
sampailah mereka di cafe Tante Ida, tapi Rini belum menyadari kedatangan Selly dan Indri dia masih asyik melayani pelanggan.
"mba tolong dong saya mau kopi susu dan beberapa potong cheesecake. oh iya kopi susu 5 yang 2 pakai es ya? teriak Indri dan Rini pun seperti mengenal suara rusuh tersebut.
kiki terlihat sedang melihat beberapa roti yang di pajang di etalase.
sedangkan Farhan dan Ari menikmati suasana cafe bahkan mereka banyak bertanya soal masalah kuliah.
Selly memberi beberapa masukkan untuk mereka juga, tidak lama Rini menghampiri Selly.
"tumben mampir? ngga kerja "tanya Rini sambil membawa pesanan Indri tadi.
"ngga aku ada jam kuliah maka nya bisa main kesini"sahut selly
"ada yang mau di pesan lagi ngga?tanya Rini lagi.
"oh iya Lo kenalin ini teman kampus gue, ini Farhan dan itu Ari sedangkan yang di dekat etalase itu Kiki teman kantor gue"terang Selly dan Rini hanya menyapa saja.
"salam kenal semua nya, saya Rini.. setelah ini nanti saya bergabung dengan kalian ya"ucap Rini yang mengundurkan diri dulu karena masih ada kerjaan.
"nanti ikut kita ya? ujar Indri
"kemana dulu? soalnya lagi banyak tugas kuliah"terang Rini.
"ya sudah sana kerja dulu, nanti baru Lo gabung sama kita"usir Selly.
sedangkan di kantor, Andri menunggu kabar dari istri serta assisten nya.
andri beberapa kali mengirim pesan tapi tidak ada jawaban sama sekali.
"kemana sih mereka pada perginya"gumam Andri sangat gelisah.
tidak lama ponsel nya berbunyi ada pesan masuk dan sebuah foto kalau istrinya sedang di cafe bersama adik dan teman kampus nya.
"Nona aman tuan, saya sedang menemaninya belajar bersama di cafe nyonya Ida karena nona Indri atau pun nona selly ingin bertemu dengan sahabatnya itu."isi pesan Kiki dan sebenarnya Kiki sedikit berbohong soal tugas kuliah yang dikerjakan karena Kiki juga baru tahu kalau Selly baru mengenal juga pria tersebut.
"selamat deh dari si bos? gumam Kiki dan ngga sengaja menabrak Rini
__ADS_1
"maaf nona saya tidak sengaja, maafkan saya"ucap Kiki tulus dan Rini hanya menatap wajah Kiki tanpa bergerak sama sekali.
"cakep"lirih Rini lalu cepat-cepat dia sadar dari lamunannya dan mengucap kan "gak apa-apa mas"
Rini pun masuk kedalam untuk menyiapkan beberapa pesanan lagi.
Kiki tersenyum samar tiba-tiba saja ada rasa ingin tahu dengan gadis yang dia tabrak tadi.
"cantik dan sopan, apa dia sahabat nona Selly yang ingin dikenalkan ke aku"gumam Kiki lalu dia menghampiri meja Selly untuk bergabung dengan yang lainnya.
"dari mana sih pak Kiki? tanya Indri sedikit penasaran
"saya hanya melihat beberapa macam rasa roti dan kue untuk saya beli, mama saya menyukai kue dan roti untuk teman ngopi"terang Kiki dan Indri pun mengerti lalu memesan kue basah untuk Kiki.
"kamu coba kue yang aku beli ini untuk mama kamu ya? pasti dia akan menyukainya, karena ini resepnya Selly dan ibunya Rini"ungkap Indri dan Kiki pun menatap Indri lalu bertanya soal Rini.
"Rini itu siapa nona? tanya Kiki
"dia cewek yang kita mau kenalkan ke pak Kiki, cuma tadi pak Kiki nya sedang di dekat etalase. tapi sebentar lagi juga dia selesai kerja dan bergabung dengan kita."ungkap Indri
Kiki hanya mengangguk kepala saja karena dia sedang berpikir apa gadis yang tadi dia tabrak itu yang bernama Rini.
"ini tugas gue lagi banyak kan? seru Rini yang langsung duduk di antara Selly dan Indri.
"sini gue lihat siapa tahu gue bisa bantu"ujar Indri yang mengambil buku tugas Rini.
"wah ini sih hampir sama kek tugas gue yang tadi di kerjakan sama Selly"
"masa sih,"tutur Rini
"iya beneran deh, sini gue ajarin Lo? lalu Indri mengajarkan Rini seperti yang Selly ajarkan ke Indri tadi pagi.
yang lain melihat cara belajar mereka pun ingin meminta Selly menjadi pembimbing mereka kalau ada tugas yang tidak mereka pahami.
"coba dulu kalau sudah mentok pasti gue akan bantu kalian itu pun kalau gue bisa ya"tutur Selly yang merasa ngga enak karena temannya terlalu berlebihan.
"oh iya, Rini apa sudah kenal dengan pak Kiki"tanya Indri
__ADS_1
"oh Sudah tadi mas ini ngga sengaja menabrak gue"ujar rini yang wajahnya memerah padam.
Selly menatap Kiki dan Rini bergantian lalu dia tersenyum paham dengan kedua orang ini.
jadi ngga sia-sia dia membawa Kiki ke cafe Bu ida,.sedang asyik memperhatikan mereka tiba-tiba Bu Ida datang dan hanya berkacak pinggang melihat Selly.
"oh jadi begini, ngga mau ketemu sama bunda jadi diam-diam datang ke cafe"ujar Bu Ida
"Bundaaaa.."teriak Selly yang berdiri lalu berlari berhamburan memeluk Bu Ida.
"kamu ngga kangen apa sama bunda? tanya Bu Ida
"kangen bunda kan tahu sendiri sekarang Selly harus bekerja dan kuliah juga, ini baru ada waktu mampir kesini dan kebetulan rini ada tugas jadi bisa mengerjakan sama-sama"terang Selly dan Bu Ida membawa Selly masuk kedalam ruang kerja nya.
"apa itu ibu nya Selly? tanya farhan yang penasaran dari tadi melihat Selly dan Bu Ida sangat akrab sekali.
"iya, kenapa? aneh ya.."timpal Indri
"ngga terlihat enak aja, sangat akrab"ujar Farhan
sedangkan Kiki dari tadi hanya menatap Rini saja, bahkan Indri mulai curiga cuma dia coba menahan diri dulu.
tiba-tiba Farhan dan Ari mengundurkan diri dulu karena dia masih ada urusan dan berjanji besok akan bertemu di kampus.
"salam saja untuk Selly, besok kita ketemuan di kampus saja untuk membahas masalah yang tadi."Ari memberi kode ke Indri dan Indri paham.
"oke sip nanti kita saling berkabar saja ya"seru Indri
lalu Farhan dan Ari pergi tinggallah Indri, Rini dan Kiki
ada ide muncul di kepala Indri karena dia merasa ngga nyaman di antara Rini dan Kiki.
"pak Kiki bisa bantu tugas Rini ngga, aku ingin ke toilet dulu "pamit Indri yang langsung berlarian kecil masuk ke toilet.
di dalam toilet Indri bertemu dengan Selly lalu menceritakan maksudnya, dan mereka langsung tertawa terbahak-bahak.
"ya sudah biarkan mereka berdua, kita keruangan Bunda saja"ajak selly dan Indri pun mengikuti saran Selly.
__ADS_1
di dalam ruangan kerja Bu Ida banyak yang Indri dapat soal pengalaman, berteman dengan selly dia menjadi lebih banyak tahu lagi.