Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 31


__ADS_3

Malam ini mereka berkumpul di tempat Selly,banyak yang mereka bahas dari masalah kampus sampai masalah Indri. Selly teringat kejadian tadi siang dikantornya ,tiba-tiba air matanya menetes dia merutuki kebodohannya tadi yang membiarkan andri menyentuh bibirnya. Padahal dia berjanji untuk menjaga jarak dengan andri.


mempunyai anak itu tidak ada di kontrak perjanjian pernikahannya, bagaimana jika andri akan meminta hak nya itu. Apa dia harus menyerahkan tubuhnya juga?


"dasar pria brengsek!"umpat selly untuk yang kesekian kali, indri dan rini yang mendengar pun terlihat bingung.


"kau kenapa, dari tadi terus saja mengumpat bahkan sampai menangis?"indri menghampiri selly dan mengusap air mata selly.


selly hanya terdiam bahkan air mata masih terus mengalir di pipinya.


"selly apa yang terjadi? Tolong ceritalah biar kami bisa mengerti apa yang terjadi?"ujar rini yang terlihat panik.


"tenangkan dirimu dahulu,minumlah?"indri menyodorkan segelas air dan selly meminumnya.


selly mencoba tenang tapi ada rasa takut jika harus bercerita dengan indri.


"kalau soal kakak ku jika kau percaya padaku,aku akan menjaga rahasia tersebut."ujar indri yang ingin menjadi bagian dari hidpu selly jadi apapun masalahnya dia akan menjaga rahasia itu.


Selly pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya lagi.


"aku akan bercerita mulai dari awal tentang pernikahan ini.


pernikahan ini adalah pernikahan kontrak antara aku dan mas Andri selama dua tahun, namun kemarin malam dia berubah pikiran karena dia ingin aku membuka diri dan mulai belajar mencintai. bahkan tadi dia menginginkan anak dari ku..hmmmmm dia tadi mencium paksa aku dan anehnya aku ngga bisa menolak nya. aku takut dan sangat takut..hiks..hiks


aku takut dia meninggalkan aku jika aku memberikan tubuhku, aku belum siap menghadapi Karin. jika sampai aku mempunyai anak gimana nasibnya kalau hidup penuh ancaman"ungkap Selly yang terisak tangisnya.


Rini dan Indri pun ikut menangis seolah dia merasakan kepedihan sahabatnya itu.


"luapkan semuanya biar hatimu sedikit tenang dan apapun keputusan Lo kami akan ada di samping Lo.. tapi jika separuh hati Lo sudah ada dia,apa salahnya membuka hati tapi jika belum ada rasa sama sekali jagalah jarak. tapi apa salahnya membuka hati untuknya dan kalau dia meminta haknya itu sudah tugas Lo sebagai istri jadi tidak ada yang salah disini. kalian menikah juga kan resmi bukan main-main,maaf bukan membela kak Andri."terang Rini menjelaskan posisi Selly yang resmi istri dari Andri jadi tidak ada yang salah menurut Rini.


"maaf banget aku hanya tahu, kak Andri jatuh cinta dengan wanita itu ya kamu,sell..dia belum pernah dekat dengan wanita mana pun,cuma kamu yang membuat kesombongannya itu hancur"terang Indri dengan pelan menyampaikan ke Selly takut Selly tersinggung dengan ucapan nya.


"aku belum tahu harus apa? aku masih abu-abu soal ini dan apalagi ini pertama kalinya dekat dengan pria. aku pernah suka dengan teman sekolah tapi hanya sekedar suka saja tidak berani untuk pacaran"penuturan Selly pun di benarkan oleh Rini.

__ADS_1


"aku belum siap jika suatu hari nanti dia akan meninggalkan diriku dan memilih yang pertama. itu yang akan jadi penyesalanku seumur hidup nanti"


Rini dan Indri hanya bisa mendengarkan keluh kesah Selly bahkan mereka hanya terdiam.


"ikuti kata hati Lo? jika memang berat,cepat hentikan semua biar tidak ada hati yang lebih terluka. tapi jika kau ragu, cobalah cari tahu hatimu lewat doa!" ucapan Rini membuat Selly paham harus apa sekarang.


"sudah malam, apa kau mau aku temani? apa kak Andri tidak pulang? tanya Indri dan sebelum di jawab pintu apartemen terbuka nampak Andri masuk kedalam di ikuti oleh Kiki.


"apa kalian menginap? tanya Andri


"kita mau pulang kok kak? sahut Indri dan Rini bersamaan


"sebaiknya kalian di antar Kiki karena sudah malam dan biar kalian aman."ujar Andri lalu Indri dan Rini pun berpamitan


mereka memeluk Selly dan memberikan kekuatan.


"kalian hati-hati, sampai bertemu besok ya" ucap Selly


"apa kau sudah makan malam? Andri memecahkan keheningan mereka


"kalau kau belum makan biar aku siapakan!"jawab Selly yang berdiri dari duduknya berjalan menuju dapur.


Selly mengambil beberapa sayuran dan ikan,.seperti nya dia akan memasak sayur bening dan ikan goreng.


"semoga dia suka, karena masak yang simple saja"gumam Selly.


hanya 20 menit masakan sudah selesai dan tidak lupa dia membuat sambal kecap.


Selly pun membuatkan secangkir teh jahe tidak lupa dengan cemilannya.


"mas,sudah siap makanannya. aku mau membersihkan diri dulu dan aku juga sudah buatkan teh juga karena kebanyakan minum kopi"tutur Selly tanpa menatap suaminya.


"aku tunggu kau dimeja makan, aku ingin kau menemani ku makan"ucap Andri lalu melangkah ke meja makan menunggu istrinya, sambil menyesap teh jahe buatan istrinya.

__ADS_1


tidak beberapa menit Selly keluar dari kamarnya sudah berganti pakaian piyama tidurnya.


Selly pun duduk berhadapan dengan suaminya sambil mengisi piring dengan nasi lalu memberikan ke suami nya.


Andri mengambil piring tersebut dan mengisi dengan sayur beserta ikan.


sangat menikmati makan malamnya apa lagi di temani Selly.


"apa kau tidak makan? tanya Andri yang menghentikan suapannya. lalu mendekati istrinya dan menyuapi nya sempat Selly menolak tapi akhirnya dia mau membuka mulutnya juga.


mereka makan berdua sampai tidak tersisa masakan yang terhidang di atas meja makan.


"tunggu aku membersihkan badan dulu ya, nanti aku temani kamu tidur"sambil mengusap kepala Selly lalu Andri masuk kedalam kamar untuk mengganti bajunya.


"apa harus malam ini? gumam Selly jantungnya kembali berdegup kencang.


bahkan ada rasa bahagia bisa bersama suaminya itu tapi ada rasa takut menyerang di hatinya.


ketika hatinya sedang berperang, tiba-tiba suami nya muncul di hadapannya membuat dia terlonjak kaget.


"apa kau sudah mengantuk? sapa Andri


"belum ada tugas yang belum selesai."jawab Selly


"Ambillah tugas mu, kerjakan disini. sambil temani aku mengecek pekerjaan kantor"ujar Andri lalu Selly pun mengambil laptopnya.


deg-degan yang Selly rasakan dengan memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam dia sudah pasrah dengan apa yang akan suami nya lakukan.


"duduklah di samping ku"ujar Andri sambil menepuk sofa yang kosong ada di sebelahnya.


Selly pun duduk di sebelah Andri lalu membuka laptopnya, dia mulai fokus dengan tugas kampusnya.


sesekali Andri meliriknya lalu mengusap rambut Selly bahkan mencium rambut tersebut.

__ADS_1


__ADS_2