Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 11


__ADS_3

Dua bulan kemudian


tak terasa waktu cepat berlalu. saat ini cahaya samar-samar masuk melalui celah jendela. mengusik Selly yang masih tertidur pulas.


bughh...


suara benda terjatuh menggema di penjuru ruangan itu. ternyata Selly jatuh dari sofa dalam posisi terlentang, dia menggeser tubuh nya tanpa menyadari saat ini dia masih tidur di sofa depan tv.


"sshh "desis Selly sembari memegangi pinggangnya yang terasa berdenyut bukan hanya pinggang tapi kepalanya juga ikutan benjol terbentur meja tv.


dengan perlahan Selly mencoba untuk duduk kembali dalam kesadaran yang belum penuh.


"kenapa aku bisa jatuh dan tertidur di sofa sih?"gumam Selly sembari mengucek matanya.lantas memandang ke sekeliling ruangannya dan berakhir di sofa yang di dudukinya.


Selly pun bergegas berdiri lalu berjalan ke arah pintu kamarnya, lalu dia masuk kedalam kamar mandi.


setelah selesai mandi Selly pun keluar dari kamarnya dan sudah bersiap untuk berangkat kuliah.


dilihat Andri juga sudah ada di meja makan sedang fokus mengecek pekerjaan lewat gadgetnya.


"mas, kenapa kau tidak memindahkanku ke kamar? tega kau padaku,"gerutu Selly sambil mengambil roti untuk dia sarapan.


Andri menatap tajam istrinya yang pagi-pagi sudah menggerutu padanya.


"berhentilah mengomel, buatkan aku sarapan karena aku juga lapar."seru Andri membuat Selly menganga di buatnya.


lalu mereka sarapan dalam diam karena Andri memang sangat dingin sekali.


"makan lah dengan cepat,aku sudah tidak ada waktu lagi."Andri memandang jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya. karena hari ini ada meeting penting di kantor nya.


Andri pun melangkahkan kakinya menuju lift karena sudah hampir terlambat.


"tunggu!"teriak Selly


"ada apa lagi, waktu ku tidak banyak kalau masih lama kamu bisa naik taksi atau ojeg,?kalau ada yang mau dibicarakan tunggu aku pulang kerja saja.dan kalau sepulang kuliah tolong ambilkan pakaian kotor ku dan antarkan ke tempat laundry,jika tidak sempat sepulang kamu bekerja saja."terang Andri sebelum akhirnya masuk ke dalam lift,dalam hitungan detik pintu lift sudah tertutup.


"hei kenapa aku di tinggal sih"sergah Selly tapi pintu lift sudah tertutup jadi terlambat sudah.


Selly masih berdiam diri si tempatnya, berusaha mencerna apa maksud dari kata-kata Andri tadi.


perlahan Selly baru menyadarinya dan dia pun kembali ke kamar nya dan menguncinya.

__ADS_1


"dasar pria menyebalkan,kenapa enak banget main perintah saja,"gerutu Selly sepanjang jalan.


Selly pun langsung naik ke ojeg yang sudah dia pesan menuju kampus nya.


sampai di kampus dia bertemu dengan Indri adik iparnya, Selly orang yang enggan bercerita tentang pribadinya jadi orang melihatnya terlihat baik-baik saja.


"apa kau hari ini bekerja? tanya Indri


"sepertinya hari ini aku agak datang telat ke cafe."sahutnya


"kenapa? tanya Indri lagi


"kakakmu menyuruh ku untuk membawa pakaian kotornya ketempat laundry,"ujar Selly yang merasa kesal di pagi ini.


"hari ini mau tidak di antar? kenapa jidat mu? apa kalian bertengkar? selidik Indri


"hah, bertengkar dengan siapa? jidat ku tadi pagi terbentur meja karena aku jatuh dari sofa."ungkap Selly


mereka berdua mengakhiri perbincangannya karena masing-masing harus masuk ke kelas mereka.


Selly nampak sedikit bermalas-malasan hari ini, karena pinggang dan kepala nya masih terasa nyeri.


sampai di apartemen dia masih sangat kesal kejadian tadi pagi.


"Andri,kau memang pria menyebalkan sekali."Selly melemparkan kantong makanan ke sofa untuk meluapkan emosi nya.


dia tidak terima di perlakukan seperti ini oleh Andri,nanti malam jika sudah pulang bekerja dia akan membuat perhitungan dengan suami nya itu.


wanita muda itu lantas memilih keluar dari apartemen itu dengan membanting pintu nya kuat-kuat, tidak lupa dia membawa pakaian Andri yang akan di laundry. bukankah dia orang kaya? kenapa pakaian habis di pakai tidak di buang saja?


setelah membawa pakaian kotor ke laundry, Selly kembali masuk ke apartemennya lalu menghempaskan tubuhnya kembali ke atas ranjang.


hari ini benar-benar suasana hatinya sedang buruk, bahkan dia tidak ingin berangkat ke cafe.


"lihat saja aku akan membuat perhitungan,"ancam Selly dengan geram.


baru saja hendak memejamkan matanya, ponsel nya berbunyi berkali-kali.


"hallo, siapa nih? sentak Selly dengan suara kesal nya tanpa dia lihat siapa yang menelepon dirinya.


"Selly, ada apa dengan mu? kenapa tidak datang ke cafe hari ini dan kenapa juga kamu marah menerima telpon?ternyata Bu Ida yang menghubungi dirinya.

__ADS_1


Selly pun terbelalak mata nya setelah melihat kalau yang menelpon adalah ibu Ida.


"bunda ? ujar Selly sembari menelan Saliva nya.


"kamu kenapa marah-marah? apa kalian bertengkar? tanya ibu Ida dengan nada khawatir. dia cemas karena hari ini Selly tidak ada tanda-tanda datang ke cafe.


selly pun menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.


apa dia harus menceritakan masalah rumah tangganya yang tidak ada perubahan sama sekali.


"tidak Bun, Selly hanya kaget saja kok.soalnya barusan sedang tidur pulas tadi sepulang kuliah kepala Selly agak pusing."sahut Selly sambil meringis, tidak tahu kenapa nasibnya seperti ini.


"ya sudah lanjut kan saja istirahat mu, maaf bunda sudah mengganggu"ujar Bu Ida


"iya bun, maaf ya dan besok Selly usahakan akan datang ke cafe."sahut Selly lalu mematikan sambungan telponnya dan kembali merebahkan badan nya lagi di kasur.


malam harinya .


Andri melangkah kaki nya masuk kedalam apartement mereka berdua.


tangan nya memegang kantong makanan berisi makanan.


ada rasa tidak enak ketika tadi pagi meninggalkan istrinya berangkat kuliah sendiri.


kenapa sangat sepi? dimana Selly berada? kondisi rumah sangat gelap.


hentakan kaki di unitnya itu terdengar cukup jelas di telinga Selly yang masih meringkuk di kasur kamarnya.


lalu Andri mengetuk pintu kamar Selly berkali-kali tanpa ada jawaban dari si penghuni kamar tersebut.


"Selly.!!"seru Andri tanpa menghentikan ketukan di pintu kamar istrinya itu


"pergilah aku sedang ingin sendirian,"seru Selly dari dalam kamarnya tanpa membukanya pintu untuk Andri.


"aku membawakan makanan untuk mu,kalau kau belum merasa lapar aku simpan di atas meja makan ya? ujar Andri lalu meninggalkan kamar Selly dan masuk ke kamarnya sendiri.


Andri berpikir ternyata lama-lama Selly semakin tidak membutuhkan dirinya.


hari ini jatah dia harus pulang kerumah Karin istri pertamanya , selly belum mengetahui kalau dia adalah yang kedua.


dengan keadaan tubuh yang masih sangat lemas, Selly pun keluar dari kamarnya dia berjalan mengendap-endap lalu menuju meja makan untuk memakan makanan yang di bawa Andri.

__ADS_1


__ADS_2