Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 39


__ADS_3

Indri dan yang lainnya mulai tidak sabar waktu mereka tinggal satu Minggu lagi untuk berangkat.


"tumben kau mau berlibur? biasanya juga sibuk kerja."sindir Andri


"sudahlah gak usah ganggu hidup ku, aku sudah punya sahabat jadi bisa liburan bareng dong."kesal Indri lalu dia pun menyudahi makan malamnya.


mama nya hanya menghela nafas saja,sejak Andri menikah dengan Karin hubungan antara adik dan Kakak agak sedikit merenggang.


bahkan Indri sudah tidak pernah mau berbicara lagi dengan Andri.


"tolong kalau bicara dengan adikmu itu jangan suka menyinggung perasaannya, apa lagi setelah dia kehilangan Selly dia lebih cepat marah."ujar mamanya Andri


ketika mamanya menyebutkan nama itu kenapa Andri merasa kalau Selly sedang hamil karena dia merasakan muntah bahkan ingin memakan rujak.


"dimana kamu Selly!! lirih Andri lalu dia masuk kedalam kamar nya


Andri memandang langit-langit kamarnya lalu dia meneteskan air matanya.


rasa rindu yang sangat besar dan lebih besar dari kesalahan-kesalahannya juga.


"apa ketika kita bertemu akan bisa membuat mu jatuh cinta lagi dengan ku,"gumam Andri


harapan untuk menemukan istrinya sepertinya sia-sia karena Selly lah yang tidak ingin di temukan.


lalu dia berpikir untuk pergi sementara waktu tapi dia tidak bisa meninggalkan Karin juga.


entahlah ketika kehilangan selly ternyata lebih menyakitkan di banding kehilangan Karin.


pagi harinya Indri sudah tidak mau bekerja lagi dengan alasan ingin cepat menyelesaikan kuliah nya dan mau melanjutkannya S2 di luar negeri.


"Indri kan Anak perempuan mama satu-satunya, masa mau kuliah jauh lagi waktu SMP dan SMA kan sudah di luar negeri dan di sini banyak kok kampus yang bagus-bagus."terang mamanya.


"ngga mah, aku lebih nyaman di luar negeri dan hidup ku pun aman tidak ada yang bisa mencelakaiku mah!!" sindir Indri yang melirik tajam ke arah Karin.


Karin pun tersedak lalu dengan cepat Andri menyodorkan air minum.


"kamu itu bicara apa sih nak? masa ada yang mau mencolek Anak papa yang satu ini. kalau dia sampai seperti itu tidak segan-segan papa akan menjebloskan ke penjara."timpal papanya Andri seolah paham dengan sindiran putrinya.


"iya nanti juga mama akan tahu, tapi sebelum mama tahu sebaiknya mama harus mempersiapkan jantung mama biar tidak kaget. orang nya yaahhhh.. ngga jauh-jauh."Indri langsung berdiri dan tidak jadi ikut sarapan dia memilih pergi ke kampus.


begitu pun dengan papanya Indri dia alasan ingin mengantar Indri kekampus karena selera makannya langsung hilang begitu saja.

__ADS_1


"kalian ini ngga pada sarapan dahulu, ini enak loh? ucap mamanya Indri


"ngga mah kita kenyang banget deh."Sindir suami nya


lalu mereka pun langsung masuk kedalam mobil begitu pun dengan Indri.


di dalam mobil papanya mengajak Indri untuk sarapan diluar saja.


"ke cafe Tante Ida saja pah? pasti banyak makanan yang lezat"ajak Indri dan papa nya pun langsung menuju cafe tersebut.


sesampainya di cafe benar saja, ada jenis makanan yang memang mereka jarang untuk memakannya.


lontong sayur, Indri dan papanya langsung saling berpandangan dan menganggukan kepala.


"mau teh panas gak? mau manis atau tawar,.ndrii? tanya Rini


"bentar aku tanya papa dulu."sahut Indri


lalu dia mendekati papa nya


"pah Kalau makan begini harus coba minum teh loh!! papa mau manis apa yang tawar?.tanya Indri


"papa mau yang tawar saja. dan kalau bisa papa tambah lagi lontong nya satu porsi ya? ujar papanya Indri


harum teh tersebut menyebar kemana-mana bahkan ada pelanggan dengan sengaja sarapan di sini untuk meminum teh saja.


"besok om akan sarapan di sini terus, dan untuk besok menu nya apa. Rin?tanya papanya Indri


"untuk besok ada nasi kuning om, dan silahkan ajak Tante om biar ramai."sahut Rini lalu berpamitan untuk melanjutkan pekerjaan nya lagi.


"Rin nanti sepulang kuliah kita belajar bareng disini saja ya? pinta Indri dan di dengar oleh papanya.


"oke" rini menjawabnya dengan singkat lalu Indri pun pergi meninggalkan cafe Bu Ida.


karena dia harus kekampus sedangkan papa nya akan kekantor.


sedangkan Selly nampak menikmati masa kehamilannya dan perut nya sudah mulai membuncit.


Selly tidak memberitahukan kepada Rini atau Indri tentang kehamilannya ini.


sahabatnya disini hanya Jenn dengan yang lain Selly tidak begitu akrab.

__ADS_1


"Selly sebaiknya berhentilah bekerja, kau harus perhatikan kandungan mu itu."ujar jenn


"tidak bisa begitu jenn, aku tidak mau membebani ayah dan bunda ku. mereka sudah terlalu baik kepadaku."jawab Selly sambil mengerjakan tugas dari dosen.


"lalu mau sampai kapan kau bekerja? apa bos di tempat kerja mu itu meringankan pekerjaan mu? selidik jenn


"iya, pekerjaan ku tidak terlalu berat dan semua sangat baik dengan ku. seperti diri mu yang selalu perhatian dengan ku"ungkap Selly


Jenn pun tersenyum kekhawatiran nya berkurang sedikit tapi dia akan menjaga Selly dengan baik itu janji dia saat Selly mau berteman dengan nya.


"apa kau sudah selesai? sini aku bantu."tanya Selly


"tidak usah,biar aku bisa sehebat kau. jika terus di bantu kapan aku bisa pintar nya,"cebik Jenn dan Selly pun tertawa geli.


"aku hanya membantu saja,Jenn."ucap Selly lalu melanjutkannya membaca sambil menunggu Jenn selesai mengerjakan tugasnya.


hampir satu jam akhirnya Jenn menyelesaikan tugasnya


"apa kau sudah lapar keponakanku."tanya Jenn yang mengelus perut buncitnya Selly.


"kenapa kau tanya bayi di dalam perut, yang lapar aku."canda Selly.


"hahahaha, hai bocah mommy mu belum apa-apa sudah cemburu dengan mu."sahut Jenn berbisik di perut Selly.


mereka berdua pun tertawa lalu Selly mengajak Jenn kekantin tapi Jenn ingin makan di tempat lain sambil mengantarkan Selly bekerja.


"ya sudah ayo? ajak Selly


"apa ada yang ingin kau makan,Selly? tanya Jenn


"saat ini belum ada."sahut Selly


"oh ya sudah, tapi kenapa kau tidak mual atau muntah seperti ibu hamil lainnya."tutur Jenn


"mungkin bayi ku lebih pengertian dan dia tidak manja."canda Selly sambil terkekeh geli melihat wajah Jenn.


sesampai di tempat makan yang Jenn pilihkan ternyata menu Asia.


seketika air liur Selly menetes, karena dia ingin sekali makan asinan.


"apa kau suka? tiba-tiba Jenn bertanya

__ADS_1


"aku ingin itu, asinan."bisik Selly seperti anak kecil


"asinan apa itu seperti salad? tanya Jenn penasaran dan Selly hanya menganggukkan kepalanya saja.


__ADS_2