Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
PAK YORDAN!


__ADS_3

Bell berbunyi mengakhiri pembelajaran terakhir hari ini. Mita membereskan semua buku-buku dan alat tulis yang lain dan memasukkan tempat bekalnya di tas yang tersedia dan menaruh nya bersama buku yang lain.


" Mit ngapain tuh tempat bekal yang jelas-jelas ada tasnya tapi malah kau masukkan juga ke dalam tasmu!" Alia begitu greget Sampai badannya bergetar.


" Ini sudah satu paket Alia,masa tas nya tidak dipakai. Rugi nanti".


" Alia lo nggak mau gila kan?" Tanya agus memastikan.


" Hee mulut siapa itu! Mau mau ku ulek?!"cerocos alia. Mita tidak menanggapi ucapan teman-teman nya.


"Permisi, atas nama mita ada?". Mita yang mendengar namanya mengangkat tangannya.


" Di cari pak ilham di ruang guru" ucap orang itu. " Ada apa ya?"tanya mita mendekat dengan tas nya.


" Entah, mending kau temui pak Ilham". Mita mengiyakan nya dan beranjak pergi meninggalkan teman-teman nya.


" Sarden lo tahan duduk sebangku sama mita?" Ucok menatap horror Raden.


" Namanya bucin, yah tahanlah, itu mah kecil bagi raden"ejek alia menaik turun kan alias nya. Raden tidak membantah nya.


" sepemikiran" ucap asal agus berjalan ingin keluar dari kelas.


Mita berjalan masuk ke ruangan guru. "Iya ada apa pak?"tanya mita setelah tiba didepan meja pak Ilham.


"Mita bapak lihat nilai biologi kamu tinggi, bapak ingin tanya apakah kamu ingin mewakili sekolah dalam lomba?"tanya pak ilham. Mita binggung ingin menjawab apa, melihat muridnya binggung ilham memberi kan saran. "Kamu pikirkan saja dulu, kalau mau kabari bapak, lombanya masih lama. jadi kamu tidak perlu terlalu pusing" mendengar usulan itu mita menyetujui nya.


"Saya permisi dulu pak"ucap mita berjalan cepat bahkan sedikit berlari. Dari arah berlawanan nampak laki-laki berperawakan tinggi sedang berjalan tergesa-gesa.

__ADS_1


Terdengar sesuatu bertabrakan rupaya mita dan yordan saling bertabrakan sialnya setelah kejadian itu mita mundur sehingga mengenai jendela di belakang kepalanya dan yordan menyenggol papan pengumuman yang berkaca walau tak pecah namun berbunyi keras akibat terkena handphone milik yordan yang di genggam nya.


" Aw sakit"ringgis mita memegangi kepalanya bahkan para guru yang didalam terkejut dengan bunyi keras dari arah jendela


Yordan yang menyadari dirinya menabrak mita dengan cepat berdiri tegap dan memasang wajah garangnya. Mita yang melihat siapa yang menabrak nya memasang wajah marah.


" Makanya kalau jalan hati-hati pa--," yordan langsung memberikan minta tanda untuk tidak berbicara dengan memberikan jari telunjuknya.


" Pak?" yordan mengulangi nya lagi dirinya kesal harus dipanggil pak,pak,pak,pak. Apa diri sudah setua itu!.


" Diam!, Seharusnya kamu hati-hati kalau jalan! Saya sibuk!Kamu membuang waktu saya yang berharga!" omel yordan. Zian yang mendengarnya ingin mengetuk kepala bos nya ini.


" Kok bapa---," yordan langsung membekap mulut mita sangking jengkelnya. Mita yang kesusahan bernafas menginjak kaki yordan dengan kencang.


" AAAAAAAAAAAAAAA"suara ringgissan kencang yordan mengkaget banyak orang bahkan guru-guru pun lari keluar. Bangaimana tidak setelah kakinya di injak mita mencubit perutnya dengan kencang. Zian meneguk ludahnya melihat kejadian itu, satu kata untuk mita baginya cantik dan berani.


"Sungguh ajaib kawan kita, berani memukul uang berjalan" ucap ola ngawur dalam sekejap mendapat pukulan dari dini.


" Nona tolong jangan lakukan itu lagi" zian memperingati mita. " Hey! Aku perempuan yang paling sabar, yang paling kalem namun bos mu ini sungguh menyebalkan! Jika dia kakakku aku akan menghukumnya dan menghabiskan uangnya hingga dia bangkrut dan mengemis padaku!"mita bagai dua orang yang berbeda di mata para guru.


Yordan tidak mampu berkata-kata lagi, sungguh dirinya menyesal membekap mulut bocah ini. Dan apa katanya ingin membuat bangkrut. " Hey bocah jika kau adikku! Tidak akan pernah ku berikan sepeserpun uang padamu! Dasar anak kecil, pendek! Pesek" ujar yordan tidak kalahnya dari mita.


"Dasar tua!" Ucap mita. Para guru dengan cepat memisahkannya dan meminta maaf pada yordan. " Maaf tuan, dia anak baru"ucap ilham tidak enak hati.


"Jangan membelanya, dia mengenalku bahkan sangat mengenalku" ucap yordan. " Aku tidak mengenalmu!" Mita membuang mukanya ke arah samping.


" Kak yordan, maafkan mita dia sepertinya datang tamu" ucap ola yang mengenal yordan bersama keluarganya. " Ola kamu berteman dengannya" tunjuk yordan pada mita, ola mengangguk bahkan semuanya mengangguk.

__ADS_1


" Yah sudah saya malas ingin berdebat, saya ada urusan"ucap yordan ingin beranjak pergi namun mita menahannya. " Pak mau ikut makan-makan, bunda ada masak banyak. Kan pak yordan Sudah ketemu bund"ucap mita membuat para guru melotot padahal baru saja keduanya bentrokan.


"sungguh tidak bisa ditebak" pikir zian.


" Hey-hey gunakan bahasa yang bagus! Liat para gurumu memandangi ku" tunjuk yordan menyadari para guru menatapnya.


" Ya mau yah pak? Enak kok ! Yang lain juga ikut. Semakin ramai pasti bunda senang". Yordan menolaknya dirinya benar-benar sibuk sekarang.


"Baiklah" mita pamit dan mengajak yang lainnya untuk segera pulang. " Mit perginya bareng aku, ola dan dini, oke?" ucap alia merangkul mita. Raden langsung menarik mita dan merangkulnya. "ckk, main nya rebutan!"umpat alia kesal.


"Siapa cepat dia dapat" Raden membawa mita menaiki mobilnya bersama agus karena miko dan ucok membawa motor mereka.


******


"Zian ikuti mobil mereka" perintah yordan. Zian ingin protes karena mereka harus pulang dan balik kekantor.


"Jangan banyak protes! Kau tak melihat tadi aku mendapatkan undangan?". Zian mengerem mobilnya sangking kesalnya dirinya pada temannya ini. " Kau tadi menolaknya!" Zian tidak habis pikir.


" Jalankan mobil nya! Kita bisa ketinggalan" yordan tidak menanggapi ucapan temannya ini. Zian kembali menjalankan mobil mengikuti mita dan yang lainnya.


"dasar plin-plan" zian dongkol dengan sikap bos dan sahabat nya ini.


"berhenti menggerutu! mau ku potong gajimu tahun ini"ancam yordan pada zian. zian yang mendengarnya berhenti memaki yordan dalam hatinya. " bagus"ucap yordan santai.


" buset ni anak punya indra ke berapa?" zian terkejut dengan ucapan yordan. " kau lupa? dulu aku di ajar untuk memahami sifat dan gerak-gerik seseorang?". zian diam tidak menjawab memilih larut dalam pikirannya.


ceritanya bakal di revisi dengan baik-baik....

__ADS_1


__ADS_2