Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 20


__ADS_3

Sampai rumah makan sunda tujuan mereka, karena indri belum pernah memakan menu masakan sunda.


selly memilih beberapa menu seperti ikan bakar,tahu tempe, sayur asam beserta karedok dan sambal terasi andalan mereka.


"hai itu menu apa?tanya indri yang bingung dengan semua pesanan selly.


"tenang saja dan tunggu, kau akan nambah aku yakin itu"bisik rini, "bahkan kau akan lupa rasanya patah hati"


"patah hati?siapa yang patah hati? Apa kalian sudah laku? Selidik selly


"jangan sombong,mentang-mentang sudah punya suami. Ingat kita jauh paling terdepan."seru rini dan indri pun mengiyakan nya bahkan dia juga protes keras.


Tidak lama makanan datang , dari harumnya sangat menggugah selera mereka.


indri menatap nya penuh tatapan aneh. Lalu rini mengambil makanan tersebut untuk indri mencobanya.


Ternyata benar-benar lezat bahkan sampai nambah beberapa kali.lalu dia minta di pesankan lagi ayam bakar karena belum pernah mencobanya.


"makan malam apa bisa kita beli ini lagi?pinta indri yang terus menambah porsi makan nya.


"nanti kita belanja dan akan aku buatkan kamu ayam goreng lengkuas dan sambal bawang, itu menu wajib kamu coba"ujar selly yang sudah selesai makan.


selesai makan mereka langsung menuju supermarket untuk mengisi stok makanan yang di apartemen.


Terlihat selly mengambil beberapa ikan,udang bahkan daging


tidak lupa sayur-sayuran juga, dia berbelanja untuk stok beberapa hari kedepan.


"biar aku yang bayar tapi dengan catatan kau buatkan aku menu yang belum pernah aku coba."pinta indri, selly pun mengabulkannya karena selly sangat senang jika masakan di sukai banyak orang.


"sudah, ayo kita pulang. Aku akan memasak untuk kalian jadi nanti kalian tinggal menikmatinya"seru selly


"apa kalian semalam sudah bertemu?dan apa kau akan tetap bekerja bersama ku?pertanyaan indri menghentikan langkah kaki selly. Dan selly menjawab cukup dengan anggukan kepala saja.

__ADS_1


Lalu mereka bertiga melanjutkan langkahnya menuju parkiran. Sampai di parkiran sopir nya indri dengan cepat membukakan pintu mobil lalu memasukkan barang belanjaan kedalam bagasi mobilnya tersebut.


Setibanya di apartemen waktu sudah pukul 4 sore, selly dengan cekatan memasak untuk rini dan indri karena mereka mau membawa pulang makanan tersebut.


karena rini yakin bu ida sangat kangen masakan selly, begitupun dengan indri dia akan makam bersama orang tuanya juga.


"makanan sudah jadi, ini masing-masing sudah aku masukkan kotak makan berikut sambal dan lalap sudah aku masukkan plastik sampai rumah kalian tinggal pindahkan saja."terang selly lalu indri dan rini langsung berdiri dan mengambil masin-masing jatah makanan mereka.


"salam untuk papa dan mama , kapan-kapan aku akan kerumah dan memasak untuk mereka"ucap selly


"salam juga untuk bunda, ada waktu aku juga akan datang kerumah bunda."ujar selly yang beralih menatap indri dan rini bergantian.


"baiklah aku akan sampaikan ke mama dan papa, atau lebih baik mereka saja yang datang menjengukmu."tutur indri lalu memeluk selly tanda dia akan pulang.


Rini hanya mengucapkan terimakasih dan juga memeluk sahabatnya tersebut seakan pelukannya menandakan bahwa selly akan baik-baik saja.


Setelah kepergian mereka tiba-tiba badan selly demam, ada makanan yang dia masak untuk suaminya juga.


selly pun masuk ke dalam kamarnya untuk merebahkan badannya.


"selly."seru andri panik. Dia mengulurkan tangannya untuk memeriksa suhu tubuh selly menggunakan punggung tangannya.


"panas sekali badan mu,"ujar andri lalu dia mencari obat penurun panas serta membawa air di dalam baskom untuk mengompres selly.


Andri menghela nafas panjang, akhirnya suhu badan selly pun turun juga.


ada rasa bersalah melihat istrinya sakit, lalu dia berjalan keluar dari kamar selly.


Andri melihat di meja makan ada masakan sepertinya memang di siapkan untuknya, lalu dia makan dengan sangat lahap karena masakan istrinya sangat memanjakan lidahnya itu.


Andri kembali masuk kekamar istrinya lagi, terlihat selly sudah tampak tenang. Andri pun kembali kekamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.


Setelah itu dia duduk didepan tv sambil memangku laptopnya, dia melanjutkan pekerjaan nya sambil menunggu selly dari luar.pintu kamar selly di biarkan terbuka, andri pikir memudahkan dia memantau istrinya tersebut.

__ADS_1


sampai pagi mata andri terus berjaga sampai akhirnya dia tertidur juga di sofa.


selly terbangun dari tidurnya, ada yang aneh kenapa dahinya menempel kain, apa semalam dia demam?


lalu matanya melihat pintu kamarnya terbuka, lalu dia turun dari ranjangnya perlahan-lahan.


Pemandangan yang dia lihat adalah suaminya tertidur pulas dengan posisi duduk.


apa dia yang semalam mengurusku?gumam selly lalu dia mengambil selimut untuk menyelimuti tubuh suaminya itu.


Lalu selly menuju dapur dia membuatkan teh jahe serta bihun goreng seafood untuk sarapan suaminya, setelah selesai selly kembali masuk kekamarnya.


selly pun sudah sarapan lalu meminum obat dan matanya kembali terpejam.


"ughh,, jam berapa ini?gumam andri, sepertinya aku bangun kesiangan. Lalu dia menatap pintu kamar selly yang sudah tertutup rapat. Andri yakin kalau selly sudah bangun, dia pun masuk kekamarnya untuk mandi.


Dia berjalan ke dapur hendak membuat sarapan untuk istrinya, ketika melihat di atas meja sudah tersedia sarapan. Andri pun langsung memakannya, masakan istrinya sangat enak dan pas di lidahnya.


selesai sarapan andri masuk kekamar istrinya dia hanya berdiri dan menempelkan punggung tangannya ke dahi selly.


"sepertinya sudah membaik, aku akan kekantor sebentar nanti selesai meeting aku akan menemaninya"gumam andri ternyata selly mendengarkan nya, hanya pura-pura memejamkan matanya. sebelum keluar dari kamar selly tidak lupa andri mengecup kening istrinya lalu menutup pintu kamar selly dan dia berangkat kekantor.


"apa aku harus memberi dia kesempatan, sepertinya dia memang menyayangiku.'lirih selly lalu dia melanjutkan tidurnya sampai siang.


Ketika dia bangun, hidungnya mencium aroma sup yang membuat perutnya meronta-ronta minta di isi.


'siapa yang sedang memasak?gumam selly, lalu dia turun dari tempat tidurnya melangkahkan kakinya menuju dapur.


'hai, kau sudah bangun. Duduklah aku membuatkan kau sup biar badan mu segar dan hangat, semoga kau suka dengan masakan yang aku buat.'seru andri


"apa kau bisa memasak?tanya selly sambil duduk memperhatikan suaminya.


"waktu kuliah aku harus bisa memasak karena jauh dari orang tua, di sana jika makan selalu beli akan pemborosan. Jadi aku bisa masak otodidak saja melihat dari resep. Makanan yang aku buat semua simple kok,"terang andri

__ADS_1


Mereka makan berdua, bahkan saling membagi cerita. Selly coba membuka hati untuk suaminya dan menerima jadi yang kedua walau berat sekali.


__ADS_2