
Indri nampak duduk di pinggiran ranjang milik Rini, dia melihat ponselnya hanya ada chat dari Hary saja.
"apa kak Andri tidak merindukan Selly? apa benar-benar yang dikatakan selly ternyata hanya sesaat saja dan waktunya tiba kak Andri akan melupakannya,"lirih Indri lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
banyak pesan yang di kirim Hary belum di jawab oleh indri,.sampai akhirnya dia menjawab nya.
"aku di rumah Rini, baru selesai mandi dan maaf baru kasih kamu kabar,"jawab chat Indri untuk Hary.
"sharelock ya aku akan kesana."ujar hary dan Indri mu mengirim alamat rumah Rini.
Rini keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sangat segar.
"Rin, Hary mau mampir kesini..apa boleh? tanya Indri ragu-ragu
"boleh saja, nanti kita ijin sama ibu ku. tapi kita tidak bisa sampai terlalu malam ya."ujar Rini sambil tersenyum.
"aku paham kok."Indri pun tertawa.
lalu mereka keluar dari kamar dan bergabung dengan Bu Marin.
"Bu nanti teman kampus Indri ada yang mau mampir, apa boleh? indri meminta ijin dengan Bu Marin
"boleh tapi ingat jangan sampai larut malam ya, maklum disini ibu-ibu nya pada usil."terang Bu Marin
"makasih ya Bu."ucap Indri tulus.
lalu pintu ruang tamu ada yang mengetuk dan Bu Marin bangkit dari kursinya
"biar ibu saja yang membuka pintu tersebut kalian lanjutkan makan saja."perintah Bu Marin.
"iya Bu jawab Indri dan Rini bersamaan.
Bu Marni pun berjalan menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.
"masakan ibu mu sangat enak, seperti masakan Selly."seru Indri
__ADS_1
"iya Selly banyak belajar dari ibu ku termasuk kue,"jawab Rini.
Mereka asyik melahap makanannya dengan berbagai komentar.
Bu Marin melangkah masuk ke ruang makan di ikuti Hary di belakangnya.
"ayo, nak Hary pasti belum makan kan? mari coba masakan ibu walau sederhana semoga rasanya masih nikmat ya,"ujar Bu Marin sambil memberikan piring ke Hary.
sedangkan Hary belum pernah merasakan hal seperti ini agak menghangat hatinya.
karena dirumah dia tidak pernah merasakan makan bareng dengan keluarganya.
"ayo di ambil jangan bingung."seru Rini
"apa tidak merepotkan Bu? tanya hary yang masih sungkan
"tentu tidak bahkan ibu sangat senang kalau kalian sering makan bersama di sini,jadi Ramai."tutur Bu Marin.
lalu Hary mengambil makanan tersebut dan mencoba nya walau nampak aneh di lidahnya tapi rasanya sangat nikmat sekali bahkan ingin nambah cuma malu.
"ayo kak Hary nambah saja,"pinta Rini yang menyodorkan beberapa menu ke arah Hary
"kalau masih mau ngga apa-apa kalau mau nambah,"Indri mengatakan tersenyum sambil tersenyum manis.
lalu Hary pun mengambil makanan tersebut dan kembali melahapnya.
"Tante kalau aku pesan untuk makan siang dan malam boleh? aku ikuti menu Tante saja,"pinta Hary
"untuk sarapan pun bisa kok, kamu mau ambil langsung atau mau via delivery ojeg online juga bisa nanti ibu tinggal antar tapi lebih baik jika makan malam kita berkumpul semua saja di sini,gimana? tanya Bu Marin.
"boleh tuh, jadi kita semua bisa merasakan masakan seorang ibu lagi,"canda Indri yang memang mama nya selalu sibuk.
"hahahahaha bisa aja, nah nanti Tante tinggal hitung saja perharinya berapa untuk makanannya,"ujar hary
"tidak usah, ibu masakin untuk kalian ikhlas kok. kamu belanja bahan-bahannya saja ya. ibu tinggal memasak saja, bagaimana? tanya Bu marin
__ADS_1
"ya jangan begitu Bu pasti masak akan lelah kan Bu? ujar hary
"masak itu hobi jadi mau masak sebanyak apapun pasti tidak akan lelah,"terang Bu Marin
Hary pun mengerti dan menatap wajah Bu Marin seperti pernah mengenalnya.
"apa Tante pernah bekerja di rumah seseorang? wajah Tante pernah aku lihat, dulu aku sering bermain kerumah tetangga sebelah ku.dia mempunyai anak yang sangat lucu sekali, nama Tante itu kalau ngga salah Tante celin iya Tante celin tapi semenjak anaknya menghilang aku tidak pernah mengunjungi nya lagi."ungkap Hary .
kening ibu nya Rini mengerut seolah sedang mengingatnya
"jadi kau nak Hary kecil? apa benar ini kamu nak?"Bu Marin seolah tidak percaya sudah hampir 15 tahun yang lalu tapi hary masih mengingatnya.
"iya bik, apa bibi sudah ingat. karena masakan bibi yang kembali mengingatkan ku."ungkap hary dan memeluk Bu Marin.
"terimakasih nak, kamu masih mengingat bibi."Bu Marin mengusap airmata yang menetes di pipinya.
"oh ya apa kabar nya sepupu mu itu? Karin iya Karin."tanya Bu Marin.
"baik dan sudah menikah..apa bibi dengar kabar tentang Selly? tapi bik apa bibi kenal dengan Selly temannya Indri dan Rini? dia sangat mirip dengan Selly ku."ungkap Hary
"kamu sudah yang kesekian orang mengatakan itu, tapi Selly ini seperti tidak mengingat kalau dia Selly kita pasti akan mengenali kita."terang Bu Marin.
"apa kemungkinan dia lupa sebagian ingatnya bik? apa di culik dia tidak di berikan obat bius atau obat tidur mungkin? atau barangkali dia sempat kecelakaan."Hary sekedar beropini karena di lihat dari ciri-cirinya itu Persis Selly teman kecil nya.
"dulu iya katanya Selly sempat tertabrak motor Bu, dia yang cerita sendiri itu sampai koma 4 bulan Bu.
apa mungkin itu yang menyebabkan dia lupa ingatannya kembali, pantas saja dia ingin masuk kedokteran. apa lagi kadang kalau dia ingin bercerita masa kecilnya pasti dia mengeluh sakit di kepalanya itu."penjelasan Rini membuat hary semakin penasaran saja.
"ayo kita ketempat Selly sekarang."ajak Hary yang berdiri dari kursinya
"duduklah, ada yang tidak kau ketahui tentang Selly."ucap Indri datar dan dingin
Indri pun menatap wajah Rini dan Rini memberi kode dengan anggukan kepala.
"hmmmm( Indri menarik nafasnya) Selly adalah istri kedua kakakku, dia menikah lima bulan yang lalu. Karin tidak mengetahui nya karena ini sama saja pernikahan kontrak saja karena kakak ku jatuh cinta dan ingin sekali menikah dengan Selly. entah apa yang di ucapkan kakak ku sehingga Tante Ida menyetujuinya apa karena Selly di kejar ayahnya untuk di paksa menikah dengan teman ayah nya dan di jadikan istri ketiga. hah miris sekali hidup Selly, dia membuka hati untuk kakak ku beberapa hari ini tapi yang ada dia menelan rasa kecewa yang sangat dalam."isakan tangisan Indri sangat memilukan dan Rini langsung memeluknya dan ikut menangis .
__ADS_1
bahkan Bu Marin menjadi sedih karena Selly hanya terikat kontrak dua tahun saja.