Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
RADEN &PRIA MISTERIUS


__ADS_3

Mita memandang sekelilingnya binggung.


"Dorr"ucap alia ingin membuat mita kaget.


Mita menatap alia datar."aisss nggak seru ah lo nggak syok atau jantungan gitu"ucap alia kesal.


"Kalau aku mati gimana?mau tanggung jawab kamu kalau beneran?!"ucap mita lebih kesal.


Alia tersenyum konyol."dahlah"ucap mita mempercepat langkahnya.


Brukkk


"Alaa makk mati aku"ucap mita mengusap kepalanya sakit.


"Lo nggak kenapa-kenapa kan?"suara berat dan dingin itu membuat mita tersadar dari pikirannya.


"Maaf kakak,tidak segaja"ucap mita menundukkan wajahnya.


Raden menatap perempuan didepannya dengan perasaan aneh.


"aku di sini bukan di lantai?sejelek apa mukaku sampai kau tidak ingin lihat?"ucap raden dingin menarik dagu mita dan menatapnya dengan jarak dekat.


Wah asik gila keren banget


Ih siapa tuh baru lihat?


Lo kenal cowok keren ini?


Nggak


Ganteng


Pengen juga hikss


Ngarep lo


Detik ke detik tatapan itu belum juga putus mita membeku menatap wajah yang begitu dekat dengannya.


"Udah puas lihat nya?"tanya raden melipat tangannya di dada.


Dengan cepat mita memundurkan badannya ketika tersadar bahwa orang didepannya telah menjauh.


"Dan satu lagi saya bukan kakak kelas"ucap raden meninggalkan mita yang terdiam.


Alia menghampiri mita."asli ganteng banget cowok itu!!"ucap alia histeris kagum.


"Ganteng kagak,kulkas iya"ucap mita meninggalkan alia.


JAM PEMBELAJARAN DIMULAI, SILAKAN PARA MURID MEMASUKI KELAS MASING-MASING~~


"Mita cantik kok cemberut"ucap alia menemui mita yang duduk di kursi nya dengan muka masam.

__ADS_1


"Asli cowok yang tadi itu bikin aku kesal, pengen aku bejek-bejek muka dia"ucap mita kesal sambil menirukan meramas-ramas muka musuhnya itu.


"Berdiri...bersiap beri salam"komando viko selaku ketua kelas.


"Selamat pagi bu"


"Baik semuanya hari ini kita kedatangan murid baru jadi ibu harap kalian berteman baik"


"Baik bu"


"Iya b"ucapan mita terhenti ketika melihat cowok yang ditabraknya tadi memasuk dari pintu kelas.


"Maaf bu saya kayak sudah perang sama murid baru itu bu"batin mita kesal.


"Perkenalkan diri kamu"ucap bu susan mendapat anggukan dari raden.


"Raden"ucapnya dingin dan datar.


"Cihh sombong sekali dia"batin mita tidak suka.


"Baiklah raden duduk disamping mita"ucap bu susan membuat seluruh mata memandang nya.


Mita mendengar namanya disebutkan bahkan seluruh mata memandangnya namun yang lebih membuatnya kesal kenapa harus dirinya?!


"Maaf bu saya keberatan"ucap mita mengajukan tangannya.


"Saya tidak keberatan"ucap raden penuh seringai.


"Sudah duduk"ucap bu susan mengakhiri.


Raden menarik kursi dan menduduki nya dengan santai.


"Hai cewek koridor"bisik raden membuat mita memejamkan matanya menahan kesal.


"Nggak usah tutup mata aku nggak cium kok"ucap raden lagi dan menjauh.


Mita tidak menghiraukannya dan memfokuskan diri untuk belajar.


WAKTU ISTIRAHAT, SELAMAT MAKAN~~


Mita dengan cepat membereskan buku-bukunya untuk menghindari raden yang menyebalkan itu.


"Ayo"ucap mita tidak sabaran mengajak Alia.


"Ahelah sabar zheyeng kenapa sih lo lagi dikejar apa? buru-buru amat?"ucap alia.


"Itu buruan"ucap mita lagi.


"saya boleh ikut ke kantin nggak?"tanya raden membuat mita tambah kesal.


"Tidak!"ucap mita garang.

__ADS_1


"Nggak boleh gitu! boleh kok"ucap alia menyenggol tangan mita.


"Aku diluan"ucap kita pergi tanpa menunggu jawaban alia.


Mita berjalan cepat turun dari tangga tanpa segaja lagi ia menabrak seseorang.


"Duh mita kamu ceroboh sekali"gumam mita berdiri menatap siapa yang ditabraknya kali ini.


"Mampus"batin mita melihat pria tinggi berjas menatapnya dingin.


"Ah anu pak maaf saya sungguh tidak segaja!"ucap mita sedikit membungkuk meminta maaf bagi nya itu sangatlah sopan.


"Pak?"tanya pria itu dingin.


"Selamat siang tuan yordan maafkan teman saya dia murid baru disekolah ini"ucap alia menarik mita kebelakang tubuhnya.


Yordan imanuel angkasara,anak tertua dari keluarga kaya angkasara yang kini mengurus seluruh aset kekayaan angkasara yang bahkan menjadi donatur SMA GARUDA.


"Menyingkir"ucap dingin yordan.


Raden yang melihatnya menghalangi jalan yordan.


"Tau bahasa manusia?"tanya yordan sarkas dan dingin.


"Raden minggir"ucap alia takut dengan hawa disekitarnya yang menakutkan.


"Tuan yang terhormat apa tidak bisa menghargai permintaan maaf dari seorang perempuan?"tanya raden dingin dan sinis.


Yordan menatap pria muda didepannya dengan perasaan yang tidak menentu.


"Minggir bocah"ucap yordan lagi.


"Udah maafin kesalahan teman saya?"ucap raden.


"Aden sudah tidak apa"ucap mita membuat yordan membeku dan membalikkan badannya menghadap mita.


"Ulang apa yang kau bilang!?"ucap yordan dingin namun tersirat kerinduan didalamnya.


"Raden sudah tidak apa"ucap mita lagi dengan kaku.


"kau tadi panggil aku aden?"ucap raden yang kali ini memastikan apa yang didengarnya.


"Maaf kalau kamu tidak suka,tadi eh aku tiba-tiba ingat kakak ku yang kebetulan namanya sama"ucap mita kikuk.


Suasana hening.


"Eh mita raden kita harus ke kantin untuk makanan"ucap alia memecah keheningan.


"Eh iya"ucap mita.


"Kali ini saya baik hati minggir"ucap yordan dan berjalan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Kakimu tidak kenapa-kenapa?"tanya raden.


"Buka urusan loh"ucap mita berjalan ke arah kantin


__ADS_2