Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 17


__ADS_3

pagi ini Selly terbangun agak lebih pagi lagi, bahkan dia sampai membawa bekal untuk makan siang nya.


ini udah 3 hari dia tidak bertemu dengan suami nya, bahkan suami nya pun tidak memberi kabar apa pun.


"pagi,Indri ku sayang."sapa selly lalu Selly menyodorkan 2 kotak box lunch untuk Indri.


"apa ini kenapa sampai 2 kotak? tanya Indri


"satu untuk sarapan yang aku yakin orang seperti mu jarang ada waktu memikirkan perut, dan satu lagi untuk makan siang "terang Selly lalu meninggalkan ruang kerja Indri


Indri membuka kotak makan tersebut, nasi goreng dengan topping yang sangat lucu.


"hmmm, enak.. enak "sampai nasi goreng habis terus saja Indri mengucap enak.


"ternyata memang pandai masak, cuma mungkin kemarin dia malas saja."gumam Indri


lalu dia mengirim kan pesan ke Selly dan mengucapkan terimakasih.


"jangan lupa jam 11 nanti kau keruangan bos karena ada yang ingin dia tanyakan"perintah Indri lewat sambungan telpon kantor.


"oke ,siap aku akan keruangan si bos"sahut Selly lalu menutup panggilan tersebut.


dia melihat ke arah jam dinding berarti 15 menit lagi dia harus bertemu dengan bos nya itu.


Selly, sudah berada di depan ruangan bos nya, karyawan yang berpapasan dengan nya hanya menatap saja tanpa menyapa.


Selly tidak ambil pusing karena di bukan tipe orang yang ingin di puji.


"apakah di kantor ini orang tidak punya mulut untuk membalas senyuman."gerutu Selly


lalu dia coba mengetuk pintu ruangan tersebut,lalu mencoba masuk ke dalam.


berada di dalam ruangan membuatnya merasa lebih nyaman, tidak perlu bersembunyi dari tatapan karyawan yang menurut dia aneh.


Indri sangat Beruntung menurut Selly,karena terlahir dari keluarga kaya.


beda dengan dirinya bahkan sudah bisa makan saja sudah sangat beruntung.


Selly terus saja mengamati sekeliling ruangan bos nya tersebut dengan pandangan yang sangat jelas.

__ADS_1


"kenapa lama sekali? gerutu Selly lalu mencoba duduk di sofa yang ada diruangan tersebut.


ini hari ketiga dia bekerja tapi ini kali pertama bertemu bosnya itu.


hatinya sedikit berdebar karena takut pekerjaan nya ada yang salah.


Selly segera Merapihkan bajunya dan juga rambutnya ketika ada suara pintu terbuka.


mata Selly terbelalak lebar ketika yang dihadapannya seorang pria yang sangat amat bahkan cukup dia kenal, bahkan pria ini yang sedang dia hindari.


untuk apa dia masuk keruangan bos nya?


dengan cepat Selly menutupi wajah nya dengan berkas yang dia bawa tadi.


Andri pun menoleh ke arah sofa, alisnya bertautan melihat seorang wanita ada di ruang kerja nya.


"apa kau karyawan baru? kalau tidak salah sudah 3 hari kamu bekerja di perusahaan ini? tanya Andri suaranya terdengar berat dan tegas.


Selly menelan Saliva nya, dada nya berdegup sangat kencang mendengar pertanyaan dari suami nya itu.


bahkan darah nya langsung naik dan emosinya pun tiba-tiba datang begitu cepat naik ke ubun-ubun.


"satu lagi itu berkas simpan di atas meja saya, bukan untuk menutupi wajahmu, jika bekerja tidak memperlihatkan wajahmu sebaik nya kau memakai cadar saja?tukas Andri


lalu dengan perlahan Selly menurunkan berkas tersebut yang tadi digunakan untuk menutupi wajahnya.


"berhentilah memprotes, dan untuk apa kau ada diruangan atasan ku? Selly benar-benar sudah tidak tahan lagi akhirnya dia memperlihatkan wajahnya juga.


Andri pun kaget ternyata karyawan yang di maksud adalah istri nya. bahkan mata nya sampai membulat sempurna memang benar yang di hadapannya adalah istrinya sendiri.


"Selly? seru Andri dengan wajah terperangah, apa teman yang di maksud Indri adalah Selly istrinya? tapi apa mungkin Selly sepiintar ini, sangat tidak mungkin dalam hati Andri.


"katakan padaku dimana atasan ku? aku sudah hampir satu jam menunggunya bahkan sudah masuk makan siang sekarang. dia menyuruhku untuk jam 11 keruangan nya tapi tidak kunjung datang juga."tukas Selly sambil kembali duduk di sofa.


"atasan? bos mu?"Andri mengerutkan dahinya,apakah Selly tidak tahu kalau atasan yang dia maksud adalah dirinya, apa Indri tidak memberitahu ke istrinya Bahkan apakah papa dan mama nya juga sama tidak memberitahukan ke Selly kalau dirinya adalah atasan Selly.


Andri sudah tidak bisa berkata apapun karena dia akan sering bertemu dengan istrinya dikantor.


"untuk apa kamu mencarinya? tanya Andri

__ADS_1


"sudahlah tidak usah banyak tanya,katakan saja apa kau melihat nya? karena aku sudah lapar sekali,ini waktunya makan siang "gerutu Selly yang perut nya sudah memanggil minta di isi.


baru saja Andri ingin menjawab tiba-tiba ada ketukan pintu dari luar,terpaksa Andri diam.


"silahkan masuk? seru Andri


"siang pak? sapa Indri dengan sopan


"ada apa kau datang? tanya Andri


"aku hanya ingin menjelaskan, dia adalah teman saya yang akan bekerja dan menempati kedudukan Cici yang sudah resign, dan Selly kenalkan dia adalah pimpinan kita."terang Indri dengan wajah ceria dan memandang kedua orang tersebut yang berstatus suami istri.


Selly lalu menepuk jidatnya, dia tidak menyangka bisa satu kantor dengan suami nya tersebut.


bagaimana bisa kalau Andri adalah bosnya, apa yang akan dia lakukan sekarang?


di pandanginya Andri dengan tatapan tajam, kenapa dia tidak bilang dari tadi kalau dia adalah atasan Selly.


"Indri sebaiknya ikut aku? ada yang akan aku tanyakan dengan mu? Selly menarik tangan Indri keluar dari ruangan Andri.


"ada apa? tanya Indri sembari mengusap pergelangan tangan nya yang terasa nyeri akibat di tarik oleh Selly.


"kenapa Lo ngga bilang kalau atasan kita adalah seorang yang sombong dan sok ganteng itu? tanya Selly sambil berkacak pinggang.


"emang nya kenapa? apakah ada yang salah? ujar Indri dengan sok polos nya.


Selly memijit pelipisnya, lalu mengajak Indri untuk makan siang di kantin dan tidak lupa mereka mengambil kotak makan mereka terlebih dahulu.


"sebenarnya ada apa? harusnya Lo senang kalau bisa satu kantor dengan suami Lo? tanya Indri


"sudahlah gue lagi malas menjelaskan nya lebih baik kita makan saja?ajak Selly yang langsung berjalan berdua Indri masuk kedalam kantin.


di dalam kantin mereka banyak berpapasan dengan karyawan lain, mereka mulai menyapa Indri dengan ramah beda ketika dia tidak bersama Indri, orang-orang tersebut hanya menatap Selly dengan tatapan aneh.


"kenapa sekarang Lo pelit senyum dan ngga seramah kemarin? bisik Indri


"untuk apa? mereka hanya mencari muka saja, di depan mu mereka sangat baik sekali. tapi tadi ketika tidak ada Lo ? mereka gue senyum pada buang muka malah melihat gue itu dengan tatapan sinis.


jadi gue ngga butuh orang seperti itu, dan jangan sampai mereka tahu gue istri dari bos mereka. bisa-bisa tiap hari gue muntan berjamaah dengan pujian."ungkap Selly.

__ADS_1


__ADS_2