Hanya Sebuah Impianku

Hanya Sebuah Impianku
BAB 14


__ADS_3

Hari ini pertama selly masuk kerja di perusahaan mertuanya, ada rasa takut dan malas bertemu oleh suaminya.


sampai di perusahaan mertuanya dia berdecak kagum karena gedung yang sangat megah sekali.


Dengan berdecak kagum,lama dia menatap gedung yang menjulang tinggi dari balik kaca mata hitamnya.


Dia menutup matanya yang sangat sembab karena menangis semalam,baru kali ini selly menangis meratapi hidupnya.


"ckck perusahaan yang sangat besar. Aku jadi penasaran pasti di dalam nampak lebih megah,"gumam selly dengan takjub.


dia berpikir kalau mertuanya pasti sangat kaya sekali.


tapi selly tidak berpikir kalau ternyata yang megang perusahaan tersebut adalah suaminya sendiri.


Selly merapihkan pakaian yang dikenakannya lalu menghela nafas panjang,apa penampilan nya sudah sesuai atau nampak terlihat menyedihkan karena dia tidak suka berdandan.


Ternyata Indri sudah menunggu nya di lobby, Selly pun menghampiri Indri yang berdiri sambil berkacak pinggang . Selly masih saja menengadah kepalanya,dia merasa cemas kalau tidak tahu seluk beluk tentang gedung dia pasti akan tersesat.


Selly terlihat seperti orang bodoh di mata Indri bahkan ingin rasanya Indri memukul kepala kakak iparnya tersebut.


"selly, sampai kapan kau akan terlihat seperti orang bodoh?dan jika kau mau bekerja harusnya datang lebih pagi. Bisa-bisa gaji kau di potong jika terus datang terlambat."gerutu Indri sambil berkacak pinggang


Pandangan selly pun mulai beralih memandang adik ipar yang juga sahabatnya sekarang dengan bibir cemberut.


"aku hanya kagum dengan bangunan ini dan hanya berpikir kalau aku nyasar apa akan bisa ketemu jalan keluarnya."gerutu selly sambil mendengus.


Selly baru beberapa bulan bahkan belum ada satu tahun tinggal di jakarta, jadi sudah hampir sering tersesat.


"ya sudah,ayo aku antar keruangan mu sekarang. Kita nanti bekerja di satu lantai yang sama hanya beda ruangan saja."terang Indri


"jadi kita satu kantor dan kau bekerja juga?aku pikir kau anak manja yang hanya tinggal duduk manis saja."timpal Selly

__ADS_1


"jika aku mau sukses aku juga harus kerja keras juga dan nanti kita mempunyai atasan yang sama."terang Indri


Selly hanya mendengarkan celoteh adik iparnya itu, dia bahkan tidak perduli siapa atasan nya nanti.


ada yang ingin sebenarnya Selly tanya kan tapi waktunya belum tepat, sepulang kerja dia akan mengajak Indri ke cafe.


Tiba-tiba Indri mengamati penampilan Selly dari atas sampai kebawah sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.


"apa yang kau lihat? Apa ada yang salah?"tanya Selly yang melotot tajam


"apa kau tidak mempunyai celana bahan atau apalah?"tanya Indri dengan pelan dia menanyakan nya.


"memangnya kenapa?ini sudah sangat rapih. Aku belum sempat membeli baju kerja dan aku rasa ini sudah sangat sopan sekali."terang Selly yang merasa dengan celana jeans dan kemeja yang dikenakan sudah sangat sopan dan rapih.


Indri hanya memijit pelipisnya,lupa tidak menjelaskan kemarin tapi dia pikir kakak iparnya akan lebih paham jika bekerja di perkantoran harus berpenampilan seperti apa.


"bagimu tidak masalah tapi akan masalah bagi bos kita nanti? Karena dia melarang menggunakan celana jeans. Ya sudah ayo aku antar keruangan mu dan akan aku jelaskan apa saja yang harus kamu kerjakan."terang Indri


"apa bos kita adalah papa mu yang jadi mertua ku?tanya Selly


Selly hanya mengikuti dan mendangarkan penjelasan sahabatnya.


"boleh aku bertanya,apa bos kita sangat aneh atau tidak normal?bisik Selly karena ini pertama kalinya bekerja di perusahaan besar bahkan Selly tidak mengerti apa pun soal aturan perusahaan.


Indri hanya menghela nafas beratnya dan dia hanya mengatakan ke Selly untuk menjaga bicaranya.


"ssttt,jaga bicara mu jika dia mendengar pembicaraan mu bisa habis kita."ujar Indri yang langsung membungkam mulut Selly.


Sampailah mereka di lantai 12 dan Indri mengajak Selly untuk segera masuk keruangan nya.


Selly kembali berdecak kagum bahkan lebih norak dari yang di lobby.

__ADS_1


"duduklah aku akan memberitahu dan mengajarkan tentang pekerjaan mu, dan kamu akan sering berinteraksi langsung dengan bos kita.'terang Indri


"apa bos mu memiliki sekertaris?lalu untuk apa jika harus berinteraksi dengan kita?"tanya Selly


"berhentilah dengan pertanyaan bodohmu itu,aku juga tidak mengerti karena disini kita hanya karyawan bukan ratu."ujar indri


"oke,sekarang katakan apa ruangan bos kita di lantai yang sama.berbicara denganmu membuatku penasaran seperti apa rupanya."desak Selly yang sudah tidak sabar


Tiba-tiba Indri menjitak kepala kakak iparnya, "dari pada kau bertanya tentang bos terus,sebaiknya kau kerjakan yang sudah aku jelaskan tadi.panjang lebar aku menjelaskan enak saja kau malah tidak menyimak dengan baik,jika tidak ada yang kau mengerti tinggal pencet tombol di telpon tersebut akan tersambung ke meja ku. Ingat jangan salah angka jika salah akan masuk ke ruangan lain."terang indri panjang lebar menjelaskan ke selly.


"baiklah aku paham dan akan mulai bekerja dengan giat bahkan akan lebih rajin lagi,mohon bimbingan nya"seru selly


indri pun meninggalkan selly dia memilih kembali keruangan nya setelah di buat stress kakak iparnya tersebut.


"kalau dia tahu atasan nya adalah kak andri apa dia akan syok atau akan mengoceh 7 hari 7 malam,bisa-bisa akan mati berdiri aku."gumam indri yang langsung mendudukan dirinya di meja kerjanya itu.


"sedang berbicara dengan siapa kau?tanya andri yang membuat indri terlonjak kaget bahkan map yang dia pegang sampai berantakan terjatuh ke lantai.


"bisa ngga jika masuk keruangan orang itu mengucapkan salam paling ngga mengetuk pintu dahulu"cebik indri ke kakaknya. Baru saja dia dibuat pusing oleh istrinya sekarang datang suami nya,benar-benar sungguh menjengkelkan hari ini.


"aku tidak ada waktu untuk mengetuk pintu takut tangan ku lecet,dimana teman mu yang akan bekerja disini? Apa dia sudah datang?tanya andri yang masih berdiri dengan memasukkan tangan kedalam saku celananya itu.


"sudah dia sedang mengerjakan pekerjaan yang diberikan papa,jadi kalau sudah selesai dia bisa aku antar langsung keruanganmu."terang indri sambil merapihkan kembali map yang terjatuh di lantai.


"aku rasa dia tidak akan mampu mengerjakan tugas dari papa, secara anak baru kuliah pengalamannya belum banyak soal bidang penjualan, apalagi belum tentu sahabatmu itu bisa menguasai beberapa bahasa"ungkap andri yang membuat indri mendengus kesal.


"sebaiknya aku kembali keruangan ku saja,hanya membuang waktu saja menunggu hasil pekerjaan anak baru"ujar andri


"iya,sebaiknya kau kembali ke habitatmu saja.hanya membuat kepala ku sakit saja,jangan menghina orang dari umur kita lihat dari skill nya saja.'kesal indri terhadap kakaknya yang tidak pernah berubah.


Indri terus saja menggerutu karena sangat kesal sekali dengan kedua mahkluk yang berjenis suami istri tersebut, ingin rasanya indri mencakar-cakar muka kakaknya.

__ADS_1


kalau bukan untuk mendekatkan kalian berdua rasanya aku sangat malas sekali,apa lagi dengan kseombongan andri.


dia berharap selly dapat membantu meruntuhkan kesombongan dan sifat dingin kakaknya.


__ADS_2