
Dugaan Indri dan andri sangat meleset justru dalam hitungan 2 jam selly sudah menyelesaikan tumpukan pekerjaan yang diberikan mertuanya.
pikir indri berkas tersebut akan selesai dalam dua hari, selly sebenarnya sangat pintar dan gadis ini bisa mengerjakan pekerjaan dengan rapih bahkan hasilnya diluar dugaan.
Selly berjalan mencari ruangan Indri,dia terus mencari ruangan indri. Sampai akhirnya dia memutuskan menelpon indri.
"dimana ruangan mu,kaki ku sangat pegal sekali mencarinya tapi tidak ketemu juga"info selly melalui sambungan telepon nya.
Tanpa menjawab indri langsung keluar dari ruangan kerjanya,nampak didepan pintu ruang kerjanya selly sedang celingak - celinguk.
indri hanya menatap selly saja sampai pandangan selly bertemu dengan indri.
"bilang dong kalau ruangan mu disini,aku hanya mau mengantarkan ini saja"selly menyodorkan tumpukan berkas yang sudah dia susun rapih sesuai abjad.
indri terpaku di tempatnya dan masih berdiri dengan menatap berkas yang harusnya selesai besok.
"kenapa kau malah bengong,cepat ambil tangan ku pegal sekali."ujar selly yang terlihat keberatan.
'kenapa sudah selesai? Harusnya besok baru selesai dan kenapa sangat rapih sekali?"tanya indri
"apa ada pertanyaan yang lebih tidak menjadi aku terlihat bodoh?cebik selly. "cepatlah kau ambil dan mana lagi yang harus aku kerjakan?
Indri pun mengajak selly masuk keruangan nya dan meminta selly untuk duduk terlebih dahulu,indri pun meninggalkan selly sebentar karena akan menyerahkan berkas tersebut ke kakaknya.
ada rasa takut di tolak kakaknya hasil kerja nya Selly, tapi dengan yakin dia langsung masuk keruangan kakaknya tanpa mengetuk pintu lagi.
"ini aku hanya memberikan hasil kerja anak baru tersebut"ujar Indri yang menyimpan berkas tersebut di atas meja kerja kakaknya.
Indri tidak ingin menyapa kakak ipar nya yang bernama Karin, karena Indri sangat jengah jika berhadapan dengan Karin.
"apa kau tidak mau menyapa ku, adik kecil? sapa Karin
"berhenti memanggilku seperti itu? aku bukan anak kecil yang manja dan menghabiskan uang orang tuaku? bentak Indri yang membuat Andri kaget, baru kali ini melihat adik nya berkata kasar.
__ADS_1
"Indri letakkan saja di meja,lalu kau bawa berkas yang ada bersama Kiki. suruh teman mu menyelesaikan nya, sambi aku mengecek hasil kerja dia yang itu."tunjuk Andri
Andri tidak ingin membuat adik nya bertambah kesal jadi dia memutuskan untuk Indri pergi dari ruangan nya.
Indri keluar dari ruangan kakaknya dengan menutup pintu sangat kasar bahkan Andri pun sampai terlonjak kaget.
"itulah adik yang selalu di manjakan jadi minim sopan santun"ujar Karin
"jika kau tidak mempunyai masalah dengan nya sebaiknya kau diam saja,tidak perlu mendikte sifat adikku karena dia sangat mandiri tidak pernah tergantung dengan aku atau papa ku."terang Andri yang membungkam pertanyaan Karin.
Indri kembali keruangannya dengan muka di tekuk bahkan sangat tidak enak di lihat,yang membuat Selly terus bertanya.
"apa kau di marahi oleh bos itu? atau pekerjaan ku ada Yang salah? kenapa wajah mu sangat jelek sekali?tanya Selly bertanya tanpa ada titik koma.
"ayo kita makan siang yang enak dan mahal, aku yang akan bayar."ajak Indri
"hai kau belum menjawab pertanyaan ku? seru Selly
"Indri berhenti aku bisa berjalan sendiri tanpa harus kau tarik begini, bisa-bisa tangan ku akan copot? teriak Selly
"tinggal aku sambung saja, ngga usah repot-repot dan ambil pusing."jawab Indri
mereka berjalan setengah berlari, membuat Selly dibuat bingung oleh kelakuan adik iparnya.
sampailah mereka di sebuah restoran mewah yang untuk kedua kalinya Selly datang ketempat ini.
"apa kau yakin akan makan disini? kenapa ngga makan pecel lele saja,itu sangat enak dengan lalap dan sambal? terang Selly
"tenang aku Yang akan bayar? bila perlu kau undang saja teman mu itu siapa namanya? biar nambah seru"ujar Indri
"asal kau tahu selama ini hanya kamu lah teman ku, aku tidak mempunyai sahabat. sepulang sekolah aku selalu les dan membantu pekerjaan papa,ketika bertemu dengan mu aku merasa sangat senang sekali walau kau adalah kakak iparku tapi kau tidak pernah membatasi diri dengan ku."ungkap Indri yang menatap Selly dengan tatapan sendu.
"kita hampir sama yang membedakan kamu anak orang kaya sedangkan aku anak orang tidak punya saja. aku harus bekerja untuk biaya sekolah ku dan aku juga tidak mengerti kenapa orang tua ku sangat membenci ku. kadang aku merasa seperti anak tiri saja,hehehehe.."Selly menceritakan kisah hidupnya yang sangat miris tersebut,justru membuat Indri semakin sayang dengan kakak iparnya tersebut.
__ADS_1
"oh iya pekerjaan ku yang tadi gimana? ada yang salah atau tidak? selidik Selly karena dia berharap bisa mendapatkan respon yang baik dari bos nya walau dia penasaran dengan muka bosnya itu.
"sepertinya pekerjaan mu bagus, buktinya bos kita tidak teriak-teriak lewat ponselku."tunjuk Indri ke arah ponselnya.
"apa gila bos nya itu ? memaki-maki mu lewat telpon? ujar Selly yang mendengarkan penuturan Indri sangat kesal sekali.
"sudahlah itu makanan kita, mari makanlah dengan damai tanpa banyak pertanyaan yang membuat sakit jiwa."seru Indri yang sudah baik moodnya.
sejak berteman Selly dia sekarang lebih terlihat bahagia,bahkan sudah bisa tersenyum dan menyapa para karyawan bahkan teman kuliahnya.
dulu dia seorang gadis pendiam bahkan tidak pernah mau menyapa siapa pun.
"Indri sebenarnya ada banyak pertanyaan untukmu? tapi nanti saja setelah pulang kantor, sembari kita mencari pakaian kerja untuk ku."tutur Selly
"apa yang akan kau pertanyakan?Indri menatap tajam ke arah Selly
"nanti saja, ayo habiskan makanan mu. nanti kita akan bersenang-senang dan boleh aku mengajak Rini? tanya Selly
"boleh lah biar ramai kita bertiga bisa menjadi besti? seru Indri sambil mengangkat gelas nya memberi tos ke gelas Selly
mereka berdua tertawa terbahak-bahak, bahkan sampai pengunjung restoran menatap mereka semua bahkan mereka ikut tersenyum juga.
tanpa mereka sadari Andri menatap adik dan istrinya, tanpa sadar Andri ikut tersenyum tipis.
lalu selesai makan, Selly menghubungi Rini lewat panggilan video call.
nampak di layar ponsel Selly wajah Rini yang di tekuk dan sangat jelek sekali.
"wajah mu sudah buruk kalau begini entahlah aku harus bilang apa? ujar Selly melalui ponsel nya
"sialan Lo , gara-gara Lo pindah kerja jadi stres nih semua pengunjung banyak yang komplain mencari Lo? kesal Rini
mereka saling meledek dan akhir nya mereka janjian nanti sore di mal xx.
__ADS_1