Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
PENDERITAAN END


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA:)


"kalian serius anjir langsung ke ruang bk? mana belum makan lagi"keluh miko sambil memegang perutnya yang bunyi.


"gila lo yah masih pikir makan! gue udah deg-deg bayangin hukum nanti"omel alia sambil memegang dadanya yang berdebar-debar mengingat ucapan pak yanto tadi pagi.


Mita Hanya menatap alia dengan senyuman yang manis sepanjang perjalanan menuju keruang bk. "lo ngapain senyum-senyum segala! kagak takut apa"ucap alia berdegik ngeri sampai merinding.


raden hanya menggeleng kepalanya dirinya tau mita kini sangat senang karena mendapat hukuman dasar yah aneh, mereka menaiki tangga untuk menuju keruang bk yang berbeda di lantai 2.


“gue sakit perut asli dah” ucap agus memegangi perutnya yang mulas karena sangat merasa gugup.


namun diantara mereka Raden lah yang paling santai di luar namun di hatinya sangat deg-degan. “stay cool”ucap raden dalam hati.


ketika mereka sampai didepan ruangan bk mereka berenam saling menatap berharap salah satu dari mereka untuk membuka pintu.“ buru buka no pintu yah kali dia buka dirinya sendiri” ucap miko memecah keheningan.


“gue nggak mau yah!!”ucap agus ditatap mereka semua.


“lo aja alia kan lo Paling bar-bar di antara kita”ucap miko sambil memutarkan matanya malas.


“hee mau gue pukul”ucap alia menunjukkan kepalan tangannya marah.


mendengar keributan diluar pak Yanto membuka pintu melihat anak didiknya yang sedang saling menatap dan berdebat namun melihat mita salah satu muridnya yang membuat nya pusing sedang tersenyum, melihat itu pak yanto memiliki firasat buruk Sangat buruk.


"halo pak selamat siang"sapa mita melihat pak yanto berdiri memegang gangang pintu.


tersadar dari perdebatan mereka melihat ke arah depan dan mendapati pak yanto sedang menatap mereka sambil melipat tangannya.


"mau sampai kapan kalian berdebat ha!! cuman buka pintu saja kayak mau perang!"ucap pak yanto menatap mereka dengan tajam.


"soalnya pak tidak ada yang mau buka pintu katanya takut"ucap mita mengingat perdebatan teman-teman nya tadi.


"hiss mita diam deh lo"ucap alia berbisik.


"kan aku cuman bilang supaya pak yanto tau jawabannya"ucap mita membela diri dan berbalik melihat ke arah pak yanto.


"apa!"ucap pak yanto tajam di tatap oleh mita.


"hehehe tidak pak"ucap mita cengengesan.


"masuk!"perintah pak yanto mempersilahkan mereka masuk ke dalam.


"surat yang bapak minta dimana?"tanya pak yanto ketika duduk di depan mereka semua.


satu persatu mereka memberikan surat peringatan yang sudah di tanda tangani orang tua mereka kemudian pak yanto meminta bukti foto yang sudah di suruhnya kemarin sebagai pembuktian.


raden memperlihatkan foto dirinya bersama mama nya yang memegang surat namun nampak wajah tertekan milik raden, miko memperlihatkan foto dirinya bersama papanya terlihat jelas bahwa papanya nampak biasa saja melihat kelakuan anaknya, alia mengeluarkan handphone milik nya dan terlihat lah dua perempuan cantik yang tentunya dirinya bersama mama tercintanya namun tidak ada raut wajah tertekan,marah ataupun lainnya yang terlihat raut wajah penuh kasih sayang, sedangkan ucok dan agus sama-sama memperlihatkan foto mereka berdua bersama orang tua mereka masing-masing tentunya dan terlihat jelas sedang tersenyum lebar didalam foto bersama orang tua mereka, walau mereka terlihat sangat bahagia nyatanya mereka habis dimarahi habis-habisan oleh orang tua mereka apalagi saat itu mama agus dan ucok sedang berkumpul di rumah agus.


pak Yanto menganggukkan kepalanya melihat sejumlah foto namun mita tidak memperlihatkan sama sekali bukti foto. "mana foto kamu?"tanya pak yanto pada mita.

__ADS_1


mita melirik ke arah pintu seakan sedang menunggu seseorang yang akan datang.


"mita! bapak tanya lagi dimana foto kamu!"ucap pak yanto dengan tajam dan tegas.


"sabar dulu pak jangan marah-marah nanti cepat tua"ucap bu menteri pada pak yanto.


"bu bukannya pak Yanto udah tua yah?"ucap mita menatap pak Yanto dan bu menteri heran.


mereka berlima yang mendengar ucapan mita menempuk dahi mereka secara bersamaan. "anjir cari masalah ni bocah" ucap agus meringis.


raden tertawa dalam hati melihat sikap mita yang tidak memperlihatkan ucapan nya saat bicara.


"mitaaaaa!"teriak pak Yanto sangat-sangat emosi.


"ya pak yanto?ada apa?"ucap mita menjawab teriakan pak Yanto yang memanggil nya.


"yah ampun!mau pecah kepala bapak liat kamu"ucap pak yanto memijat pangkal hidung nya.


"kok bapak tidak mau lihat saya?terus nanti gunanya mata bapak apa?kan gunanya mata melihat pak, jadi kalau bapak tidak mau lihat saya nanti matanya tidak ada gunanya!"ucap mita dengan pandai nya dan sangat menjiwai namun yang mendengar nya sakit jiwa.


"den anjir temen lo nih!"seru alia frustasi.


"Mita plis diam deh bisa habis kita kalau lo ngejawab mulu!"ucap agus berbicara kecil pada mita namun dapat didengar oleh yang lainnya.


"kenapa diam agus?kan tadi pak yanto panggil nama mita yah mita jawablah"ucap mita namun membuat mereka pusing tujuh keliling.


"udah-udah mita ibu minta foto bukti kamu? kayak yang lainnya"ucap bu mentari yang sudah pusing melihat percakapan yang tidak ada habisnya.


"yah ampun oneng kan dari tadi pak Yanto minta itu"batin agus


"minta sakit jiwa gue lama-lama sama nih anak! astagfirullah"batin alia melihat ke arah mita.


"tol*l ama bo*oh beda tipis yah"batin ucok gemas melihat pak Yanto dan bu mentari yang pusing.


bu mentari bersama pak Yanto menarik nafas namun saat sedang menarik nafas suara ketukan pintu menghentikan aktivitas mereka.


bu mentari berjalan ke arah pintu dan membukanya terlihat stpam sekolah mereka dan seorang wanita cantik berdiri di belakang si stpam.


"ada apa yah pak?" tanya bu mentari tersenyum ramah padahal beberapa menit yang lalu seakan kebakaran jenggot.


"maaf sebelumnya bu ini ada wali murid yang minta diantar ke ruangan bk"ucap pak pian memberitahu.


"baiklah pak pian terima kasih"ucap bu mentari.


setelah itu pak pian meninggalkan tempat dan bu mentari mempersilahkan perempuan tadi untuk masuk.


"mari mbak masuk" ucap bu mentari melihat wanita muda cantik itu.


seluruh penghuni ruangan menatap kepada sosok cantik yang dibawa oleh ibu mentari.

__ADS_1


"guru baru kah?"batin mereka berlima melihat pemandangan itu.


"bunda!"teriak mita menghampiri jesika sang bunda.


"haaa!!?"beo mereka semua kaget mendengar ucapan mita uang memanggil perempuan muda itu dengan sebutan bunda.


"wadaww"batin alia


"ehh ini mama kamu mita?"tanya pak yanto memastikan apa yang dilihat nya.


"bukan mama pak tapi bunda"ucap mita memperbaiki ucapan dari pak yanto.


"apa bedanya mitaa"ucap pak Yanto gemas.


"beda pak kalau mama itu m a m a"ucap mita mengeja huruf demi huruf.


pak Yanto dan yang lainnya pusing.


"kalau bunda b u n d a beda huruf pak dan bacanya"ucap mita menjelaskan maksudnya.


"pantas ini anak dapat surat"batin jesika meringis melihat betapa tertekan nya guru dari anaknya ini.


"begini pak saya mau foto secara langsung di depan bapak sama ibu berhubung saya dan anak saya tidak paham menggunakan handphone ini"ucap jesika memberikan handphone keluaran terbaru dan tentunya mahal.


terkejut dengan handphone yang berada didalam genggam nya pak Yanto Samapi gemetar kalau jatuh bisa-bisa dirinya harus menjual ginjal baru bisa mengganti barang ini.


"eh tidak usah bu kalau ibu yang secara langsung mengatakan seperti ini itu artinya mita betul-betul memberikan surat nya pada ibu"ucap pak yanto memberikan Kembali handphone tadi dengan hati-hati.


"baiklah pak kalau begitu saya pamit dulu"ucap jesika bersalaman dengan bu mentari dan pak Yanto.


"mita jangan nakal lagi!awas kamu yah"ucap jesika memperingati mita.


"baik bunda"ucap mita menyalim tangan bundanya di ikuti dengan yang lainnya.


"hati- hati Tante"ucap mereka.


"pak yanto terima kasih atas hukuman nya lain kali pak minta untuk orang tua datang dengan senang hati saya akan datang" ucap jesika tersenyum dan menutup pintu.


"dah lah anak sama mama nya sama saja"ucap pak yanto duduk di sofa.


"bunda pak bukan mama"ucap mita memperbaiki ucapan pak Yanto.


"ah sudahlah bapak pusing kalian tidak jadi saya hukum dan jangan ulangi lagi"ucap pak yanto memijat kepalanya pusing.


"terimakasih pak"ucap mereka pergi namun mita menatap pak yanto.


"bapak sering-sering ya hukum kami"ucap mita tersenyum dan pamit pergi.


"bisa gila saya bu tari punya siswa seperti itu" ucap pak yanto pada bu mentari yang dari tadi menonton kejadian itu.

__ADS_1


semoga suka!


__ADS_2