Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 18


__ADS_3

lalu dengan cepat mereka menghabiskan makanannya, karena mood Selly benar-benar sedang anjlok.


kemarin dia merasa senang karena berpikir tidak akan bertemu dengan suami nya itu di perusahaan tempat dia bekerja.


selesai makan siang,Selly sengaja masuk keruangan Andri dan mengunci pintu karena dia tidak ingin ada yang masuk dan mendengar pembicaraan mereka.


pernikahan di dengan perjanjian 2 tahun cukup mereka berdua saja yang tahu.


saat ini pun Bu Ida sudah berpikir bahwa tidak mungkin Andri dan Selly melakukan pernikahan kontrak.


saat ini Andri sudah duduk di kursi kebesarannya sambil menatap layar komputer.


sedangkan jarinya sangat lincah bergerak di atas keyboard.


dari ujung matanya dia melihat Selly yang sedang berjalan mendekati meja kerjanya.


"ada apa? apa ada pekerjaan mu yang tidak kau pahami? tanya Andri tanpa memandang Selly karena dia sedang fokus dengan layar monitor komputernya itu.


"tidak ada,bahkan pekerjaan ku sudah selesai dari jam 11 tadi sebelum kau meminta ku untuk menghadap mu,sebagai bosku"cebik Selly.


"apa kau sudah selesai makan siang? tanya Xavier kembali, dia tetap tenang seolah-olah tidak ada masalah apa-apa karena dia tahu Selly akan membahas masalah rumah tangga mereka.


"sudah,ingat jangan pernah mengatakan apapun tentang pernikahan kita karena aku yakin di kantor ini tidak ada yang tahu,kecuali papa,Indri,dan assistenmu itu"ujar Selly sambil memanyunkan bibirnya,karena kejadian melihat suaminya bergandengan mesra dengan wanita lain membuat selly sakit hati.


"memangnya kenapa? bagaimana kalau sebagian dari mereka sudah tahu? bukankah wajar kita memang suami istri?"ujar Andri dengan tenang.


"aku tidak mau.lagi pula kita menikah tidak di landasi perasaan cinta. aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak menyukai ku,apa lagi tidak mengenalku dan satu lagi banyak selingkuhannya."Terang Selly sambil melipat kedua tangannya di dada.


"lalu bagaimana sekarang? apa kau masih mau berdiri disitu, pekerjaan mu kau tinggalkan begitu saja?"tanya Andri


"mungkin hari ini terakhir aku bekerja di perusahaanmu,aku akan melamar di tempat lain saja,"tukas Selly sambil mengambil berkas yang tergeletak di atas meja untuk dia kerjakan.


selesai itu dia akan pulang dan akan mencari pekerjaan lain untuk biaya nikah.

__ADS_1


"kamu tidak akan pernah menghargai wanita sedikit pun,.dan kamu hanya memandang mereka dengan uang dan kesombongan mu itu"cibir Selly sedangkan Andri hanya diam dan membiarkan Selly keluar dari ruangannya dan melakukan apapun yang di inginkan olehnya.


Andri sangat mencintai gadis kecilnya itu karena semua yang ada di gadis tersebut membuat Andri jatuh hati waktu pertama melihatnya.


kecantikan Selly yang alami bahkan sifat periang dan mandirinya membuat Andri kagum,bahkan gadis ini sangat pintar sekali.


Selly berjalan menuju ruangannya, bahkan ketika dia membuka pintu sudah ada Indri di dalam ruangan nya tersebut.


Selly hanya diam saja dan langsung mengerjakan pekerjaannya dengan sangat cepat.


"Selly kenapa kau diam saja? kau mau kemana ini belum jam pulang kantor? tanya Indri yang terus menatap kakak iparnya itu.


"pulang,memang kau pikir aku mau kemana lagi? aku berhenti kerja dan ini semua tugasku sudah aku selesaikan semua."ujar Selly dengan ketus.


"bagaimana pembicaraan mu dengan bos kita, apa kau sudah menego gaji mu sebesar gaji ku? tanya Indri dengan antusias dia tidak melihat wajah Selly yang sudah sangat kesal.


"tidak,"sahut Selly singkat,dia sangat kesal bahkan sesak di dadanya jika mengingat suami nya sama sekali tidak ada sedikit pun memanjakannya.


Indri hanya berdiri dan menatap wajah kakak iparnya, dia tidak mengerti kenapa Selly tambah membenci kakaknya itu.


Selly pun meninggalkan Indri yang masih terpaku di tempatnya.


"Selly bisakah kita bicara dulu,atau aku akan meminta ku berbicara lagi dengan mu"ujar Indri yang mengejar Selly.


"tidak usah.."jawab Selly dengan ketus nya.


"kau tidak perlu mengemis padanya, bilang sama dia aku bisa mengurus diri ku sendiri dan aku terbiasa hidup susah. jangan mentang-mentang dia sudah menikahi ku lalu bersikap seenaknya saja, aku tidak butuh belas kasihan dari dia."Selly menghentikan langkahnya berbalik menatap Indri dengan tatapan tajam. dia sangat kesal harusnya Indri memberitahukan kalau bos nya adalah suaminya sendiri.


"sudahlah stop ikuti aku, aku ingin pulang."tukas Selly lalu berlalu dari hadapan Indri.


hati nya terlalu sakit, jika Andri memang tidak ada rasa dengan nya kenapa menikahi nya bahkan memberikan angan-angan palsu.


saat Indri hendak mengejar Selly tiba-tiba ponsel nya berbunyi dan dia lihat papanya yang menelpon.

__ADS_1


akhirnya dia tidak jadi mengejar Selly karena panggilan papa nya pasti ada kaitan dengan Selly juga.


Malam hari nya, Indri dan Rini janjian di sebuah cafe.


disinilah Rini menceritakan semuanya kalau Selly sudah melihat Andri berselingkuh dan sepertinya Selly sudah jatuh cinta dengan Andri.


mereka pun sepakat besok pagi akan datang ke apartemen Selly, karena malam ini tidak mungkin kakak nya pasti akan pulang ke apartemen Selly.


benar saja, malam ini Andri pulang ke apartemen Selly.


nampak ruangan tersebut sangat gelap sekali, bahkan nampak sepi.


Andri coba masuk kekamar Selly karena sudah mengetuk berkali-kali tidak ada jawaban,ternyata kamar tersebut kosong.


Andri pun menduduki dirinya di sofa sambil menunggu istrinya pulang.


"untuk apa kau datang kesini? tiba-tiba Selly sudah ada di belakang Andri bahkan dia tidak mendengar pintu terbuka saking lelahnya dia tertidur di sofa dalam keadaan duduk.


"cepet katakan ada apa? jika memang tidak penting sebaiknya kau pergi saja tinggal kan aku sendiri."usir Selly sambil berkacak pinggang.


"duduklah kita harus bicara bahkan lebih jelasnya aku yang akan mengutarakan semua tentang aku."pinta Andri pun di ikuti Selly,dia duduk berhadapan dengan suaminya.


baru kali ini Andri bicara sangat lembut, atau mungkin Selly saja yang tidak sadar.


sebelum mulai bicara pintu di ketuk oleh seseorang lalu Andri berdiri untuk membukakan pintu tersebut.


nampak kiki assisten nya membawa dua paperbag entah apa isi dari paperbag tersebut.


lalu pintu di tutup kembali, andri melangkah kedalam pantry.


lalu kembali menghampiri Selly dengan kedua tangan membawa piring yang berisi makanan.


"makanlah dulu, nanti aku akan ceritakan apa yang harus kau tahu tentang aku."Andri menyodorkan piring yang berisi nasi goreng.

__ADS_1


Selly menerimanya karena dia sudah sangat lapar, dan mereka makan tanpa bicara apapun.


Selly bangun untuk mengambil air putih, dia membawa dua gelas untuk dirinya dan suaminya juga.


__ADS_2