
waktu yang di tunggu untuk melahirkan hampir tiba, Indri sudah tinggal bersama Selly dan dia selalu setia menemani nya begitupun dengan Jenn.
tidak lupa Indri memberikan kabar ke Hary dan juga Rini, agar mereka bisa menjenguk Selly.
"apa ini sudah waktunya? tanya Jenn yang sedikit panik melihat Selly meringis kesakitan.
"sabarlah kontraksi nya masih belum terlalu sering, mungkin sedang mencari jalan lahir."jawab Bu Ida sambil menghapus keringat yang bercucuran di dahi Selly.
"ayo aku bantu untuk berjalan, agar cepat pembukaan lagi."Indri mengulurkan tangan nya ke Selly dan Selly pun menyambut nya.
"bersabarlah dan nikmati saja, karena ini lah saatnya kau berjuang menjadi ibu sesungguhnya."ucap Bu Ida sambil tersenyum.
pak Jhon, David dan Ryo agak sedikit cemas dan berkali-kali menelpon bunda nya.
Ryo tidak bisa datang karena Nana baru saja melahirkan bayi pertama mereka.
"apa Selly baik-baik saja, honey? tanya Nana yang sedang memberikan asi ke bayi nya.
"tentu, honey kita berdoa saja."sahut Ryo sambil mencium kening istrinya.
"apa kau akan berangkat bekerja hari ini? ujar Nana
"iya aku akan pulang sedikit telat dan aku janji besok akan ada waktu untuk mu seharian."sahut Ryo yang memeluk istrinya.
sedangkan di tempat Rini dia bekerja sedikit tidak tenang, bahkan sesekali yang dia lihat hanya layar ponselnya saja.
"kenapa ngga ada kabar lagi sih!! kesal Rini
dia mencoba mengirimkan pesan ke Indri tapi belum juga ada jawaban.
"apa mereka juga mau melahirkan,sampai tidak bisa menjawab pesan ku!! gumam Rini
lalu tidak lama ada masuk notifikasi pesan dengan cepat Rini langsung membuka nya.
"apa kabarnya lama tidak mendengarkan kabarmu? isi pesan dari kiki
"baik kak!! aku tahu Kakak sibuk jadi aku tidak mau mengganggu mu."jawab Rini
"apa kau ada waktu malam ini, seperti nya sudah lama sekali kita tidak pernah pergi bersama lagi!"ajak kiki
"nanti aku kabari kakak ya? karena harus ijin dulu sama ibu."jawab Rini
akhirnya mereka mengakhiri percakapan lewat pesan singkat tersebut.
"sejak tidak ada nona Selly semua menjadi berubah dan keadaan kembali semula"gumam Kiki
lalu dia memasukan ponsel nya kedalam saku jasnya, Kiki sedang butuh teman untuk berbagi keluh kesahnya.
dia ingin menyudahi pekerjaan nya ini.
"semoga saja, Rini bisa keluar malam ini."lirih Kiki
__ADS_1
Kiki melanjutkan pekerjaan nya, walau dia sudah tidak ingin bekerja tapi dia tetap tanggung jawab dengan pekerjaan nya tersebut.
"pak Kiki selamat siang "sapa Karin
"siang nyonya, ada yang bisa saya bantu.!!jawab Kiki sopan
"apa suami ku ada? tanya Karin
"tuan ada di dalam nyonya, mari silahkan masuk."ujar Kiki sambil membuka kan pintu.
pintu sudah terbuka dan Karin melenggang masuk kedalam ruangan suaminya dengan santai.
"hai sayang, apa kau mau makan siang dengan ku!? Karin memeluk suaminya.
"bisa kau menjauh sedikit, apa kau tidak lihat aku sedang bekerja."sahut Andri
"oh ayolah ini waktunya makan siang, sayang."bujuk Karin
"baiklah baiklah..tunggulah di sofa, aku harus selesaikan pekerjaan ku sebentar lagi."jawab Andri
Karin pun melangkahkan kakinya berjalan ke arah sofa yang tidak jauh dari pintu masuk ruangan Andri.
Karin masih terus menatap ke arah suami nya yang mata nya masih tertuju pada layar monitor komputernya.
"sampai kapan aku menunggu mu? tanya Karin yang sudah tidak sabar
"kalau kau sudah lapar sebaiknya kau makan duluan saja."ujar Andri
Karin pun mengambil ponsel nya dia berbalas pesan dengan temannya.
akhirnya Andri pun menyelesaikan pekerjaan lalu berjalan menghampiri Karin.
"ayo cepat."ajak Andri
Karin pun berdiri dan menggandeng lengan suami nya itu
mereka berjalan keluar ruangan kerja Andri dan banyak mata karyawan yang memandangi nya.
mereka seperti pasangan serasi tidak ada celah,bahkan banyak yang kagum dengan mereka.
entah sejak dari pagi perasaan Andri merasa tidak enak, ada rasa takut tapi entah apa yang sedang dia rasakan.
sedangkan Selly sudah memasuki pembukaan lengkap akan segera masuk ruangan melahirkan.
Bu Ida, pak jhon, Jenn bahkan Indri sedang menunggu cemas di luar.
bahkan orang tua Jenn berkali-kali menanyakan kabarnya sampai Jenn di buat kesal.
Indri pun memberikan kabar ke Rini bahwa Selly sudah akan melahirkan.
Rini dan ibu nya pun agak sedikit takut dan gelisah, mereka terus merapalkan doa demi keselamatan ibu dan bayinya.
__ADS_1
Bu Ida terus saja berdoa sambil menangis karena dia sangat takut sekali terjadi sesuatu dengan Selly.
dan pintu ruangan terbuka dokter mengatakan Selly harus di ambil tindakan operasi karena kepala bayi posisinya tidak pas.
pak Jhon langsung menandatangani berkas tersebut agar segara di proses operasi nya.
selang 20 menit terdengar suara bayi pertama dan beberapa menit kemudian bayi kedua pun sudah terdengar.
yang menunggu diluar sangat terharu akhirnya bisa melahirkan dengan selamat.
terlihat Selly sudah di dorong untuk di pindahkan keruang perawatan setelah satu jam di ruangan operasi.
"apa yang sakit sell? tanya Jenn
"dingin sekali, aku sampai menggigil."sahut Selly
"apa karena obat bius nya habis? timpal Indri
"mungkin juga."sahut Jenn
mereka sangat tidak sabar ingin melihat baby twins yang sedang di bersihkan.
"apa bayi nya mirip dengan ku, yah paling tidak hidung atau bibirnya."canda Jenn
"hahahahaha mungkin juga akan mirip dengan Rini."timpal Indri
Selly tidak bisa tertawa karena luka operasi nya masih belum mengering jadi dia hanya tersenyum saja melihat teman-temannya.
tidak lama baby twin di bawa keruangan Selly juga, Bu Ida dan yang lain nya sudah berebutan ingin menggendong nya.
bahkan pak Jhon pun sangat penasaran seperti apa wajah baby tersebut.
"kenapa kalian ribut sekali hah."ujar pak Jhon
"uncle dia sangat lucu, apa boleh aku pinjam."seru Jenn
"kau pikir cucu ku boneka!! cebik Bu Ida
di ruangan Selly terlihat semua sangat bahagia sekali bahkan Selly bisa merasakan nya.
pak Jhon sedikit kaget karena bayi yang perempuan sangat mirip dengan Andri sedangkan yang laki-laki dia mirip sekali dengan Selly.
"kenapa uncle? tanya Indri penasaran
"tidak ada,hanya saja terlalu tampan dan cantik."sahut pak Jhon
"aku sudah hubungi orang tua ku dan mereka sepulang bekerja akan mampir menjenguk mu dan baby twin? ungkap Jenn.
Selly hanya tersenyum dan menatap ke arah jendela kamar, air matanya pun menetes di pipinya.
rasa haru, bahagia tapi juga hampa karena dia harus menghidupi anaknya seorang diri.
__ADS_1