Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 41


__ADS_3

setelah makan siang yang agak terlambat, selly nampak sedikit lelah.


lalu teman-temannya meminta selly untuk beristirahat dahulu.


mereka masih ingin berbincang-bincang dengan Jenn di belakang rumah.


Selly pun masuk kedalam kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang tidak lama dia pun tertidur dengan pulas nya.


"boleh aku bertanya padamu Jenn? mungkin agak sedikit pribadi?"tanya Rini penasaran


"apa ada Selly cerita kepada mu siapa ayah dari bayi yang dia kandung sekarang?


"tentu dia bilang itu dengan suaminya dan dia melakukannya hanya sekali saja tapi berkali-kali di malam itu dan itu pengalamannya yang pertama."ungkap Jenn


"ya ampun."Indri histeris sambil menutup mulut dengan tangan nya sendiri.


'berarti Selly sangat terpukul waktu itu berarti dia sudah menyerahkan semuanya tapi itu ngga sesuai dengan perjanjian yang mas Andri buatkan!! dan jangan bilang kalau Selly sudah jatuh cinta dengan dia.. Yaa Tuhan salah apa sahabat ku ini.."tutur Rini


"tenanglah kita tidak bisa seperti ini di depan Selly, ayo kuatlah..dia saja kuat masa kita cengeng."terang Hary dan mereka bertiga pun akhirnya terdiam.


"Tante hanya ingin jangan sampai Andri mengetahui nya karena itu permohonannya Selly. kalian tahu Tante juga mempunya andil akan kesalahan menikah kan mereka berdua, sampai saat ini om dan Tante ingin menebus kesalahan yang sudah Tante lakukan.


Tante berharap kalian bisa menjaga ini semua dari Andri biarkan Selly hidup dengan anaknya dan kau Indri tetaplah kau menjadi aunty yang baik untuk calon keponakan mu itu."permintaan Bu Ida membuat semua terharu


bagaimana sakitnya Selly menghadapi semua ini dan menjalani nya seorang diri.


"Tante maaf kan atas kesalahannya kakakku ya.."isak tangis Indri dan Bu Ida memeluknya dengan erat.


"aku memenuhi permintaan Selly dan menjauh dari Andri adalah yang terbaik karena aku tahu gimana Karin jika mengetahui nya. "Bu Ida pun terduduk di kursi nya sambil menatap ke langit.


"sangat fatal kesalahan ku ini ya!! sampai suami ku pun ikut merasakan nya."gumam Bu Ida


"tidak istriku, ayo kita harus membuat Selly keponakanku itu bahagia."seru pak Jhon yang matanya berbinar bahagia.


"apa maksud mu mas? tanya Bu Ida


"hasil nya 99% cocok sample rambut Selly dan cellina adikku tadi Edward memberitahu ku."ujar pak Jhon

__ADS_1


Bu Ida dan Hary menutup mulutnya seolah tidak percaya bahwa yang Hary duga ternyata benar adanya.


Selly adik kecilnya yang hilang dulu sudah kembali.


"adik kecilku sudah kembali,ndrii .."Hary nampak bahagia dan memeluk Indri


"apa kau Hary tetangga cellina dulu."tunjuk pak Jhon


"iya uncle Jhon apa kau masih mengingat ku."seru Hary


"tentu kau si bocah nakal yang selalu membawa selly tanpa ijin."ujar pak Jhon lalu terkekeh dan merentangkan tangan nya.


"peluk uncle mu yang semakin menua ini."lalu Hary memeluk pak Jhon dengan erat.


"oh Tuhan orang dari masa lalu sudah kembali, aku merasa sudah waktunya Selly dan cellina bahagia."ungkap Bu Ida bahagia.


tidak lama yang di bicarakan nya sudah bangun dan masih mematung di depan pintu.


"apa kau ingin susu."teriak Bu Ida


Selly pun menganggukan kepalanya seperti anak kecil yang merajuk.


"apa ada cerita bagus untuk ayahmu ini bocah??"tanya pak Jhon


"berhentilah memanggilku bocah ayah, aku akan menjadi ibu."protes Selly yang membuat pak Jhon tertawa terbahak-bahak.


"aku lupa kau akan menjadi seorang ibu yang pemarah bahkan anak mu akan takut dengan mu."ledek pak jhon.


"stop ayah, aku akan marah dengan mu!! kesal Selly


"sudahlah jangan terus kau ganggu putri mu."Bu Ida memberikan segelas susu coklat hangat untuk Selly dengan sekali teguk langsung habis.


"kakakmu akan datang malam ini dengan istrinya jadi bersiaplah nanti dia akan menasehati kau sampai panas kuping mu nanti."ledek pak jhon


"hai anak-anak apa kalian akan menginap disini, tidak usah di jawab kau semua tidak usah pulang..kita akan berkemah."ujar pak Jhon lalu masuk kedalam karena dia mau beristirahat.


"asyik aku akan menginap dan aku akan mengambil baju beserta kelengkapan lainnya."seru Jenn

__ADS_1


"apa aku boleh ikut dengan mu Jenn, aku sangat ingin melihat jalan disini!! ujar Rini


"tentu kita akan belanja juga untuk cemilan nanti."jawab Jenn


"tidak usah Jenn disini makanan banyak, sebaiknya kau bawa sayur beserta buah-buahan untuk ibu mu di rumah."timpal Bu Ida.


"boleh aku meminta beberapa potong daging yang tadi Indri bawa, biar mommy ku bisa merasakan masakan Indonesia."pinta Jenn


"tentu dan sebelum kau pinta aku sudah memisahkan nya di kotak makan, ambillah dan bilang ke ibu mu kalau kau akan menginap satu Minggu ya!! terang Bu Ida


"apa itu boleh Tante, aku bermalam satu Minggu??tanya Jenn penasaran.


"aku tahu kalian pasti ingin bersama-sama dan aku pernah merasakan itu jadi saling mengenal dan berteman itu sangat menyenangkan."jelas Bu Ida


lalu Jenn mengajak Rini untuk ikut dengan nya sedangkan Indri lebih memilih bersama Selly karena dia ingin berdekatan dengan calon keponakannya.


"engkau tidak harus menjaga ku seperti itu Indri, kau cukup duduk bersama ku saja dan tidak harus perut ku ini kau pegang terus."cebik Selly


Bu Ida dan Hary saling menatap lalu tertawa melihat kedua anak itu.


"kau itu harus tahu kalau aunty nya akan menjaga."sahut Indri


"tapi ngga begini juga masa iya di pegangin terus."kesal Selly


"aku harus bagaimana!! tanya Indri


"sudah-sudah, ayo kita masuk karena udara nya semakin dingin saja dan tidak bagus untuk ibu hamil."ujar hary


"kau itu seperti pernah hamil saja."cebik selly


"aku juga pernah melihat ibu-ibu hamil dan mereka harus menjaga kesehatan nya."terang Hary


"Hary kau itu mengingatkan ku sama seseorang tapi entahlah aku seperti pernah bermain dengan mu tapi kapan aku lupa."ungkap Selly.


"iya sebaiknya pelan-pelan saja mengingat nya, lambat laun kau akan mengingat."Sambil menggandeng tangan Selly dan sebelah kiri tangan nya dia memegang tangan Indri.


"hai Hary kenapa istri ku tidak kau gendeng juga."ledek pak jhon

__ADS_1


"uncle kau saja yang menggandeng karena dia istrimu."sahut Hary sambil tertawa-tawa.


"kurang ajar masih sama saja kau seperti dulu. menjawab saja jika di kasih tahu."cebik pak jhon


__ADS_2