
“apa ibu adalah dokter?”tanya salah satu dokter. \
“ hal seperti ini haruslah saya kuasai. Hal dasar dalam keluarga kami”. Dokter yang mendengarnya berdegik ngeri, hal dasar?. Sungguh gila belajar dalam buku-buku yang tebal adalah hal dasar.
“mohon menunggu, silakan menunggu di luar” ucap dokter tersebut.
```
“sayang? Apa anak itu akan baik-baik saja, seandai...seandainnya”jesika menangis menatap ruangan di depannya. “apakah dia akan selamat? Apakah dia...dia b-akal se-lamat?”sambungnya lagi.
```
“inilah mengapa aku sangat menyayangimu” aksel memeluk tubuh istrinya dan menenangkannya. Jesika mendengus melihat kelakuan suaminya. “ ish, berhentilah berkata seperti itu” aksel tertawa kecil dan meminta maaf pada istrinya.
Satu jam berlalu, terdengar pintu terbuka. Dokter dan suster keluar dari dalam dengan wajah cukup di katakan baik. “ apa ada keluarga nya?”tanya dokter ketika berdiri di depan aksel dan jesika.
“kami tidak tahu soal itu dokter, saya tidak sempat lagi melihat kondisi orang-orang yang bersama anak ini, apakah selamat atau tidak”ucap aksel.
“suster cek apakah ada pasien korban kecelakaan dan apakah mereka memiliki anak yang ciri-cirinya seperti anak itu”ucap dokter yang menangani anak korban kecelakaan
itu.
“baik dok”
“dok bangaimana keadaan anak itu?”tanya jesika.
“maaf bu, saya harus menunggu kedua orang ataupun keluarga anak ini”ucap dokter
tersebut.
“saya dan suami saya yang membawanya, kami pun harus tau kondisinya dokter!!”.
Dokter menghela nafas binggung harus melakukan apa. “dokter, saya dan istri saya yang akan menjadi wali anak itu sampai keluarga korban datang untuk menjemput anak itu” tawar aksel.
“silakan ikuti saya”
__ADS_1
Ketiga orang tersebut berjalan bersama-sama menunju ke ruangan dokter tersebut.
“baiklah dok tolong sampaikan semuanya”ucap jesika ketika duduk di kursi di dalam
ruangan itu.
Dokter tersebut menghela nafas. “pertama nama saya doni”.
“nama saya akselgio dan istri saya jesika” ucap aksel memperkenalkan diri.
“baiklah pak aksel dan bu jesika bisakah saya bertanya terlebih dahulu?”
“bisa dok”
“dimana bapak dan ibu melihat anak itu”tanya dokter doni.
“saat itu kami melihat barang jatuh dari atas tadinya saya pikir itu barang dari orang yang melintas di atas..namun saat saya keluar dan melihatnya rupanya anak itu terbaring dengan bersimbah darah”ucap aksel.
“apakah ada yang mencari dari atas? Apa ada yang berteriak atau hal lainnya”tanya
Jesika menegakkan badannya. “ kami mendengar bunyi ledakan dan asap walau tidak jelas karena pepohonan yang ada”ucap jesika.
“apakah kalian sudah menghubungi polisi?”. Aksel dan jesika mengiyakannya.
“anak itu bernama mita, kami melihatnya di kalung miliknya sepertinya itu kado yang baru di dapatnya selain nama ada tanggal lahir di sana, dan hari lahir itu tepat hari ini. Bisa saya simpulkan itu adalah kado ulang tahunnya”ucap dokter
memberikan kalung yang di ambilnya dari badan anak kecil itu.
Jesika menerima nya. “ apakah ada luka serius dokter?”tanya aksel.
Dokter memasang muka serius. “ pak aksel kami sudah melakukan pemeriksaan, anak tersebut mengalami patah tulang namun tidak permanen, dan hal yang paling kami
takutkan pada kepala anak tersebut. Kami takutnya benturan yang sangat keras akan membuatnya tidak mengingat beberapa momen. Ataupun akan melupakan tentang keluarganya sendiri”
Jesika menutup mulutnya kaget. “apa separah itu dokter?”.
__ADS_1
“sejauh ini itulah yang bisa kami prediksi, luka lecet ataupun luka gores akan sembuh seiringnya waktu dengan salep dan resep obat lainnya. Namun luka yang berada di
kepala anak mita. Kami akan meninjaunya lebih lanjut”.
“baiklah dokter”ucap aksel.
“tolong bapak dan ibu jika keluarga korban datang untuk melihat anak mita tolong untuk mempertemukan dengan saya”ucap dokter tersebut bagaimanapun keluarga korban
harus mengetahuinya.
“baiklah dokter” ucap jesika.
“anak mita setelah selesai kami periksa harus kami pindahkan di ruang mana ya?”
“vvip , saya akan menanggung”ucap aksel.
Setelah itu aksel dan jesika beranjak keluar dari ruangan
dokter doni untuk kembali ke ruangan dimana mita berada.
“kaya namun low profil” decak dokter doni kagum.
Jesika dan aksel kembali ke ruangan dimana para dokter
dan suster bawah mita. Tidak lama mereka menunggu anak kecil tersebut keluar dengan para suster yang akan memindahkannya ke ruangan yang sudah di siapkan.
“pak aksel?”tanya suster.
“saya sus”ucap aksel.
“kami akan memindahkan anak mita tolong untuk mengurusnya di bagian administrasi”.
“baik sus” aksel berjalan meninggalkan jesika yang akan menemani mita.
“mari bu,kita ke ruangan baru untuk anak mita”ucap suster serentak para suster dan perawat lainnya mendorong brankar mita.
__ADS_1