Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 23


__ADS_3

pagi ini Selly benar-benar datang pagi karena malam ini Andri tidak pulang ke apartemennya.


ada rasa yang tidak biasa ketika tidak berjumpa dengan suaminya tersebut.


sesampainya di kantor Selly diminta keruangan bosnya itu yaitu suaminya sendiri.


sebelum masuk keruangan suaminya nampak Selly celingukan dulu karena dia takut ada yang melihat dan tidak lupa dia mengetuk pintu dahulu.


Andri yang sedang menatap layar laptop nya agak sedikit kaget dan melihat tingkah laku istrinya itu.


"selamat pagi pak Andri, ada apa bapak memanggil saya? ujar Selly dengan sopan nya karena dia harus membiasakan memanggil suami nya dengan pak Andri.


"hari ini akan ada meeting tahunan jadi tolong kau cek berkas yang ada di meja paling sudut, itu sudah aku pisahkan"tunjuk Andri ke arah meja paling sudut.


Selly nampak kaget, apa dengan tumpukan berkas yang menjulang tinggi tersebut dia yang harus mengerjakan nya sendirian.


"kenapa diam? ayo ambil dan kerjakan dengan baik"perintah Andri yang membuat Selly terlihat biasa saja padahal hatinya sedang memaki suami nya.


"tak perlu memaki ku, jika keberatan kau katakan saja"tutur Andri yang membuat Selly menatap tajam suami nya itu.


"baik saya akan kerjakan pak Andri"dengan senyuman yang sangat manis Selly berikan kepada suami nya.


lalu dia mulai membawa tumpukan berkas tersebut dengan susah payah, dengan sengaja dia menginjak sepatu suami nya itu.


Andri pun nampak memerah wajah nya karena berasa sangat sakit kakinya.


"upss maaf pak,ngga kelihatan soalnya.lagi pula ngapain bapak berdiri menghalangi jalan saya? hardik Selly yang sangat kesal dengan Andri karena tidak mau membantunya membawakan berkas tersebut.


ketika hendak membuka pintu, Selly nampak kesulitan ternyata Kiki juga mau membuka pintu ruangan Andri juga.


"nona biar saya bantu"seru Kiki


"ya ampun lelaki tampan sangat baik sekali hatimu, dengan senang hati tolong bantu aku.."manja Selly ke Kiki membuat hati Andri panas di buatnya.


sebelum Kiki mengambil alih berkas tersebut ternyata sudah di sambar duluan oleh Andri.

__ADS_1


dan berjalan mendahului Selly, sedangkan Selly memberitahukan kode ke Kiki dengan kedua jempol tangannya.


Kiki nampak heran bahkan bintang dengan kedua pasangan suami istri tersebut.


selama berpapasan dengan para karyawan Andri hanya diam tanpa menjawab bahkan nampak karyawan bertanya-tanya kenapa bos mereka mau membawakan setumpuk file padahal Andri tidak pernah bersikap seperti itu kepada karyawan lain tapi nampak beda dengan Selly.


bahkan Selly di tempat kan di lantai yang memang khusus petinggi dan keluarga pemilik perusahaan ini.


"kalau kalian masih bergunjing akan aku potong gaji kalian, Kembali kerja"bentak Kiki lalu para karyawan membubarkan diri.


"eleh sama karyawan galak tapi kalau sama gue aja, beeuh takutt"cebik Selly membuat Kiki diam.


"terang saja saya takut, kalau saya melawan nona bisa-bisa melayang nyawa saya."sahut Kiki


"gue pikir nyawa Lo ada 7 babang tampan"ledek Selly


"kucing kali ah itu nyawa assisten tampan"timpal Indri yang sudah ada di belakang Kiki.


Kiki sampai terlonjak kaget melihat tangan Indri penuh perban.


"ngga usah kepo."seru Indri lalu menggandeng tangan Selly untuk masuk keruangan Selly.


"hei bocah sejak kapan datang terlambat? bentak Andri


"hai jangan mentang-mentang bos ya? kamu beranj bentak teman saya"hardik Selly yang membuat mata Andri membola lalu dia memilih keluar dari ruangan istrinya tersebut.


"ini kenapa jadi terbalik begini ? lama-kelamaan bisa aku yang akan di perintah oleh dua bocah itu? gumam Andri yang kembali keruang kerja nya.


"pak untuk rapat tahunan di undur besok jam 9 pagi pak karena pak Kurniawan ada tamu dadakan dari luar negeri"tutur kiki yang hanya di jawab dengan anggota kepala saja.


"dan nanti malam bapak ada undangan makan malam dengan relasi dari Surabaya pak, "terang Kiki yang terus membacakan schedule kerja Andri hari ini.


"oke terimakasih, silahkan kembali bekerja"usir Andri yang memang selalu fokus dengan kerjaannya.


"jangan lupa kau selalu awasi bocah dua itu"tutur Andri yang membuat Kiki ingin sedikit bercerita tapi dia urungkan

__ADS_1


"dan aku juga dapat laporan kalau istriku itu kemarin menghajar preman di rumah makan? apa benar? trus kamu dan Indri hanya diam saja? tanya Andri yang sambil melepas kacamatanya.


"maafkan saya pak, Nona kemarin menolong nona Indri yang di ganggu oleh preman. saya baru selesai dari toilet dan setelah saya datang preman itu sudah di hajar nona Selly "ungkap Kiki yang membuat Andri semakin kagum dengan istrinya tersebut.


"dan semalam nona Indri pun dilatih oleh nona Selly pak berlatih taekwondo "jujur Kiki yang membuat mata Andri membola.


dia sangat ingin tahu seberang kehebatan istrinya itu, apa benar dia wanita yang kuat.


bisa-bisa kalau dia macam-macam bisa habis di tangan istrinya itu.


"Mungkin kalau bapak mau coba di hajar sedikit, ya kali saja bapak penasaran"tutur kiki yang mendapat lemparan pulpen dari Andri.


"pergi kau, kamu saja yang akan aku jadikan samsak"hardik Andri yang membuat Kiki tertawa terbahak-bahak baru kali ini tuannya penasaran dengan istrinya sendiri.


"menarik sekali jika tuan merasakan cemburu"gumam Kiki yang melangkah kan kaki kembali keruangan kerjanya.


"eits mau kemana? Indri menarik tangan Kiki


"apa lagi nona ? makan siang masih lama? saya janji akan mentraktir nona kok? seru Kiki


"hmmmm boleh aku minta tolong? ujar Indri


"apa nona pasti saya akan menolong? jawab Kiki yang nampak penasaran.


"jadi pacar Ku hanya satu hari saja? ya mau ya..ya..plis" ujar Indri sambil menangkap kedua tangannya di dada


"maaf nona apa tidak ada permintaan yang lain ? terang Kiki yang nampak kaget dengan permintaan Indri


"ayolah satu hari saja..help me plis"rengek Indri


"mau ngga kalau tidak mau akan aku cium lelaki tampan"bisik Selly yang sudah ada di belakang Kiki


Kiki sampai mengusap dada nya yang terlonjak kaget.


"iiiiyaa nona tapi satu harikan? Kiki nampak tergugup menjawab permintaan kedua orang tersebut.

__ADS_1


"terima kasih, nanti aku kabari kapan akan kita mulai nya."seru Indri yang memeluk Selly dan mereka berdua nampak senang sekali lalu meninggal Kiki yang masih mematung di depan ruang kerja nya.


"ya Tuhan siksaan apa lagi ini? apa ada pilihan lain"gumam Kiki yang mengusap wajahnya dengan kasar.


__ADS_2