisa simpulkan dari author sendiri... teman-teman semua dapat berkomentar dan menambahkannya atau memperjelas nya sangat membantu author.

__ADS_1


TERIMAKASIH SEMUANYA KARENA TERUS MENUNGGU UPDATE DARI AUTHOR**........


__ADS_2