Haluku Adalah Takdirku

Haluku Adalah Takdirku
PERASAAN INI MENYIKSA KU


__ADS_3

 mita memandang langit-langit kamarnya dengan perasaan campur aduk. Anak yang hilang akibat kecelakaan, apakah dirinya masih begitu penting untuk kedua orang tuanya ataupun saudara-saudarannnya? Namun mita tidak bisa menginggat apakah ia memiliki suadara. \ 


Di pagi hari yang cerah dan indah Mita menghembuskan nafasnya lelah. “masih pagi mita! Ya ampun” ucap mita pada dirinya sendiri.


Kemudian mita bangkit dan duduk serta berdoa terlebih dahulu.


“tuhan mita bersyukur untuk pagi yang indah ini, mita bersyukur tuhan sudah menjaga dan melawat mita. Mita akan beraktivitas jaga dan sertai mita, didalam nama Tuhan Yesus haleluyah, amin.” Lalu mita bangun dan melipat selimut dan merapikan bantal-bantal.


Terdengar ketukan dari luar. “mita sudah bangun bunda” ucap mita.


“ kamu tidak apa-apa nak? Kalau masih ingin istirahat bunda izinkan ke sekolah” ucap bunda jesika khawatir.


“ mita tidak apa-apa bunda” ucap mita tersenyum membuka


pintu kamarnya.


Jesika mengelus puncak kepala mita. “ ya sudah sana mandi”.


“baik bunda” setelah itu mita menutup pintu kamarnya dan berjalan ke arah kamar mandi.


Kini mita telah selesai memakai seragam sekolahnya dan duduk di meja rias mini miliknya dan menatap dirinya dalam pantulan cermin didepannya. “ semua akan baik-baik saja” mita mengambil sisir miliknya dan mulai menyisir rambut indahnya dengan perlahan.ia tidak ingin kambu seperti tadi malam.


Mita menghembuskan nafasnya gusar mencoba menyelami hati dan pikirannya yang tidak berjalan bersamaan. Mita mulai mengingkat rambutnya namun tak terlihat senyum di wajahnya.


“ melelahkan” mita berbalik menatap boneka miliknya. Lalu mita berdiri lalu lari menerjang boneka miliknya dan memeluknya.


Mita menenggelamkan wajahnya pada boneka miliknya,


mengatupkan mulutnya dengan rapat. Gemuruh di dalam hatinya makin besar ,mita mengepalkan tangannya menahan gejolak pada dirinya. “ a-aku a-ku baik- b-aik saja” bahu itu mulai bergetar seakan akan runtuh pertahanannya.


“ ak-u ba-ik b-aik saja” ucapnya lagi menahan tanggisnya.


Ketukan pintu terdengar dari luar mita tidak menjawabnya karena ia tidak ingin menjawabnya. “ nak?” panggil jesika dari luar.


Tidak ada jawaban dari mita. “ menangislah nak, dan setelahnya jangan pernah mengingatnya dan merasakannya lagi. Masih ada ayah dan bunda untukmu, masih ada teman-teman yang menyayangimu. Berbahagialah nak bahkan saat keadaan ingin menjatuhkan mu”.


“apa-apaan p-erasaan ini!” mita memukul-mukul dadanya.“sesak”sambungnya lagi. Mita tidak lagi menahan tangisannya, tangisan itu menggema ke seluruh ruangan tangisan yang menyayat hati.


“ aku tidak tahu harus apa sekarang, aku binggung, aku a-ku tidak tahu harus apa” mita meringkuk memeluk lututnya sambil menangis. Tiba-tiba sekelebat ingatan muncul dalam kepala mita.


Mita kecil berlari kencang dengan kedua kaki kecilnya mengejar dua orang laki-laki yang lebih besar darinya. “ ayo dek cepat nanti kakak tinggalin loh”ucap seorang anak laki-laki berpakaian kemeja hitam.


```

__ADS_1


“hahahaha, kamu terlalu kecil” seorang anak laki-laki lainnya yang berpakaian kemeja putih menertawakannya.


```


Mita mengeratkan pelukannya pada kedua lututnya.


“caka culang itakan maci kecil harusnya ita enang dong” ucap mita kecil meraju pada kedua kakak laki-lakinya.


Nafas mita mulai tidak beraturan mengingat kejadian-kejadian itu. Mita berusaha meraih handphone miliknya yang tidak jauh darinya, namun tak sampai.


“ ita sehat-sehat terus ya, biar bisa main sama kakak lagi” ucap anak laki-laki berkemeja hitam. “caka mau te mana?”tanya mita kecil sedih.


Anak laki-laki berkemeja hitam itu hanya tersenyum dan


memeluk adik perempuannya. “ ita sama kakak liam ya , kakak odan mau ketemu sama kakak el. Dadada ita” setelah mengatakan itu anak laki-laki itu berlari dan tidak berbalik lagi.


“cakaaaa....caakaaa ita ikut” mita berlari mengejar walau terus terjatuh. “caka j-angan, i-ta -ikut” mita terjatuh hingga berdarah namun terus melihat kearah sang kakak yang berlari menjauh.


“kakak...” mita meremas dadanya kuat ingatan itu terlalu menyakitkan untuknya.


“anak bunda pintar, sudah ya nak jangan menangis terus kita susul kakak kamu, mungkin masih sempat” ucap seorang perempuan yang berumur memeluk mita.


“unda c-aka ja-hat ca-ma ita” mita terus menangis bahkan saat di obati mita hanya menangis dan tidak merintih kesakitan.


“ tuan nyonya mari mobilnya telah siap”.


“ bangaimana jika nanti liam akan berangkat juga? Memikirkannya saja ayah pusing” ucap seorang pria paru baya yang begitu berkharisma.


“ pulangkan salah satunya yah, supaya ita juga ada yang jaga dan menemani” ucap perempuan tersebut."semuanya sedang di didik yah, Jangan membuat liam harus pergi juga"sambungnya


Pria tersebut menghembuskan nafasnya. “ nanti ayah akan pikirkan”.


Terdengar ketukan kencang dari arah luar. “mita? mita?” panggil jesika keras dari arah luar.


“ TUAN!! NYONYA REMNYA TIDAK BERFUNGSI!”teriak seorang sopir yang mengemudikan mobil tersebut.


“ sayang bangaimana ini” ucap perempuan tersebut memeluk kedua anaknya.


“ unda kenapa”tanya mita tersenyum pada bundanya.


“tidak apa-apa kok, sini kakak peluk” mita melepaskan pelukannya pada bundanya dan memeluk kakaknya. Mobil mulai tidak terkendali.


“tuan maafkan saya, nyonya maafkan saya, saya lalai memeriksa keadaan mobil” ucap sopir tersebut mencoba sebisa mungkin mengendalikan mobil.

__ADS_1


“ jangan menurunkan kecepatan! Jika begitu kita akan mundur kebelakang bisa jadi hal yang lebih bahaya!” perintah pria tersebut merasa khawatir sambil memperhatikan keadaan di belakang mobil.


“sayang gawat ada truk dan bus dari arah atas dan bawah” pria tersebut berbalik dan melihat ke arah belakang dan menatap ke arah jalan berbelok yang bisa mereka lihat dari posisi mobil sekarang.


“tuan kedua kendaraan tersebut tidak memelankan lajunya malah mempercepatnya”.


```


“mita nak kamu tidur” suara jesika terdengar kembali sayup-sayup pada telinga mita.


“unda-ita idak mau” ucap mita dengan suara yang kecil dan bergetar.


Mita melihatnya lagi memori yang terlupakan.


```


“maafkan aku sayang, ini semua karena ku. Seharusnya aku meminta pengawalan”ucap pria tersebut memeluk istri dan kedua anaknya dengan erat.


“pak hantamkan mobilnya pada palang jalan”sambung pria tersebut dengan yakin.


“baik tuan”


Ketika bus dan truk tersebut sudah dekat seakan ingin menghimpit mobil itu dengan cepat sopir tersebut membanting setir dengan cepat hingga bus dan truk tersebut terbentur dengan kencang. Mobil yang ditumpangi keluarga bahagia tersebut dengan kencang menghantam palang jalan hingga mobil tersebut hancur.


Seorang anak kecil terlempar keluar melalui kaca bagian depan. Pegangan dan pelukan itu terlepas. Bayangan kedua orang tuannya yang tidak bergerak dan berdarah serta kakak laki-lakinya yang ikut bersamanya terlempar namun sopir tersebut masih bisa menangkap ujung baju kakaknya.


“itaaaa”ucap anak laki-laki itu lemah ketika tidak bisa menggapai tangan adiknya.


Gelap, dingin, sakit. Mita mulai menggigil merasakan memori itu, rasa tak berdaya yang ia lihat membuat suaranya tercekat untuk menjawab bundanya yang berteriak panik memanggilnya.


“inikah memori itu” mita tidak bisa bernafas. “mereka terluka, m-ereka terluka ka-rena a-ku. A-ku ya-ng me-mbuat me-reka seperti ini. Ma-afkan aku bu-nda a-yah” sambung mita menangis dengan kesadaran yang mulai hilang.


Pintu terdobrak mita menatap pria memakai kemeja hitam yang berdiri dengan nafas tersegal-segal mita merasakan semuanya menjadi buram tak terdengar suara-suara yang memanggilnya lagi hanya suara orang-orang yang dirindukannya.


“ita ayo makan bunda sudah masak loh”.


“ita jangan lari-lari kakak el capek" seorang anak kecil berpakaian kemeja putih sedang mengejar seorang anak perempuan yang begitu manis.


"ita kakak wili pergi dulu ya, kamu jangan nakal dengar-dengaran dengan kakak odan dan kakak el, dadadada ita" seorang anak melambaikan tangan dengan seragam sekolah.


“tidak apa-apa kok, sini kakak peluk”


“ita sama kakak wili ya , kakak odan mau ketemu sama kakak el. Dadada ita”

__ADS_1


“ kakak odan, kakak datang ya?” setelah itu mita menutup matanya sambil melihat seorang pria berkemeja hitam yang berjalan ke arahnya dengan terburu-buru.


“iya kakak datang sayang”


__ADS_2