
Pukul setengah tujuh pagi.
Matahari begitu terangnya bersinar. Suara kendaraan terdengar riuh ramenya, nampak di suatu sekolah puluhan siswa berbaris dengan rapinya. Udara terasa sejuk ketika berhembus dengan tenangnya.
Terdengar komando seorang siswa yang berdiri lebih depan dari antara semua siswa. “hormat grak” ucapnya berteriak dengan lantang dengan suara rendahnya.
Bendera merah putih di naikkan dengan perlahan sambil di iringi lagu indonesia raya. Dengan nada suara yang beragam di pandu oleh satu orang suara itu terdengar begitu indah dan penuh kebanggan.
Panas dan terik matahari tidak melunturkan semangat para siswa untuk bernyanyi dan memberikan hormat pada para pahlawan yang rela berkorban untuk memerdekakan bangsa indonesia, mita menatap ke arah bendera yang sedikit lagi sampai pada puncaknya walau sedikit silau yang ia rasa.
“mit jangan lo plototin tuh matahari”bisik alia pada mita yang berada didepannya.
Seakan tidak mendengar mita menundukkan pandangannya lagi lalu menatapnya lagi. Buset nih anak, dia pikir mata di jual eceran.
“tegap grak” teriak pemimpin barisan.
Mita tidak lagi melihat ke atas namun menatap lurus ke depan dengan tenang. “ mendengarkan kepala sekolah menyampaikan pesan dan menghimbau.
10 menit berlalu upacara akhirnya selesai juga mita dan yang lainnya berjalan meninggalkan lapangan dengan penuh keringat. Alia sepanjang jalan terus mengipas dirinya menggunakan topi miliknya tentu saja tidak lepas dari keluh kesah.
“diem kaleng rombeng, lo berisik banget!”ucap agus kesal dibelakang alia.
“sirik tanda tak mampu” ucap alia mengibaskan rambutnya tepat di muka agus.
__ADS_1
Mita menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dan memilih melangkah maju di samping raden. Merasa ada yang menghampirinya dari belakang raden melihat ke arah samping dan menjumpai mita berdiri di sampingnya.
“maklum kaleng rombeng ketemu kanalpot”ucap raden membesarkan suaranya untuk di perdengarkan kedua temannya itu.
“IKAN SARDEN!” ucap alia dan agus dengan ketus sambil berteriak dan hal itu memancing siswa di sekeliling mereka bahkan pak yantopun merasa kesal.
“kalian ini hais mau bapak hukum kalian!!”teriak pak yanto pada mereka dari kejauhan.
Saling melirik satu sama lain dengan cepat berbalik arah membelakangi pak yanto dan berjalan cepat pergi meninggalkan tempat itu. Pak yanto yang merasa tidak di pedulikan oleh anak muridnya merasa kesal sampai ingin meledak.
“wis gila sih gue pastiin kepalanya pak yanto berasap”ucap alia terkekeh.
“pak yanto kayak ada dendam kusumat sama kita”ucap ucok.
“mungkin bapak kangen hukum kita”ucap mita diluar akal pikiran mereka yang sedang kesal.
Alia mengetuk kepala mita kesal. “he bego tuh bapak lagi emosi, kesal kayak nggak di jatah sama istri”ucap alia melotot garang pada mita.
“ish kok alia bicaranya jorok,itukan urusannya pak yanto sama istrinya. memangnya alia sudah tanya pak yanto kebenarannya?” alia yang mendengar itu ingin rasanya melemparkan mita di kolam ikan yang mereka lewati.
__ADS_1
“al lo berani kagak tanya soal gitu sama pak yanto, kan harus ada kebenarannya” ledek miko menaik turunkan alisnya.
“ ogah yah! Itu namanya habis keluar dari kandang singa menyerahkan diri ke tangan malaikat”ucap mita menginggat mereka yang baru selamat dengan hukuman oleh pak yanto waktu itu. Kalau bukan kepintaraan mita yang kelewat batas mungkin mereka bakal di hukum sejadi-jadinya oleh pak yanto, dan hal itu sangat ia syukuri mita membuat pak yanto sakit kepala.
Setelah mereka melewati lorong yang panjang dan menaiki tangga mereka sampai didepan kelas 11 ipa 2 yang merupahkan kelas mereka.
Pukul sebelas lewat lima belas detik
Bell berbunyi dengan nyaringnya menandakan untuk mengisi perut mereka. Mita membereskan bukunya dan menaruhnya di laci dan mengajak yang lainnya untuk ke kantin
“boleh ikut nggak?”tanya tasya menarik ujung baju mita dengan wajah berharap.
“ikut-ikut aja kali nggak usah minta izin segala”ucap agus kesal dengan sifat tasya yang ingin di perhatikan dan di kasihani.
“benar yang di bilang agus. Lo kalau mau ikut, ikut aja kali nggak usah minta izin segala. Santai”ucap ucok yang mulai risi dengan sifat seperti ini.
“maaf semua, di sekolah lama ku dulu mereka tidak ingin berteman denganku tapi saat mereka tahu aku orang yang berada mereka mendekatiku”ucap tasya merubah cara bahasanya sambil mata berkaca-kaca.
Mita merasa tersentuh dengan cerita tasya lantas menarik pelan tangannya untuk menyuruhnya menggangkat wajahnya. “ kami beda kok, tasya jangan sungka seperti itu lagi”ucap mita penuh kelembutan di setiap kalimatnya.
“terimakasih mita, gue harap kita bisa berteman baik”ucap
tasya memeluk mita sebentar.
“ini mau makan apa acara peluk-pelukkan”canda raden mencairkan suasana.
__ADS_1