Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 29


__ADS_3

"eheemm"seseorang berdehem dengan suara keras yang membuat Indri,Kiki dan Selly menghentikan acara menggosipnya.


mereka bertiga saling berpandangan satu sama lain mendengar suara yang tidak asing bagi mereka.


terlebih lagi setelah melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu ruangan Selly dengan tatapan mata yang sangat datar.


Andri tetap berdiri di depan pintu ruangan Selly dengan tangan di masukkan kedalam saku celananya.


mereka bertiga langsung menatap wajah Andri karena mereka menyadari ada aura-aura tidak baik.


"Indri dan kau Kiki kembalilah bekerja, karena ini masih jam bekerja"perintah Andri yang melangkah masuk mendekati istrinya yang sedang menundukkan wajahnya.


lalu Indri dan Kiki pun saling menatap dan tidak bisa menolak perintah dari Andri karena mereka disini bekerja untuknya.


"Selly,semangat."bisik Indri yang meninggalkan ruangan Selly bersama Kiki.


"hai tunggu,kita belum selesai."ketika hendak menyusul Indri tapi langkahnya langsung terhenti karena tubuh Andri langsung menghalangi langkah Selly.


tidak ingin tubuh mereka saling berbenturan akhirnya Selly menghentikan langkahnya.


Selly nampak kebingungan jika di belakang Andri dia masih bisa mengumpat sesuka hatinya tapi ketika berhadapan langsung dengan suaminya, Selly seakan terbungkam mulutnya tidak bisa berkata apapun.


bahkan tatapan Andri membuat Selly menjadi salah tingkah dan mengingat Andri sering menciumnya tanpa permisi.


"bisa minggir sebentar, aku masih ada urusan dengan mereka"tanpa menatap mata Andri,.Selly meminta untuk Andri bergeser.


"aku ingin bicara dengan mu"tukas Andri sambil maju mendekati Selly yang spontan membuat Selly bergerak mundur.


tubuh Selly pun membentur tembok dengan kedua tangan Andri mengukungnya.


Selly tidak berkutik sama sekali di tempatnya bahkan jantungnya sudah berdegup kencang.


"mas, apa yang mau kau lakukan? Jika karyawan lain melihat mereka akan semakin salah paham"ujar Selly dengan jantung yang berdebar kencang bahkan hendak lompat yang dia rasakan.


"apa kau tidak takut jika Karin masuk dan melihat kita" Selly sudah semakin tidak karuan karena dia takut Andri akan menciumnya kembali.


Selly mencoba mendorong tubuh andri dengan kuat, sayangnya tubuh suaminya tidak bergerak sama sekali bahkan dia memeluk Selly dengan erat.


bahkan hembusan nafas Andri menerpa wajah Selly

__ADS_1


"kenapa harus takut? aku sama sekali tidak takut,bukankah kau istri ku juga? ucap Andri dengan santainya.


bibir nya tersenyum tipis karena lucu melihat wajah istrinya yang sedang panik dan gugup.


gadis yang terlihat cuek bahkan galak ini ternyata punya rasa takut juga.


"lalu apa mau mu? tantang Selly yang mencoba menatap mata Andri, dia tidak boleh terlihat lemah dan di perlakukan semaunya oleh suami nya itu.


"mau ku,aku hanya ingin kau ikuti aturan ku dan meminta ijin jika kau pergi kemanapun"ungkap Andri


selama beberapa hari ini pikirannya tidak bisa jauh dari wajah istrinya itu.


dia juga memikirkan nasib kedepan pernikahannya Jika terus menjaga jarak tidak akan ada perubahan-perubahan.


"baiklah aku akan ikuti aturan mu itu, tapi bisa kau lepaskan pelukan mu ini, dada ku terasa sesak"ujar Selly tapi sayangnya Andri tidak melepaskan juga pelukannya itu.


"apa kau sedang merencanakan sesuatu? tuding Selly sambil tersenyum, firasatnya mengatakan kalau suaminya sedang merencanakan sesuatu untuknya.


"iya karena aku ingin mempunyai anak dari kamu"ujar Andri dengan nada dingin, sungguh pertanyaan Selly membuat dia kesal.


"apa aku ngga salah dengar? beri aku waktu untuk berpikir "jawab Selly.


apa salahnya dia mencium bibir tersebut karena dia suami nya?pikiran nakal mulai ada di otak Andri karena dia adalah pria yang normal.


tiba-tiba selly membungkam bibirnya dengan tangannya karena dia teringat kejadian semalam.


dalam hitungan detik Andri sudah menarik tengkuk Selly lalu mendaratkan ciuman dibibir istrinya itu.


seketika mata Selly terbelalak lebar,terkejut apa yang dia takutkan kejadian juga.


dan ini ciuman pertama untuk nya, bibir Andri menerobos masuk kedalam mulut Selly memaksanya walau istrinya menolak membuka mulut.


setelah beberapa saat Andri pun menghentikan ciumannya tersebut dan mengusap bibir istrinya dengan ujung jarinya.


nafas Selly pun mulai terengah-engah dia berusaha untuk mendorong tubuh suaminya itu.


namun kekuatan nya tidak seimbang dengan tubuh Andri.


"apa yang kau lakukan? kau sudah mengambil ciuman pertama ku."Selly menutup mulutnya sendiri dengan tangannya karena keceplosan.

__ADS_1


tanpa Selly sadari suami nya kembali menarik tubuhnya dan memberikan ciuman seolah sudah menjadi candu untuknya.


bahkan ciuman ini sangat lembut dan membuat Selly terbuai dan memejamkan matanya.


Selly awalnya tidak membalas tapi lama-lama dia mulai membalasnya dengan perlahan.


sampai akhirnya dia merutuki dirinya yang sudah kehilangan akal.


banyak pertanyaan yang ada di otaknya,.dia takut kalau Andri hanya mempermainkan diri nya saja dan meninggalkan dirinya ketika perjanjian itu berakhir.


pegangan tangan Andri di tengkuk Selly mulai mengendur lalu dahi mereka saling menyatu.


Andri menatap wajah istrinya dan membelai wajah tersebut dengan lembut.


"patuhlah dengan ku, dan tetaplah di sisiku apapun yang terjadi"ucap Andri lalu mencium kening istrinya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Selly.


Selly hanya berdiri terpaku tidak bergerak sama sekali karena kejadian tadi benar-benar membuat dia seperti orang yang kehilangan akal.


"apa aku mencintainya juga? kenapa dia mencium ku malah aku balas"gumam Selly


kaki nya lemas bahkan dia duduk dengan gemetar karena ini pertama kali untuk dia berciuman.


tiba-tiba Indri masuk dan melihat kakak iparnya yang sedang termangu bahkan seperti orang bingung.


"apa yang terjadi ,"tanya Indri


selly tidak menjawab hanya melirik sebentar ke arah Indri


"apa kau pernah berciuman.? pertanyaan Selly membuat Indri tertawa terbahak-bahak


"belum pernah sih cuma menurut cerita itu sangat memabukkan bahkan kita akan terbuai jika menikmatinya"terang Indri dan selly kembali diam.


"tumben kerjaan mu belum selesai, sebentar lagi kita akan kekampus"tanya Indri yang membuyarkan lamunan Selly.


"aku akan kerjakan dengan cepat dan tunggulah di ruangan mu"pinta Selly lalu dia mulai fokus dengan kerjaan nya walau sekali-kali dia memegang bibirnya yang terasa kebas.


"kau yakin sedang baik-baik saja? tanya Indri sekali lagi karena dia melihat Selly nampak tak biasa.


"iya aku baik-baik saja, kembalilah keruangan mu agar aku fokus dan bisa selesai dengan cepat."usir Selly dan Indri pun keluar dari ruangan Selly dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


karena sifat Selly yang tiba-tiba aneh membuat Indri semakin penasaran saja.


__ADS_2