
Jesika yang mendengar kendaraan masuk ke dalam halaman rumahnya dengan cepat membuka pintu depan rumahnya. "Wah kalian sudah datang" sambut jesika melihat semuanya.
"Selamat siang bunda" mita menyalin tangan jesika di ikuti yang lainnya. Jesika mempersilahkan mereka semua untuk masuk ke dalam.
Semua mata melihat ke arah mobil yang berhenti di depan pagar rumah mita. Halaman yang tidak cukup luas untuk menampung 3 mobil sekaligus dengan terpaksa zian memarkir nya di depan pagar rumah mita.
"Eh pak yordan kok di sini?" Mita bertanya heran dengan kedatangan yordan yang tadi sempat menolaknya.
"Selamat siang tante" ucap yordan sopan. Bangaimana pun dirinya di didik untuk menghormati orang yang lebih tua. Selagi tidak mengusiknya maka penghormatan itu akan tetap ada.
"Siang nak yordan, ayo semuanya masuk" ucap jesika mempersilahkan lagi mereka masuk.
Mita pamit untuk berganti pakaian di ikuti oleh dini,ola dan alia. "Mit pinjam baju lo boleh nggak? Kaos panas nih"ucap alia duduk di kasur mita. Walau kamarnya tidak mewah dan kekinian tapi interior nya yang sederhana dan rapi serta luas membuat kamar ini jauh lebih baik.
"Disitu lemari itu, alia pilih baju yang bangaimana" mita memilih mengambil baju rumah miliknya dan berganti di tempat ganti baju miliknya. Bukan sebuah ruangan, namun pemisahan ruangan yang terbuat dari kayu yang ayahnya buat untuknya.
"Dimana lo beli ini?" Tunjuk ola pada alat penghalang yang membentuk ruangan didalamnya.
"Ayah yang buat, katanya biar aman"ucap mita menirukan ucapan aksel.
Setelah selesai Menganti bajunya, berganti alia yang memakai ruang tersebut. Setelah semuanya selesai mereka keluar dari kamar berkumpul bersama yang lainnya.
"Wahhh masakan tante banyak banget" seru ola melihat berbagai olahan dari bakso berada dimeja makan.
" Mita bantu bunda ambil puding, risoles, sama cake lava nya" mita mengangguk dan pergi ke dapur di ikuti dini yang ingin membantu nya.
__ADS_1
"Dini ambil ini dan ini" mita memberikan 2 piring risoles di tangan kanan dan kirinya. Dan dirinya sendiri membawa puding di dalam baki yang sudah tertata rapi di piring kecil. Setelah meletakkan nya mita kembali mengambil cake lava.
" Ayo di makan" ucap jesika mempersilahkan mereka semua untuk makan. Suasana tampak ramai di meja makan dan di ruang tv. " Gus nitip bakso bakar 5" ucap ucok memakan bakso kuah miliknya.
" Ada kaki kan? Ambil sendiri". Ucok menatap agus sinis dan beralih menatap raden yang sedang mengambil makanan lainnya.
"Den-den nitip bakso ba,--". Ambil sendiri. Ucok menatap tak percaya teman-teman nya. "Pelit" cibir ucok berdiri mengambil bakso yang ia inginkan.
"Cok! Tambah 2 gue mau!" Seru miko pada ucok.
" Lo pada yah! Giliran gue yang minta tolong kagak pada mau lo!" Cerca ucok jengkel namun tetap mengambil 2 tusuk bakso lagi untuk miko.
" Berisik!" Mita berteriak kencang membuat mereka kaget seperti yordan yang tersedak oleh bakso. Zian yang melihat tuan mudanya tersedak langsung menepuk-nepuk belakang nya.
" Terimakasih" yordan mengembalikan gelas kepada zian. Mita berjalan ke dapur dan kembali lagi membawa 1 kotak makan dan menyerahkan nya pada yordan. " Ini pak, buat bapak"ucap mita menyerahkan nya.
Yordan menatap kota makan yang ada di genggaman nya. " Itu dessert box rasa vanila kesukaan bapak" yordan tertegun tidak ada yang mengetahui makanan kesukaannya sedari dulu dirinya tidak pernah menceritakan apa yang ia suka dan tidak suka kecuali pada orang itu.
" Bapak tidak suka?" Mita kecewa dengan sikap yordan yang tidak senang bahkan mengucapkan kata terimakasih untuknya. Zian dengan cepat menyenggol kaki tuan mudanya ini. " Duh bos kasian nona mita"umpat zian dalam hati.
"Eh ya-ya ada apa?" Yordan langsung menatap mita dengan binggung dirinya tidak mendengar apa yang diucapkan oleh mita. " Bapak tidak suka dengan makanan ini?"tanya mita hati-hati.
"Bangaimana kamu tahu tentang ini? Bahkan berita tentangku sedikit di internet" yordan mengungkapkan rasa penasarannya. Mita terdiam dirinya juga tidak tahu, saat dirinya memesan berbagai rasa dessert box dirinya tertarik dengan rasa vanila.
" Dan bukannya kau bisa memberikannya pada teman-teman mu" yordan menunjuk mereka semua. " Tenang kok pak, untuk mereka sudah mita siapkan" mita berjalan kembali ke dapur dan membuka kulkas dan mengeluarkan berbagai rasa dan menatanya di baki lalu kembali ke ruang tamu.
__ADS_1
"Ini strawberry untuk dini, coklat untuk alia dan ola, greentea untuk miko, cheese cake untuk raden, Rasa keju untuk ucok, Coklat oreo untuk agus dan red Velvet untuk tuan zian" mita memberikan semuanya pada tiap orang. Suasana hening melingkupi ruangan tersebut, jesika beranjak kembali ke kamarnya memilih menyisihkan ruang untuk anak-anak muda.
" Mit aku kan tidak pernah bilang kalau gue suka keju" ucok mengangkat dessert box yang ada ditangannya.
" Ucok suka keju?"tanya mita semangat. Ucok menganggukkan kepalanya.
" Kalian semua suka rasanya?" Tanya mita kembali duduk di tempat nya. Semuanya mengangguk bahkan zian ikut juga menyetujui soal rasa kesukaannya. " Bagus" mita tersenyum dan kembali melanjutkan makanannya.
"MIT!! KAU MANUSIA KAN!" Ola menatap mita ngeri walau mereka berdua teman namun waktu untuk saling mengenal belum begitu lama.
" Cenayang kamu yah?" Agus menunjuk ke arah mita dan tangan satunya menutup mulutnya.
" Cenayang itu apa?" Mita memiringkan kepalanya sambil berpikir. " Imut ****!" Raden menundukkan kepalanya dan berlalu ke arah kamar mandi.
" Woy den mau kemana?" Tanya ucok. " Kamar mandi" raden berlalu begitu saja meninggalkan mereka.
" Mau di taruh di mana muka ini" raden membersihkan darah dari hidung nya seumur-umur hidup nya baru kali ini dirinya mimisan hanya karena wajah seseorang. "Memalukan" sambil berkaca melalui handphone miliknya.
Dilain sisi diruang tamu mereka masih asik mempertahankannya bangaimana mita mengetahui semuanya. " Tanya tante ah, siapa tau kita temukan jawabannya" ucok berdiri dan ingin mencari jesika.
"Aku anak angkat". Ucok membeku raden yang baru saja dari kamar mandi terdiam di tempatnya. Semuanya menghentikan aktivitas dan menatap mita penuh arti, di lain sisi jesika mendengar ucapan mita dirinya ingin bergabung lagi bersama mereka dipikir nya sudah selesai namun rupanya mita anak angkat nya sudah tahu akan kebenaran ini.
Semenjak kejadian itu sebagian memori mita hilang dan mengenal dirinya bersama suaminya sebagai bunda dan ayah nya.
" Nak kamu sudah mengingat nya" jesika meneteskan air mata mendengar nya.
__ADS_1