
siang ini Selly benar-benar di temani Andri suaminya, bahkan Andri bekerja di rumah.
biasanya dia bisa sesuka hatinya sekarang, dia harus banyak diam.
"apa nanti aku bisa masuk kuliah? tanya Selly dan Andri hanya melirik nya saja.
"apa kau sudah bisa berjalan atau masih sakit? ujar Andri tanpa menatap wajah Selly.
"CK pertanyaan di jawab pertanyaan lagi."cebik Selly yang kembali memainkan game lewat ponsel nya.
"hmmm aku akan antarkan kamu ke kampus, setelah pekerjaan ku selesai."terang Andri
"apa harus di antar? tanya selly
"apa harus bertanya jika suami mau mengantarkan istrinya,"sahut Andri
"oke baiklah kalau begitu dari pada aku ketinggalan mata kuliah jadi aku ikuti saja apa kata suami."sahut Selly
dan dia pun memberikan kabar ke indri kalau sore ini dia akan masuk kuliah juga.
"apa kau tidak apa-apa,sell? tanya Indri lewat chat nya
"ngga apa-apa, kan aku hanya ngga enak badan dan sekarang sudah sembuh? balas Selly
"oke,sampai ketemu di kampus."balas Indri lagi.
lalu Selly memasukkan ponsel tersebut kesaku celana nya, dia masuk kedalam kamar hendak membersihkan Dirinya dulu.
tiba-tiba suara pintu kamar mandi di ketuk suami nya, dengan cepat Selly kembali memakai kaos nya lagi.
"ada apa? tanya Selly yang hanya menjulurkan kepala nya saja dari belakang pintu kamar mandi.
"apa masih lama? aku ingin keluar sebentar."tanya Andri
"masih lama jadi sebaiknya kalau memang penting sebaiknya pergilah."ujar Selly
"tunggu ya aku akan kembali cepat."teriak Andri karena Selly sudah menutup pintu kamar mandinya lagi.
Andri bergegas pergi meninggalkan apartemen Selly, dengan langkah tergesa-gesa.
Selly pun membersihkan dirinya dengan santai karena dia juga harus menunggu suami nya kembali dan mengantarkan dirinya.
sudah hampir satu jam, andri belum ada tanda-tanda kembali bahkan tidak ada pesan sama sekali.
Selly berkali-kali melihat jam di lengannya, berkali-kali menghela nafas panjang.
__ADS_1
"apa aku berangkat sendiri saja ya? udah hampir telat banget,"gumam Selly
lalu dia pun bersiap-siap mengambil tasnya dan memakai sepatu lalu berjalan keluar meninggalkan apartment.
Selly menaiki ojeg online karena waktunya sudah hampir telat.
di perempatan lampu merah motor ojeg nya berhenti dan sejajar dengan mobil yang didalamnya ada Andri bersama wanita yang pernah Selly lihat.
dengan cepat Selly memalingkan wajahnya, ada rasa nyeri dihatinya kenapa suami nya tidak memberikan kabar biar dia tidak menunggu.
"kenapa sesakit ini sih? gumam nya
sampai di kampus, Selly berjalan dengan pikiran kosong bahkan dia tidak masuk kelasnya melainkan duduk di tepi danau dekat kampusnya.
"harus kah seperti ini jadinya? lirih Selly
lalu Selly pun memesan taksi dan pulang kerumah bunda Ida itu tempat yang ternyaman saat ini.
sepanjang perjalanan air matanya terus saja mengalir tanpa diminta.
ponselnya berdering dia abaikan saja, Indri menelpon nya berkali-kali.
begitupun dengan Rini, banyak pesan yang dikirim dari dua sahabatnya itu, tapi tidak ada pesan sama sekali dari suami nya paling tidak meminta maaf atau memberi alasan apa pun.
sesampai dirumah Bu Ida, Selly langsung turun dari taksi dan mencari Bu Ida.
"non Selly, nyonya di kamarnya. apa mau mbok panggilkan? tanya si mbok
"gak usah mbok, biar Selly aja yang kekamar bunda."ujar Selly lalu masuk kedalam dan menuju kamar Bu Ida.
Selly mengetuk pintu kamar bu Ida dan berkali-kali memanggilnya.
"bunda apa bunda tidur? ini Selly bunda."panggil Selly
lalu terdengar pintu terbuka nampak Bu Ida dengan wajah yang baru bangun tidur.
"maaf kalau Selly membangunkan bunda."ucap Selly
"ngga apa-apa, bunda berasa mimpi dikira bunda mimpi dengar suara kamu."terang bunda Ida yang memeluk Selly.
Selly hanya tersenyum kecut bahkan rasanya dia sudah ngga kuat lagi.
"masuklah, "Bu Ida meminta Selly masuk kedalam kamarnya lalu Selly pun duduk di sofa dengan pandangan kosong.
saat ini sakit yang dia rasakan,bahkan berasa ngilu di hatinya.
__ADS_1
"Bun, apa bunda tahu tentang mas Andri? apa yang bunda bilang ternyata memang benar ada nya, apa aku bisa kuat Bun?"air mata Selly mengalir deras bahkan sampai terisak-isak tangisannya.
"maaf bunda yang salah, seharusnya tidak memaksa kau untuk menikah dengannya yang berakhir dengan menyakiti hatimu. sekali lagi bunda mohon maaf,"Bu Ida pun ikut menangis.
"Bun, apa boleh aku egois Bun? apa boleh aku cemburu Bun? apa boleh aku merasakan perih di dada ini Bun? sakit Bun, sangat sakit..hiks..hikss."tangisan Selly sangat memilukan bahkan siapapun yang mendengarkan akan ikut menangis juga.
"apa kau sudah lelah dan ingin menyerah? tanya Bu Ida sambil memeluk Selly.
Selly pun menatap wajah yang semakin menua tapi terlohat sangat cantik,Selly pun menganggukan kepalanya.
"aku takut Bun, jika pernikahan ku ini akan berdampak negatif untuk kehidupan ku kedepannya Bun. apa lagi yang aku hadapi adalah Karin yang sangat pendendam.
andai mas Andri tidak menyukai nya kenapa mas Andri sellau memberi harapan padanya Bun? tapi apa yang aku lihat tadi Bun? tidak sesuai dengan omongan nya.setiap wanita dan pria setiap hari bersama tidak mungkin kalau tidak saling menyukai,lama kelamaan mereka akan saling cinta Bun."penjelasan Selly membuat Bu Ida menangis.
"apa kau ingin menenangkan diri mu,nak? tanya Bu Ida dan Selly menjawab dengan anggukan kepalanya.
"boleh Bun? hikss..hiks aku ingin pergi sejauh mungkin Bun dan tidak ingin semua orang tahu tentang aku."lirih Selly
keadaan nya berubah total. dulu dia di kenal Gadis yang kuat tapi hanya karena cinta, seketika kekuatannya runtuh juga.
sementara itu waktu semakin malam, sedangkan Andri masih bersama Karin.
bahkan beberapa kali Kiki memberikan kode tapi tidak di respon juga oleh Andri.
"kasian non Selly pasti masih menunggunya, apa si bos sudah memberikan kabar ya? gumam Kiki
lalu ada pesan masuk dari Rini yang menanyakan keberadaan Kiki.
"aku sedang mengantarkan bos."jawab Kiki singkat
Rini pun semakin khawatir kemana perginya Selly, bahkan Indri pun mencari kemana pun tidak ada juga.
"apa Selly kerumah Tante Ida" tebak Indri
"bisa juga begitu? tapi ada apa dia kesana? ujar rini
"ayo kita kesana sekarang? aku takut ada apa-apa dengan Selly."Indri menarik tangan Rini untuk masuk kedalam mobilnya.
lalu mereka menuju rumah Bu Ida guna mencari keberadaan Selly.
sampai di rumah Bu Ida, nampak sepi sekali. dan hanya terlihat beberapa karyawan saja.
"mbok? panggil Rini
"eh neng Rini. ada apa? tanya si mbok
__ADS_1
"apa mbok melihat ada Selly datang kesini? tanya Rini
si mbok Pun terdiam dan hanya menundukkan kepalanya saja.