Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 42


__ADS_3

mereka berkumpul di ruang tengah dan Bu Ida menyiapkan makanan beserta cemilan yang dibantu Indri.


"apa kau bisa memasak nak? tanya Bu Ida


"belum begitu bisa Tan, karena yang mengajarkan aku masak sudah kabur kesini."canda Indri


"kau bisa belajar kapanpun jika kau ada waktu luang. karena memasak itu sangat menyenangkan sekali."terang Bu Ida


"iya Tante pasti dan sangat seru."jawab Indri


sementara di depan nampak David dan istrinya sudah tiba lebih cepat.


bahkan istrinya David sudah tidak sabar ingin melihat Selly karena selama ini hanya bicara lewat video call saja.


"hai kau lupa dengan suami mu hah!! teriak David


"maaf sayang harum rendang sudah tercium dari sini."ujar Mary


"bilang saja kau ingin bergosip dengan adikku itu."cebik David


tanpa mengetuk pintu lagi Mary langsung memanggil Selly.


"Selly dimana kau? aku membawakan kau banyak sekali oleh-oleh,"teriak Mary


"hallo dwt vater.."sapa Mary


"hai Mary masuklah dan bantu bunda mu memasak di dapur."perintah pak Jhon


"ayah aku ingin duduk sebentar apa boleh? rengek mary


"kau ini masuk tidak memberi salam dan oleh-oleh yang kau bawa hanya untuk putriku saja."cebik pak jhon


"hallo ayah apa kabar? sapa David


"hai son, baik masuklah bunda mu ada di dapur."jawab pak Jhon yang memeluk putra pertamanya itu.


"kau tidak ingin memeluk ku bocah gendut."ledek David ke Selly


"aku bukan bocah dan hanya perut ku yang gendut."protes Selly


"kesini peluklah aku.."David merentangkan kedua tangan nya dan Selly memeluk kakaknya itu.


"kau semakin lebar kesamping apa kau makan dan minum susu dengan benar dan teratur.? tanya David.


"berhentilah kakak kau meledek ku.."selly kesal lalu dia duduk kembali dengan muka di tekuk.


tiba-tiba mata David tertuju pada sosok yang pernah dia kenal dulu sewaktu kecil.


"apa kau hary ? tunjuk David


"aku pikir kau tak mengenal ku kak."Hary memeluk David


"aku pasti mengenal mu karena muka jelek mu itu."ledek David lalu sedikit berlari menuju dapur karena dia belum menyapa bundanya.

__ADS_1


"hai bunda.."sapa David yang memeluk Bu Ida


"apa kau terlihat semakin tua atau mata aku saja yang salah lihat"ledek David


"anak kurang ajar kau, selalu meledek bunda mu."cebik Bu Ida


"ini kenalkan Indri teman nya Selly adik mu."ucap Bu Ida


"aku pernah melihat gadis ini. apa kau adiknya Andri "tanya David


Indri hanya menghela nafas dan membuangnya dengan kasar.


"tentu saja kau mengenal ku, karena aku sering kau buat menangis."penjelasan Indri membuat David tertawa terbahak-bahak.


"eh bocah cengeng ngapain main jauh-jauh nanti nyasar loh!! ledek David


membuat bu Ida menggelengkan kepalanya dan merasa pusing kalau anak pertamanya datang selalu saja ada yang bikin orang kesal.


"David dimana istri mu? tanya Bu Ida


"ada sedang menggosip, apa lagi yang dia lakukan selain kepo."jawab David santai


tidak lama istri ya datang dan menyapa Bu Ida


"apa kabar bunda? seru Mary


"baik nak, apa kau ingin mencoba rendang."tanya Bu Ida


"iya bun, harum nya itu sampai tercium keluar. apa tadi bunda sedang memanaskan nya!! ujar Mary


"sayang apa boleh aku menginap disini? tanya Mary


"boleh tapi besok kau aku jemput ya!! jawab David sambil memakan kue


"tidak aku ingin satu Minggu disini."ujar Mary


"apa kau tidak mempunyai suami dan tidak mengurus keperluan ku."kesal David


"oke baiklah kalau begitu dua malam ya?? plis ayolah sayang"rengek mary


tetap saja David tidak menyetujui nya karena dia tidak bisa berpisah lama dengan istrinya itu.


Indri yang melihat pasangan tersebut pun terkekeh geli dan meledek Andri.


"udah kak kalau gak di kasih ijin juga, lebih baik gak usah di kasih jatah satu bulan."ledek Indri


"kau benar sangat pintar."lalu Mary melihat ke arah Indri


"hai bocah mau sudah besar rupanya, apa kau tidak ingin memeluk ku."ujar Mary


"kak Mary.."seru Indri dan berhamburan memeluk Mary


"apa kakak mu masih suka kumat? tanya Mary kembali

__ADS_1


Indri mengernyit dahi nya lalu dia tertawa terbahak-bahak


"dia sudah menikah bahkan istrinya dua tapi istri keduanya kabur tanpa dia sadari."ungkap Indri


"satu saja tidak habis kenapa harus dua? tanya David


"apa kalian tidak tahu? tanya Indri


"tahu apa? tanya Mary yang kembali duduk di kursi nya


lama Indri terdiam dan David terus memaksanya untuk bicara


"istri pertamanya Karin kalian pasti tahu siapa wanita itu."ungkap Selly


"oh what Karin? apa ngga salah dengar kan Andri tahu Karin bukan upss"David menutup mulutnya karena di luar ada Hary sepupunya Karin.


"hary sudah tahu kok kak soal Karin."ujar Indri


"yang kedua siapa? tanya Mary penasaran.


"yang kedua hmmmm yang kedua hmm."Indri ragu-ragu dan takut kena semprot David


"Andri itu suami adik.mu, jangan kau marahi Indri yang salah bunda sudah memaksa Selly untuk menikahinya."tiba-tiba Bu Ida memotong pembicaraan Indri dan David sedangkan Mary hanya menjadi pendengar saja.


"sebaiknya Andri tidak perlu tahu kalau adikku sedang mengandung anak nya.


aku dan mary siap kok Bun untuk menjaga bayi tersebut."ungkap David


David tidak bisa marah karena memang ini kesalahan ibunya


lalu dia berdiri dan menatap Indri.


"apa kau bisa menjaga rahasia ini ? tanya David dan Indri pun menganggukan kepalanya.


"good girl."ucap Andri dan melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruang tengah.


sedang Mary masih mematung di mejanya bahkan sangat rumit sekali kejadian ini menurut nya.


jika sampai Andri mengetahui anaknya pasti tidak akan tinggal diam tapi yang lebih parahnya nya lagi berurusan dengan Karin.


Mary mengusap wajah nya dengan kasar dan berdiri lalu menepuk bahu Indri.


"ayo bergabung di dalam."ajak Mary dan Indri mengikuti nya dari belakang.


Bu Ida sedang berbicara lewat telpon mungkin dengan ibunya Rini karena sedikit serius.


tidak lama Jenn dan Rini pun datang sudah ramai sekali rumah bu Ida.


tanpa di sangka juga ternyata Anak bungsu Bu Ida pun datang tanpa memberikan kabar.


"kau ini istri sedang hamil masih saja di ajak keluyuran."ledek David ke adiknya Rio


lalu istrinya Rio yang bernama Nana menyapa mary juga dan memeluknya.

__ADS_1


"perutmu sudah semakin besar "seru Mary dan Nana hanya tersenyum saja.


Bu Ida keluar dari dapur bergabung keruang tengah nampak heran karena rumahnya menjadi ramai begitu pun pak Jhon.


__ADS_2