Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 30


__ADS_3

pekerjaan selesai dengan cepat Selly keruangan Indri karena dia sudah hampir telat kekampus.


"gara-gara dia mengganggu waktu kerja ku jadi telat kan? gumam Selly lalu dia mengetuk ruangan Indri.


"ayo, telat nih? seru Selly dan Indri pun menghampiri kakak iparnya tersebut.


"apa kau bisa membawa motor? tanya Indri


"tentu, berikan kuncinya biar aku yang bawa"ujar Selly


"sebentar sekalian aku ambil helm dan jaket dahulu"terang Indri dan Selly mengeluarkan ponsel untuk mengirim pesan ke suaminya.


tiba-tiba dia bingung karena dia tidak menyimpan nomor telepon suaminya. tiba-tiba ada pesan masuk ke ponsel Selly


"hati-hati dan jangan nakal"isi pesan tersebut membuat senyum Selly mengembang.


lalu kontak tersebut di save nya dengan nama kontak pria aneh.


dan dia pun terkekeh geli ketika menyimpan nomor tersebut.


"ayok dari tadi aku perhatikan kamu ketawa saja sendirian, apa otak mu agak bergeser sedikit? tanya Indri sambil terkekeh geli.


"ngga ada hanya sedang bahagia saja,emang tidak boleh? timpal Selly yang berjalan dengan cepat menuju parkiran motor.


Selly belum tahu motor yang dia bawa ini adalah milik suami nya sendiri.


"wow keren banget,"seru Selly lalu langsung naik ke motor tersebut tidak lupa menggunakan helm.


"pegangan yang kuat, motor seperti ini jika jalan perlahan tidak enak"ujar Selly yang membuat Indri pun memeluk kakak iparnya tersebut.


motor di jalankan awalnya pelan pas keluar dari gedung perkantoran tapi setelah masuk jalan raya jangan tanya Selly melajukan dengan sangat kencang.


bahkan Beberapa pengendara mobil mengumpatnya dengan kesal.


"kenapa aku seperti kenal dengan motor tersebut? dan wanita yang dibelakang seperti Indri anak ku"gumam papanya Indri


dan benar setelah lampu merah mobil dan motor mereka pun sejajar.


papa indri langsung turun dan menjewer telinga menantunya itu.


"aw aw sakit pah,maaf kita sudah telat nih"mohon Selly lalu mertua nya melepaskan tangan dari telinga Selly.


"bisa tidak kalian hati-hati dan ngga harus ngebut di jalan"perintah papanya Indri pun di jalani oleh Selly dia membawa motor pelan bahkan membuat Indri kesal.


"cepat kita telat? seru Indri

__ADS_1


"gimana mau cepat, ngga lihat di belakang papamu mengikuti kita"bentak Selly dan Indri pun menoleh kebelakang ternyata mobil papanya mengikuti nya.


ketika Selly bisa menyalip mobil di depannya ternyata mertuanya tidak bisa mengejar dia karena terhalang lampu merah.


"ayo kebut Selly? teriak Indri dan mereka berdua tertawa bahkan sampai lupa kalau ada yang mengikuti mereka.


"Lo liat ngga selain mobil papa mu, ada mobil yang mengikuti kita juga"ujar Selly


"mana yang warna merah itu? tutur Indri


"iya dia mau mepet kita ngga bisa-bisa"terang Selly lalu dia berbelok di depan karena sudah masuk gerbang kampus.


"gue kenal mobil itu jadi nanti kita tanya hary aja"ungkap Indri


lalu mereka masuk kedalam kampus dan mereka beda fakultas jadi Selly berjalan di belakang Indri karena dia takut adik iparnya ada masalah.


"kita berpisah di sini nanti tunggu aku di kantin? ujar Selly dan Indri pun masuk kedalam kelasnya.


tidak lupa memberi kabar ke hary tentang kejadian tadi di jalan.


begitu pun dengan Selly mengabari suaminya kalau sudah sampai di kampus.


Selly menyimpang ponselnya karena dosen sudah masuk kedalam kelas.


jam kuliah selesai mereka berkumpul di kantin ternyata Rini juga datang kekampus Selly dan Indri karena Indri yang memintanya.


"tadi Lo yakin itu mobil sepupu gue? tanya hary


"iya kan itu Hadiah dari bokap gue? timpal Indri


"semalam gue udah lihat semuanya dan seperti nya nanti jam 3 dia ada janji di hotel xx. apa kalian mau ikut? tanya hary


"apa ngga Masalah kalau kita ikut? gue takut dampaknya ke Indri pasti saudara Lo makin membencinya"ungkap Selly


Hary dan yang lainnya semakin paham dan tidak akan melibatkan Indri dan juga Selly.


tapi hary sedikit khawatir pasti Karin akan terus mengikuti Indri sampai benar-benar Indri celaka.


"sebaiknya tidak usah membawa motor lagi, atau lebih baik kalian di antar sopir aja"perintah hary


"kenapa? tanya Indri


"gue yakin dia masih mengejar Lo sampe bener-bener Lo terluka"ungkap Hary yang membuat Rini bergidik ngeri mendengarkannya.


"ya sudah habis ini kalian hati-hati aja, "timpal Farhan

__ADS_1


"iya dan gue usahakan kalau kemanapun ngga sendirian "jawab Indri karena dia juga yakin Karin akan selalu mengincar dirinya.


padahal mereka adik ipar tapi entah kenapa begitu saling membenci.


apa karena Indri tahu kebejatan Karin sehingga Karin membencinya juga.


begitu banyak pertanyaan dari dalam hati Selly tapi coba dia diam saja dan cukup pelajari saja.


jadi jika nanti dia dapat masalah juga bisa jadi pelajaran dia menghadapi Karin.


kenapa wanita seperti Karin tidak pernah ada rasa bersyukur dengan apa yang dia punya.


karir bahkan dia merasakan hidup enak dari kecil beda dengan Selly yang harus bersusah payah dulu.


"Rin, kita ketempat gue aja ya? ajak Selly


"iya tapi kita beli makanan dulu ya? timpal indri lalu mereka berjalan meninggalkan kampus dan Indri meminta kiki untuk mengambil motor kakaknya di kampus.


selama perjalanan baik Indri,Selly dan Rini nampak sedang berpikir..mereka hanyut dalam pikiran masing-masing bahkan Selly lebih banyak diam.


"kita beli makan dimana? tanya Rini memecahkan lamunan mereka berdua.


"Padang aja yak? ajak Selly


"yuk ada kali setahun ngga makan nasi Padang"seru Rini


Indri hanya diam saja dan berpikir pasti makanan yang mereka rekomendasikan pasti enak.


sekalian kita jalan aja ke toko buku biar ngga tegang banget ini otak"seru Selly dan yang lain pun menyetujuinya.


sampai di tempat rumah makan nasi Padang yang sangat sederhana membuat Indri menatap Rini.


"udah masuk aja, pasti kenyang dan nikmat loh"tutur Rini dan akhirnya Indri mengikuti mereka berdua masuk.


Selly memilih beberapa menu yang wajib indri coba karena Selly tahu ini pertama kalinya Indri masuk rumah makan Padang.


menunggu makanan di sajikan Indri melihat teman nya memakan krupuk sangat lahap sekali.


"coba jangan meljhat aja nanti Lo ileran? ledek Rini dan indri mencoba mencicipi


"asin tapi enak"ucap Indri


"kalau nanti makan di barengi nasi lebih enak lagi "timpal selly


makanan yang di pesan beserta teh manis sudah di sajikan mereka mulai memakan dengan lahap nya bahkan tidak melupakan kerupuk kulit.

__ADS_1


__ADS_2