Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 25


__ADS_3

"Selly kau ada disini? Aku mencarimu kesana kesini, kau malah enak-enakan duduk ditangga"seru indri yang mencari kakak iparnya sampai ke lobby, sedangkan yang dicari sedang asyik duduk di tangga darurat.


"lama-lama cerewet sekali, duduklah sekali-kali nikmati saja. Duduk disini bisa membuat pikiran agak sedikit tenang."sahut selly yang mengambil cup kopi dari tangan indri.


"bukan begitu makanan yang aku pesan untuk mu sudah datang, ayo kita makan dulu."ajak indri dsn selly pun terbangun dari duduknya lalu berjalan mengikuti indri.


Sesampai di ruangan indri mereka duduk di sofa dan mulai membuka bungkusan makanana tersebut.


bahkan kali ini mereka makan tanpa menggunakan sendok, indri jadi belajar dari selly ternyata makan tanpa sendok jauh lebih nikmat.


Selesai makan, selly mengerjakan tugas indri yang tinggal sedikit lagi. Bahkan gadis ini agak sedikit cemas karena melihat selly yang nampak santai sekali.


"apa yang kau lihat?kenapa kau menatap ku seperti itu? Kau cek tugas yang sudah aku kerjakan,sisanya ini sebnetar lagi selesai"terang selly dan indri pun mengambil buku tugas tersebut.


hampir tidak percaya ternyata tugas yang dia tidak bisa kerjakan sudah selesai dengan cepat sekali.


"jangan senang dulu, kau cari tahu dulu bagaimana bisa selesai jadi jika kau di tanya dosen bisa paham. Walau pun itu bukan hasil kerjaan mu tapi setidaknya kau bisa mengerti caranya"ucapan selly ada benarnya juga dan indri pun mempelajari cara-caranya.


"ini sudah selesai semuanya, berarti kita bisa berangka kekampus sekarang saja. Aku ingin ke perpustakaan sudah lama aku tidak membaca dan ilmu ku semakin berkurang saja, apalagi sejak menjadi istri kakak mu sepertinya kepintaran ku rada berkurang."selly mengambil tas nya dan merapihkan meja kerjanya ketika hendak melangkah keluar indri menahan nya.


"tunggu sebentar pekerjaan ku belum selesai, tunggu aku beberapa menit lagi"ujar indri yang membuat selly menatapnya dengan tajam.


"dari tadi kamu ngapain aja sih? Ckck lelet sekali. Lekas kerjakan aku sudah mulai bosan karena aku tidak ada pekerjaan penting lagi" tutur selly yang mendorong indri untu menuju ruang kerja nya.


Selly menunggu indri menyelesaikan pekerjaan nya sambil bermain game.


sesekali melirik ke arah indri yang sedang tergesa-gesa mengerjakan tugas kantornya, selly membiarkan nya karena itu sudah kewajiban indri mengerjakan nya.


"akhirnya selesai juga,ayo kita berangkat sekarang"ajak indri yang sudah berdiri di hadapan selly.

__ADS_1


selly pun mengikuti langkah indri masuk kedalam lift, banyak karyawan yang berpapasan denagan mereka dan kedua orang ini hanya memberikan senyum saja.


ada salah satu karyawan yang menyindir selly tapi dia cuek saja,bahkan selly memberikan kode sama indri untuk tidak usah membalasnya.


"anak baru sekarang enak banget ya?bisa masuk dan pulang sesuka hatinya,kek kantor milik keluarga nya aja"sindir cewe yang berpakaian seksi tersebut.


"paling juga dia deketin bos kita sama adenya jadi merasa spesial banget jadinya, padahal ngga tau juga dia bisa kerja apa tidak"timpal teman wanita seksi itu.


pintu lift terbuka, ke empat wanita yang menyindir Selly pun tanpa Selly tahu kalau Indri mengganjal kakinya untuk menghalangi jalan mereka.


bahkan mereka berempat jatuh bersamaan dan jadi bahan tontonan karyawan lain.


Selly melangkahi mereka dan ngga ada niat ingin membantu membangunkan nya.


begitu juga dengan Indri tanpa basa basi berjalan begitu saja, nampak mereka kesakitan tapi karyawan lain hanya tertawa saja tidak ada yang mau membantu mereka berdiri.


"apa itu kerjaan kaki mu yang menjegal sepatu mereka"tanya Selly yang sudah tahu itu pasti kerjaan Indri yang sekarang ketularan jahil.


"mau kemana? tanya Selly


"ambil mobil dulu lah kan mau kekampus"ujar Indri


"ngga usah, sekali-kali naik busway. belum pernah kan ngrasain naik angkutan umum, dan kita juga harus mencoba naik kereta juga."seru Selly yang membuat Indri sedikit berpikir lalu menyetujui ide Selly.


ini pengalaman pertama Indri naik angkutan umum tapi tidak buruk-buruk amat bahkan senang bisa melihat banyak orang dan Indri melihat Selly yang senang membantu banyak orang.


"nah itu toko dan cafe nya bunda? nanti pulang kampus kita mampir ya kesana sekalian ketemuan sama Rini."tunjuk Selly dan Indri melihat keluar jendela dan benar dia melihat Rini yang baru turun dari ojeg.


"nah itu Rini , Selly cepat sini" mereka berdua teriak memanggil Rini,.Indri merasa senang bahkan tidak pernah menyangka bisa melakukan ini semua.

__ADS_1


"hahahaha pasti tuh anak sekarang lagi bengong?ujar Selly lalu mereka duduk kembali dan meminta maaf karena sudah berisik.


penumpang yang lain hanya tersenyum saja karena jarang ada gadis seramah ini selesai membuat kebisingan.


"mereka pikir kita orang yang baru dari kampung kali ya? ujar selly yang masih tertawa karena memang gadis ini jarang menunjukan kesedihannya.


"biarlah mereka mau bicara apa yang penting kita tidak merugikan orang banyak"seru Indri


tak terasa mereka sampai juga di kampus dan Selly menuju perpustakaan sedangkan Indri langsung masuk kelas.


nampak Selly sangat serius sekali membaca buku, setelah itu dia langsung masuk ke kelas juga karena sudah jam masuk.


selesai mata pelajaran kuliah nya selesai, Nampak Indri sudah menunggu kakak iparnya di taman.


ada beberapa cowo yang menghampiri Indri dan Selly melihat dari kejauhan langsung berjalan setengah berlari.


"eits banyak banci nih, yang beraninya sama cewe yang lagi duduk sendirian."ledek Selly sambil tersenyum miring.


"eh gue cuma ada urusan dengan cewe ini ya? yang sombong "tunjuk pria itu ke muka Indri


"wuihh jadi Lo mau kasih pelajaran sama cewe yang ngga bisa apa-apanya gitu? terus Lo punya ade cewek ngga atau kakak cewek juga ngga? dan emak Lo cewek juga ngga? sini gue kasih tahu sama Lo? andai Ade, kakak dan emak Lo diperlakukan seperti ini nih? apa Lo bakalan diam aja? "Selly memelintir tangan pria yang merasa hebat itu sedangkan temanya hanya meringis saja.


"uhh sakit "seru teman pria tersebut sambil mengusap lengan nya padahal bukan tangan dia yang di pelintir.


"hai Gadis sialan sini lawan gue ? tantang salah satu dari mereka tanpa mereka sadari Selly berjalan sangat santai dan hanya memukul sedikit bagian ulu hati si pria yang menantangnya.


satu persatu mereka meringis kesakitan karena kena pukulan Selly.


Selly hanya santai saja bahkan tidak merasakan apa pun, lalu Selly mengangkat leher kaos cowo yang sombong itu.

__ADS_1


"gue hanya mau tanya nih? tapi kalau Lo ngga mau jawab palingan sebentar lagi gue telpon ambulans aja sih? siapa sih bro yang nyuruh Lo itu? sarkas selly yang benar-benar kesal dengan cowo sombong yang dia tahu pasti otak nya bodoh.


__ADS_2