Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
CERITA BARUU:) PROMOSI


__ADS_3

Hai namaku amora remmington morley. Aku anak ke tiga dari empat bersaudara, orang tuaku bernama verona wilhemia dan grayson maverick. Siapa yang tidak mengenal mereka? Bahkan saudaraku pun siapa yang tidak mengenal mereka. Kakak pertamaku bernama airis sabella seorang model terkenal dan juga merupahkan seorang yang pandai melukis, kakak keduaku bernama arash jaxsen satu-satunya anak laki-laki di antara kami, terbayang bukan bangaimana masa depannya yang bahkan sejak ia lahir sudah di takdirkan menjadi penerus perusahaan, tampan, breprestasi, mapan apalagi yang kurang darinya?, menjadi salah satu pria impian para gadis diluar sana dan adikku yang masih duduk di bangku SD namun pesona kecantikannya perpaduan wajah imutnya membuat mama menjadikannya model baju anak-anak dalam setiap baju yang mama desain membuatnya semakin di sukai banyak orang dari segala umur. Bahkan, beberapa teman seusiannya mencoba menarik perhatiannya, Allura sequeia maira.


Namun adakah yang mengenal diriku? Sih gadis jelek, gendut, dekil, hitam bahkan jika di sandingkan dengan saudara-saudaraku aku bagaikan upik babu. Takhayal kedua orang tuaku tidak ingin membawahkan ke acara-acara besar dan mengenalkanku pada teman-temannya. Miris bukan? Namun ada satu hal lagi yang membuatku tak bisa berkata apa-apa.


Saat itu aku menjadi anak bungsu dan paling di manjakan oleh kedua orang tuaku dan saudaraku berlimpah kasih sayang tiap harinya. Namun suatu kejadian dimana aku di incar oleh saingan bisnis papa dan om serta tanteku yang gila harta saat itu, semenjak itulah mama dan papa membuat berita bahwa aku di kirim belajar di luar negeri dan berita tersebar luas sedangkan kenyataannya mama mendadaniku agar kelihatan lusuh dan menutup kecantikan yang ku miliki memindahkan ku ke lingkungan baru, aku di antara oleh bibi menggunakan motor mencegah ada yang mengetahui identitasku.


papa berjanji padaku untuk memperkenalkanku pada publik bahwa selama ini aku tidak belajar di luar negeri, mengenalkanku kepada semua orang dengan bangga dan aku sangat menantikannya walau sangat lama. Namun papa tidak pernah mengingkar janjinya.


Pagi ini aku sudah bersiap dengan seragam dan perlengkapan sekolah walau aku sangat benci ke sekolah namun setidaknya walau aku jelek aku pintar dan breprestasi karena itulah banyak yang iri padaku. Jika kalian pikir hidupku tenang selama bersekolah kalian salah. Ketenangan itu tak pernah ku dapatkan dari awal aku bersekolah.


“non sudah siap?” bi hilda yang semenjak kejadian itu mengantarku bahkan menggurusku.


Dengan cepat aku mengikat rambutku dan membukakan pintu untuk bi hilda. “ selamat pagi bibi”ucapku dengan terenyum.

__ADS_1


Bi hilda mengelus kepalaku dengan sayang. “wah makin cantik aja nih” canda bi hilda padaku namun membuatku tersenyum miris.


“bagi bibi amora cantik”ucapku semua ini sudah terbiasa bagiku ucapan pujian itu hanya pemanis dan peyenang di hati saja.


Bi hilda menyadari rawat wajahku dan tingkahku dengan cepat memelukku. “maafin bibi yah nak amora”ucap bi hilda membuat enyuh hatiku hanya bibilah yang mau memintaa maaf dan sudi mendengarkan setiap ceritaku bahkan mau berbagi apa yang ia miliki.


“yuk bi, amora tidak mau terlambat”ucapku menghentikan tatapan kasihan itu.


Aku berjalan bersama bibi keluar dari pintu belakang rumah menuju parkiran kendaraan sepeda motor. Jika di antara kalian bertanya mengapa tidak keluar dari pintu depan? Jawabannya mudah. Aku tinggal di kamar belakang walau mama dan papa tetap menfasilitasiku seperti dulu namun ada rasa kosong di hati dan rasa sakit yang mendalam.


Sepanjang perjalaan aku menatap setiap anak yang di antar oleh orangtuannya ada yang sepertiku namun betapa bahagiannya dirinya di antar oleh orang tuannya. Sedangkan aku?, entah bangaimana aku menjelaskannya.


Apakah aku masih pedulikan? Apakah aku masih di anggap? Apa karena penampilanku yang buruk rupa ini? Gendut, jelek, hitam. Bahkan tak ada yang mau berteman denganku ku harap Tuhan berbaik hati mengirimkanku teman.

__ADS_1


“non kita sudah sampai”ucap bi hilda menyadarkan lamunanku.


Sma bima sakti. Sekolah terbaik dikota ini aku sangat beruntung bisa mendapatkan beasiswa dari hasil kerja kerasku.


“terima kasih bi, amora belajar dulu”ucapku menyalim tangan bi hilda dan berjalan masuk.


“wah anak beasiswa udah datang nih”ucap sunny salah satu kakak kelas yang sering mengina dan mengolok-olok amora.


“kan kalau nggak sekolah apa bagusnya dia sunny? Cantik nggak, pintar masak tidak juga. Siapa yang mau nanti sama dia?hmm larat deh emang ada yang mau sama lo?” ucap camila tertawa sinis.


“Yah benar yang kak camila bilang siapa yang mau sama saya? Tapi setidaknya saya tidak merebut pasangan orang lain”ucapku berlalu begitu saja didepan sunny kakak kelas lainnya.


“sialan lo!!”teriak camila emosi.

__ADS_1


hai semua ini cerita baru author .....


sebisa mungkin author bagi waktu untuk kedua cerita nya.....


__ADS_2